
Aping masih tertidur di ranjang rumah sakit saat Ocy datang. Pak Jaya harus ke kantor untuk menandatangani surat-surat pentingnya,makanya Ocy harus menjaga Aping sekarang.Dia menatap ke wajahnya,tiba-tiba kedua mata itu terbuka.
"Gimana udah baikan belum Ping?" tanya Ocy di samping Aping.
Aping mencoba bangun dari tidurnya,Ocy membantunya untuk duduk.
"Auw," Aping memegangi kepalanya yang terasa nyeri.
"Lo gak papa?" Ocy panik melihat Aping kesakitan.
"Gak papa kok cuma agak nyeri dikit, gue lapar nih lo gak bawain gue makan apa?" Aping pura-pura cemberut.
"Lo mau makan apa Ping? gue beliin deh sekarang?" Ocy terlupa saat ke rumah sakit tak sempat membeli makanan untuk Aping.
"Gak ah,kirain udah di beliin tadi,lo gak perhatian banget sih jadi cewek,gue sakit gini," Aping pura-pura memelas,ekor matanya melirik ke arah Ocy yang gelisah.
"Tuh mukanya lucu banget sih gue kerjain gini," batin Aping menahan tawa.
"Gue kelupaan Ping,gue beliin dulu ya?" Ocy beranjak dari duduknya hendak keluar namun dengan cepat Aping meraih tangannya.
"Duduk deh, tuh petugas rumah sakit udah bawain makanan gue," ucap Aping sambil mengarahkan matanya ke arah petugas yang baru masuk ke ruangannya.Terlihat Ocy menghela napas lega.
__ADS_1
"Ini ya di makan dulu sarapannya?" ucap petugas itu sambil meletakkan makanannya di meja dekat Ocy,kemudian berlalu ke kamar lainnya. Aping menatap ke Ocy.
"Lo gak kasihan apa liat tangan gue di tusuk jarum infus gini?" Aping mulai kembali melancarkan niat usilnya.
"Em gue suapin ya Ping?" Aping mengangguk. Ocy segera mengambil piring makanan di meja. Menyuapkan sesendok demi sendok ke mulut Aping. Ocy kikuk karena Aping menatapnya tanpa berpaling sedikitpun.
"Lo ngapain sih liatin gue kayak gitu?" Ocy memberanikan dirinya untuk bertanya ke Aping.
"Lo udah makan?" tanya Aping tanpa membalas pertanyaan gadis di depannya itu.
"Udah kok tadi di rumah."
"Sabar Cy sabar, makhluk di depan lo ini emang perlu penanganan super sabar biar hilang liarnya." Batin Ocy sambil menatap tajam ke arah Aping.
"Cy gue gerah nih pengen mandi," ucap Aping setelah selesai makan.
"Hah lo mau mandi? mana bisa Ping?" Ocy tak mau bila harus memandikan si cowok kerempeng itu.
"Mau taruh dimana nih muka gue kalo mandiin lo Ping!" gumam Ocy di dalam hati.
"Bisa lah lo bantuin gue ya?" pinta Aping santai.
__ADS_1
"Ogah ah!" Ocy tak sanggup bila harus memandikan Aping. Pikirannya melayang jauh tentang hal-hal yang belum pernah dia lakukan dengan seorang pria.
"Lo pasti mikir jorok deh?" Aping menerka-nerka apa yang di pikirkan Ocy.
"Apaan sih?" Ocy mengelak.
"Lo kan bisa cari kain lap buat ngelapin badan gue Cy, gerah banget nih dari kemarin belum kesentuh air sama sekali," Aping merengek. Meskipun ruangan berAC namun karena belum sempat mandi Aping merasa gak enak di badannya.
"Iya deh gue cariin dulu." Ocy beranjak mencari air dan lap untuk mengelap badan Aping. Beberapa menit kemudian dia telah kembali.
"Sini gue lap dulu," Ocy mendekati Aping dan perlahan membuka kancing baju yang melekat di tubuhnya itu.Tangannya gemetar,baru pertama kalinya Ocy membuka kancing baju seorang. Aping sedikit menyunggingkan bibirnya. Dengan lembut Ocy mengelap tubuh Aping.
"Jangan ngiler dong Cy," Aping tak hentinya meledek Ocy.
"Udah ah lap sendiri deh Ping," Ocy mulai ngambek dengan keusilan Aping.
"Idiih ngambek dia,makin jelek aja lo Cy," Aping terkekeh melihat wajah Ocy yang sukses di tekuk itu.
Tiba-tiba Ocy mencium pipi Aping,membuat cowok itu terdiam membeku,dia langsung berlari keluar ruangan.
"Lo kok bar-bar sih Cy," ucap Aping lirih sambil memegang pipi yang di cium Ocy tadi.
__ADS_1