
Ocy tampil mengenakan jeans dengan paduan atasan kasual menambah aura cantiknya. Rambutnya yang panjang dan lurus di biarkan tergerai begitu saja.
Ting tong.
Seseorang memencet bel rumahnya. Ira bergegas menuju pintu depan.
"Pasti Aping," gumam Ocy.
Saat Ocy membuka terlihat Aping mengenakan stelan kemeja yang lengannya sedikit di gulung. Rambutnya di rapikan dengan sedikit bekas potongan di atas telinganya.
"Kok dia bisa berubah gitu." Pikir Ocy melihatnya.
"Udah terpesonanya?" ucapan Aping membuyarkan lamunannya.
"Weeek pengen muntah gue lihat lo," Ocy merasa jijik dengan ucapan Aping yang teramat percaya diri itu.
"Yuk berangkat," sambil menyerahkan kunci mobil ke pada Aping.
"Lo bisa bawa mobil kan?" tanya Ocy. Aping mengangguk.
"Kenapa gak pakai motor aja?"
"Gak mau ini acara gue jadi lo gak boleh bantah."
Akhirnya Aping mengangguk. Dan mereka menuju ke cafe yang telah di janjikan.
"Ketemu siapa sih pacar lo ya?"
"Kepo deh lo," sambil tersenyum mengejek Aping.
__ADS_1
"Gak juga pengen tahu aja ada gitu cowok yang mau sama cewek cerewet dan bar - bar kayak lo?" Aping berkata tanpa sedikitpun penyesalan. Mulus banget ucapannya sampai meleset gitu. Pikir Ocy yang udah geram di samping Aping.
"Lo punya kaca gak sih Ping? muka lo dan sifat lo itu lebih hancur dari gue." Ocy tak mau kalah hingga perdebatan lain berlanjut sepanjang jalan menuju cafe.
"Turun lo!" terlihat sorot raja memerintah dayang nya.
"Yang punya mobil siapa yang sok kaya siapa heran gue," batin Ocy kesal.Tak pelak dia pun akhirnya turun dari mobil.Aping mengikuti langkah Ocy di belakangnya menuju cafe xx.
"Gue tunggu di sini aja," Aping duduk di sebuah meja.
"Oke tunggu di sini dulu gue mau ke toilet." Ocy mencoba mengelak.
Aping merasa tak curiga dengan tingkah Ocy.
Beberapa menit kemudian datanglah seorang cewek cantik. Dia lah Kiran.
"Hai Ping," sapa Kiran lembut.
Mimik mukanya berubah 180 derajat. Sangat datar dan dingin.
"Ngapain lo di sini?" Aping menatap tajam Kiran.
"Gue mau ngomong penting sama lo duduk lah dulu Ping kita bisa kan bicara baik - baik."
Kali ini Aping menurut ada hal yang terpikirkan dalam otak si kerempeng itu.Mereka kemudian saling memesan makanan.
"Ping," Kiran membuka percakapan.
Aping masih diam tanpa tertarik obrolan Kiran.
__ADS_1
"Gue yakin lo masih sayang sama gue kan Ping?" Kiran mulai melancarkan aksinya
"Udah nggak," ucap Aping santai.
"Lo bohong kan Ping buktinya lo belum punya cewek sampai sekarang."
Aping diam tak bisa mengelak. Pasalnya memang dia tak punya pacar saat ini.
Tanpa mereka sadari Ocy melihat mereka dari kejauhan. Ada yang sakit namun tak berdarah di dadanya.
"Gue kenapa sih kok kayak gini, lo sadar deh Cy dia gak mungkin suka sama lo, dia pasti masih cinta sama Kiran." Pikiran Ocy kemana - mana.
Hingga tanpa sadar dia menggeleng - gelengkan kepalanya cepat. Menjadi pemandangan aneh buat orang - orang yang melihatnya.
Kesambet kayaknya tu bocah.
Cantik - cantik kok gila ya. Kasihan.
Patah hati si adek kayaknya sampai stress gitu.
Bisikan - bisikan gaib di sekeliling Ocy.
Braaakk. Aping menggebrak meja membuat Kiran terlonjak .
"Gue tegasin ke lo kalau gue udah gak punya rasa apa - apa ke lo dan gue mau lo jauh - jauh dari gue kalo lo masih mau tangan dan kaki lo masih di tempatnya," ucap Aping penuh penekanan sambil menunjuk wajah Kiran.
Kiran menelan saliva nya dalam, tangan dan kakinya bergetar hebat. Sorot mata Aping membuat nyalinya menciut seketika.
Setelah mengucapkan itu Aping meninggalkan Kiran dan berjalan ke arah Ocy yang bersembunyi dibalik tembok. Saat tiba di dekat Ocy yang tak menyadari keberadaan Aping dengan gerakan cepat Aping menjewer telinga Ocy dan membawanya keluar dari cafe itu menuju ke mobil Ocy.
__ADS_1
"Aduuuuh duh lepasin sakit Ping!" sambil meringis kesakitan namun Aping tak melepaskannya. Semua mata melihat adegan itu.