
Aping menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya, kepalanya berdenyut kencang memikirkan masalah ini, setelah penghilangan barang bukti dan juga tersangka kasus ini semakin sulit di selesaikan.
Aping telah meminta sekertaris Obi untuk mengawasi gerak-gerik pak Teo melalui mata-mata mereka, begitu pula penjagaan untuk Ocy dari jarak 10 meter agar dia tetap merasa nyaman tanpa tahu ada yang mengikutinya.
Aping tidak mau terjadi hal buruk lagi dengan gadisnya itu, meskipun dia belum secara resmi menjadi kekasihnya, Aping yakin orang-orang yang menjadi lawannya telah mengincar keselamatan Ocy.
Di sisi lain seseorang tersenyum bahagia dengan apa yang telah dia dengar dari anak buahnya.
"Hahaha tunggu giliran mu akan tiba!" teriaknya menggelegar memenuhi ruangan itu.
"Cepat laksanakan rencana B, kalian harus berhasil melukainya," ucap pak Teo kepada anak buahnya.
"Baik tuan, kami permisi dahulu," ucap anak buah itu sambil pergi undur diri.
****
Hari ini Ocy ingin berjalan-jalan ke taman kota bersama Lisa karena kebetulan hari ini hari libur kerja bagi mereka.
"Udah siap Cy?" tanya Lisa pada Ocy di depan rumahnya.
__ADS_1
"Udah yuk Lis kita berangkat!" ajak Ocy.
"Ayo!" mereka kemudian masuk ke dalam mobil Lisa dan melaju ke tempat yang sudah mereka rencanakan.
Saat tiba di parkiran mobil di ujung jalan, Ocy dan Lisa keluar dari mobil dan berjalan ke arah taman kota, tanpa Ocy tahu Aping mengikuti mereka, pria itu juga ikut turun mengekori dua gadis di depannya dari jarak lima meter.
Di tengah jalan mata Aping menangkap ketidakberesan sebuah mobil yang melaju kencang ke arah Ocy dan Lisa, mobil itu semakin tak terkendali.
Denang cepat Aping berlari ke arah mereka, mendorong kedua tubuh gadis itu agar tak tertabrak oleh mobil itu.
Braaakkk
"Aping!" teriak keduanya.
Sedangkan mobil yang menabraknya telah kabur begitu saja, sekertaris Obi yang berada di dalam mobil mendengar keributan di luar sana, dengan segera dia berlari ke kerumunan manusia itu.
"Ada apa ini?" tanyanya, saat melihat siapa yang tergeletak sekertaris Obi segera mendekat.
"Tuan Aping!" teriaknya.
__ADS_1
Ocy bersimpuh di dekat Aping memangku kepala pria itu, darah segar keluar dari pelipisnya.
"Aping bertahanlah, ambulan tolong panggilkan ambulan!" teriak Ocy histeris.
Sekretaris Obi dengan cepat menghubungi ambulan, beberapa menit kemudian Aping sudah di bawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan.
Ocy tampak gelisah menunggu di depan ruang operasi, dalam hati dia tak berhenti merapalkan doa untuk Aping, air matanya tak mau berhenti, Ocy sangat takut bila harus kehilangan Aping.
"Ocy lo harus tenang, Aping pasti kuat Cy," ucap Lisa seraya memeluk gadis di depannya itu.
"Gue takut Lis," ucap Ocy lirih.
Sekertaris Obi tak kalah kalut melihat tuannya bersimbah darah, pikirannya melaju ke siapa pengemudi mobil yang menabrak tuannya. Kemudian dia menelepon seseorang.
"Cari tahu mobil yang menabrak tuan Aping segera, cek cctv taman kota dan laporkan semuanya secepat mungkin!" perintah sekertaris Obi kepada seseorang di ujung telepon.
"Saya pastikan akan membalasnya untukmu tuanku," batinnya penuh dendam.
Sampai terjadi sesuatu dengan tuannya dia tidak akan pernah melepaskan pelaku penabrakan itu.
__ADS_1