Aping

Aping
Salah Paham


__ADS_3

"Aping Lis," Ucap Ocy sambil sesegukan menyeka air matanya. Matanya yang sembab dan riasan wajahnya yang tak lagi terlihat baik. Menggambarkan bagaimana kacaunya perasaan Ocy saat ini. Lisa memeluknya,mencoba menenangkan Ocy.


"Bantuin gue!" Ocy kembali menatap Lisa.


"Aping kenapa Cy?coba lo ambil napas terus buang pelan-pelan." Ocy mengikuti perintah Lisa. Rasanya lebih baik.


"Gue liat dia pelukan sama kakak kelasnya dulu yang bernama Nisa di rumahnya Lis," Ocy kembali menangis.


"Jadi lo cemburu?" Lisa mulai menebak apa yang terjadi dengan sahabatnya ini.


"Gue gak tahu Lis tapi rasanya sakit disini," sambil menunjuk hatinya sendiri. Ocy seperti anak kecil yang kehilangan permennya.


"Sejak kapan lo punya perasaan sama dia Cy?" sambil menggoda Ocy Lisa menahan tawanya.


"Gue gak tahu tiba-tiba aja gue ngerasa nyaman di dekat dia."


"Terus gue harus bantuin lo apa Cy?" tanya Lisa.


"Bantuin gue buat tahu perasaannya ke gue sama gak kayak yang gue rasain," ucap Ocy yakin.


"Terus kalau dia gak punya perasaan ke lo gimana?"

__ADS_1


"Lo siap jika persahabatan lo jadi renggang karena lo tahu perasaan dia sesungguhnya?"


Lisa memberi pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan terjadi setelah Ocy menyatakan perasaannya. Ocy tampak meresapi pertanyaan Lisa.


"Apa gue mampu menerima kalau dia tak punya perasaan apa-apa ke gue, apa gue siap jarak yang akan dia buat ke gue?" batin Ocy.


Ocy menggelengkan kepalanya. Hatinya benar-benar belum siap untuk menerima penolakan. Mungkin lebih baik menyimpannya dahulu.


"Tapi rasa ini benar-benar sakit." Ocy kembali menangis. Lisa merasa iba dengan keadaan sahabatnya ini.


Di rumah Aping.


"Iya kak makasih kalian emang terbaik buat Aping." Aping melepaskan pelukan Nisa.


"Oh ya ini buat lo," Nisa memberikan dua tiket liburan dan satu undangan pertunangannya.


"Wah beneran kak ini buat Aping?" Aping tak percaya keinginannya benar-benar di penuhi. Nisa mengangguk.


"Lo juga jangan lupa dateng ke acara gue lusa ya?"


"Iya kak Aping pasti datang kok," tersenyum ke arah Nisa.

__ADS_1


"Dan satu lagi," ucap Nisa membuat Aping menaikkan satu alisnya.


"Lo harus bawa pasangan pas datang ke acara gue!" Nisa menatap tajam ke arah Aping.


"Lah kak jangan gitu dong Aping gak ada cewek." Aping membujuk Nisa agar tidak memberinya syarat itu.


"Harus!" ucap Nisa tegas sambil menahan tawanya yang siap meledak agar tak terlihat oleh Aping.


Karena wajah Aping kini seperti anak kecil yang sedang merengek.


"Kak?" ucap Aping memelas.


"Udah kakak gak mau tahu, kakak mau pulang dulu ya." Nisa keluar dari rumah Aping dan menuju mobilnya. Seketika mobilnya melaju dengan kecepatan sedang.


"Duh ribet deh bawa siapa coba?" Aping melempar tiket dan undangannya ke meja di kamarnya. Dan mengecek notifikasi di hapenya. Ada beberapa pesan dan panggilan masuk dari Ocy. Aping membacanya sekilas ada rasa khawatir menyergapnya. Seharian ini dia bahkan lupa menanyakan kabar Ocy. Cewek yang harus dia jaga. Dengan segera Aping menelepon Ocy berharap dia belum tidur.


Sepuluh panggilan keluar tak di jawab,membuat Aping semakin cemas.


Ocy yang kelelahan menangis akhirnya tertidur di kamar Lisa. Ocy memang sengaja tidak mau pulang karena takut membuat mamanya khawatir melihat keadaannya yang sembab. Akhirnya dia menelepon mamanya untuk meminta izin tidur di rumah Lisa.


Karena hapenya di silent Ocy dan Lisa tak tahu jika Aping menelepon Ocy.

__ADS_1


__ADS_2