
Seminggu setelah menikah Aping dan Ocy belum merencanakan bulan madu mereka, namun bukan Aping bila tidak membuat kejutan yang membuat Ocy bahagia. Aping sudah memesan dua tiket khusus untuk pergi bulan madu, seminggu sudah dia berpuasa dan dia tidak akan membiarkan begitu saja kesempatannya tertunda.
"Ocy Sayangku," panggil Aping manja pada Ocy, wanita itu mengkerutkan kening melihat suaminya tiba-tiba berubah manja seperti itu.
"Kenapa Ping, kamu pasti ada maunya manggil kayak gitu?" tanya Ocy.
"Duh di ajak romantisan kok," protes Aping.
"Romantis apaan,gombal iya!" Ocy memasang wajah datar.
"Haha emang gak ada ya wajah romantis di suamimu ini?" tanya Aping sambil tergelak.
"Emang kok, gak ada Ping," jawab jujur Ocy.
"Iya deh, oya besok siapin baju kita ya," pinta Aping.
"Loh mau kemana?" tanya Ocy bingung.
"Udah turutin aja, nanti juga kamu suka istriku," ucap Aping sambil mencium pipi Ocy mesra.
Ocy hanya tersipu malu dengan apa yang di lakukan oleh Aping, semenjak mereka menikah Aping semakin mengikat Ocy agar tetap di sisinya, membuat wanita itu nyaman dan bahagia adalah prioritas utama bagi Aping.
Keesokan harinya tiba Aping bergegas mengajak Ocy untuk ke bandara, Ocy mengikuti Aping dengan hati bertanya-tanya.
"Ping mau kemana sih?" tanya Ocy berhenti mengikuti langkah Aping saat di bandara sambil memegang lengan Aping.
"Kita bulan madu," ucap Aping serius dan berjalan kembali sambil menggandeng Ocy, sedangkan koper mereka di bawa oleh para pelayan.
Ocy merasa takut perjalanan kali ini, karena dia harus melayani Aping seperti yang seharusnya dia dapatkan, sebelumnya memang tertunda karena tamunya, Ocy menelan salivanya dengan susah payah.
"Kali ini gak bisa lolos lagi," batin Ocy.
Satu jam kemudian mereka telah sampai di tempat tujuan, Pulau Bali adalah kota yang dipilih oleh Aping, sesuai selera Ocy yang menyukai keindahan alami dari pulau yang mereka kunjungi itu.
__ADS_1
"Gimana kamu suka istriku?" tanya Aping menatap wajah Ocy.
"Aku suka banget suamiku makasih kejutannya," ucap Ocy berbinar dengan apa yang dia lihat, mereka sekarang sedang berada di resort dengan pemandangan pantai dan pasir yang mempesona, dari kaca jendela kamar mereka tampak air laut dengan ombak kecil menggulung pasir di tepi pantai, banyak turis serta pendatang lokal menitikkan kaki mereka di hamparan pasir itu.
"Tapi gak gratis loh?" ucap Aping tersenyum penuh arti.
"Uuh jadi kamu perhitungan sama aku!" sentak Ocy sambil berkacak pinggang dengan wajah cemberut.
"Bukan perhitungan sayang, tapi imbal balik," ucap Aping mengedipkan satu matanya, Ocy mempunyai firasat tak enak dengan kedipan itu.
"Jadi apa itu?" tanya Ocy tanpa mau basa-basi.
"Puasin aku di ranjang," ucap Aping vulgar tanpa lagi canggung, Ocy melotot mendengar ucapan Aping yang di bisikan di telinganya itu. Aping terkekeh melihat ekspresi wajah istrinya itu, seperti sedang melihat hantu saja.
"Dasar mesum!" teriak Ocy pada Aping yang kemudian berlalu meninggalkannya ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Ocy memegang dadanya yang berdetak sangat kencang karena ucapan Aping tadi.
Malam pun tiba, seusai menikmati makan malam mereka di sebuah restoran dekat pantai Aping dan Ocy kembali ke resort untuk beristirahat.
Udara malam ini terasa sangat dingin, Aping telah mematikan AC kamar mereka, namun masih saja terasa dingin, sesekali Aping melirik Ocy yang sedang menyisir rambut panjangnya di depan cermin kamar mereka.
Ocy menyadari bahwa Aping sedang menunggunya, namun karena rasa groginya begitu kuat Ocy sengaja memperlambat gerakan menyisir rambutnya itu, Aping menghela napas melihat Ocy sengaja mengulur waktu sedangkan Aping sudah tidak sabar untuk melahap Ocy malam ini.
Aping berjalan mendekati Ocy, tanpa wanita itu sadari Aping telah mengangkat tubuhnya menuju ke arah ranjang, Aping menurunkan tubuh Ocy pelan ke atas ranjang dan perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Ocy, deru napas Aping terasa begitu hangat, kedua tangannya mengunci tubuh Ocy dan tubuh Aping menindih tubuh Ocy.
"Udah siap?" tanya Aping menatap Ocy dengan tatapan ingin segera melahapnya.
"Aku takut terlalu sakit," ucap Ocy.
"Gak akan sakit kita lakukan pelan-pelan ya sayang," ucap Aping sambil mendekatkan bibir mereka.
Rasa hangat menyelimuti keduanya, mulai dari bibir mereka saling menyatu hingga beralih ke leher jenjang Ocy yang tampak putih mulus membuat Aping semakin bergairah, dia memberi beberapa kecupan hingga kissmark pada leher itu, Ocy menikmati setiap sentuhan yang di lakukan Aping, keduanya saling menyatu melepas pakaian yang mereka kenakan, hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya, meski harus melewati rasa sakit terlebih dahulu akhirnya mereka saling menghentak bersama.
__ADS_1
Mereka melakukan itu berulang kali hingga rasa lelah membuat mereka tertidur pukul dua pagi, menghabiskan sepanjang malam bersama di tengah dinginnya udara malam itu.
Di pagi hari Ocy terbangun karena merasakan tangan seseorang menindihnya, dia melihat ke arah samping, Aping tengah tertidur lelap dengan wajah yang masih sama tampannya seperti saat dia terbangun, Ocy mencium kening Aping, membuat pria itu membuka matanya perlahan.
"Em istriku," ucap Aping mempererat pelukannya pada Ocy, udara dingin membuatnya enggan beranjak dari ranjang.
"Ayo bangun suamiku udah pagi," pinta Ocy sambil mencoba memindahkan lengan kekar Aping, namun bukannya berpindah malah semakin erat melekat pada tubuhnya.
"Suamiku aku mau ke toilet dulu," ucap Ocy.
Aping menatap Ocy dan melonggarkan pelukan mereka, Ocy mencoba bangun dan berdiri namun tiba-tiba sesuatu terasa sakit di antara kedua kakinya, Ocy merintih kesakitan.
Aping yang mendengar Ocy kesakitan dengan gerakan cepat mendekati Ocy yang sedang tertatih menahan sakit.
"Kamu kenapa Cy?" tanya Aping panik.
"Gak apa-apa kok, cuma di sini perih buat jalan," ucap Ocy sambil menunjuk sesuatu di bawah sana, dia berjalan dengan sehelai selimut yang membalut tubuhnya.
Aping tersenyum mendengar ucapan Ocy, dia kemudian membopong Ocy masuk ke dalam kamar mandi.
"Lepasin Ping aku bisa jalan sendiri kok," ucap Ocy namun Aping tak mendengarkannya.
Sesampainya di toilet Aping meletakkan Ocy di dalam bath tube dengan pelan, di lihatnya tubuh Ocy yang penuh dengan tanda kepemilikan yang telah dia buat semalam.
Ocy menatap Aping dengan pertanyaan di hatinya, kenapa pria itu memandangi dirinya dari tadi.
"Kenapa sih Ping lihatinya gitu sekali?" tanya Ocy.
"Gak kok aku pengen lagi nih," pinta Aping memberikan kode kepada Ocy.
"Hah semalam kan udah Ping?" protes Ocy.
Namun jangan bilang Aping akan mendengarkan itu, dia memulai lagi kegiatan semalam pada Ocy, dan lagi keduanya saling menikmati satu sama lain.
__ADS_1