
Senja mulai menghiasi langit sore itu,perlahan menenggelamkan sang surya ke ufuk barat, menggantinya dengan bintang dan bulan yang siap menghiasi malam. Aping sejenak menatap ke langit dari balkon kamarnya. Menikmati angin malam yang menyentuh rambut dan wajahnya. Hingga suara Ocy yang masuk ke dalam kamar Aping membuyarkan keheningannya.
"Lo ngapain Ping?" Ocy mendekati Aping,dilihatnya cowok itu sedang melamun di balkon kamar.
"Lagi mikirin cewek," ucap Aping tanpa melihat ke wajah Ocy yang berubah menjadi muram seketika.
"Cewek?" tanya Ocy dalam hati.
"Siapa Ping?" Rasanya ingin Ocy menutup mulutnya agar tak mengeluarkan kata-kata itu.
"Belum saatnya lo tahu Cy," ucap Aping dan membalikkan badannya menghadap Ocy.
"Oh," ucap Ocy kecewa.
"Lo ngapain ke sini?" tanya Aping menyadari keberadaan Ocy.
"Em gue mau ngajak lo makan malam,udah siap dari tadi," ucap Ocy.
"Ayo!" Aping menggandeng tangan Ocy tanpa meminta persetujuan empunya. Ocy menatap tangannya yang di pegang Aping,ada rasa senang bersarang di hatinya.
"Oya kenapa ada Felda di sini?"tanya Aping saat mereka melewati anak tangga menuju ke dapur.
"Dia mau nginep di sini sementara Ping," ucap Ocy.
"Oh gitu," Aping tak terlalu berminat membicarakan gadis itu untuk saat ini.
Saat tiba di meja makan,Felda sudah duduk di sana dengan di temani Om Jaya. Aping dan Ocy segera mengikuti mereka duduk di kursi yang masih kosong. Ocy duduk di samping papanya,sedangkan Aping duduk di samping Felda.
__ADS_1
"Hai Ping," sapa Felda tersenyum manis ke arah Aping.
"Hai Fel," balas Aping datar.
"Yuk kita makan dulu," Ocy memulai makan malam mereka. Dia mengambilkan nasi ke piring papanya, saat ingin mengambilkan untuk Aping,Felda sudah mendahuluinya. Dia tak melepaskan tatapannya dari Aping. Menyadari putrinya terbakar cemburu,pak Jaya berdehem.
"Eheem," pak Jaya melirik ke arah Felda,yang di lirik seketika menunduk dan mereka makan dalam hening.
Usai makan Aping pamit keluar untuk ke taman belakang rumah,Felda yang sangat ingin berdekatan dengan Aping mulai mengikutinya.
Saat Aping duduk di sebuah kursi di taman dan menatap langit malam yang penuh dengan bintang ,Felda tiba-tiba mendekatinya.
"Bagus ya Ping langit malam ini?" ucap Felda membuat Aping mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu. Aping hanya mengangguk.
"Boleh gak gue duduk di samping lo?" ucap Felda meminta ijin Aping.
Felda kemudian duduk di sebelah Aping,membuka percakapan-percakapan ringan dengan cowok kerempeng itu. Dari balik pintu belakang rumah Ocy menatap keduanya.
"Kok sakit ya liat kayak gini aja?" tanya Ocy dalam hatinya.
Dia tidak berani mendekat ke arah keduanya,dia hanya mengintip di balik pintu.
Di tempat Aping dan Felda mereka saling bercanda satu sama lain,ternyata Felda gadis yang periang dan mudah bergaul.Aping dengan mudah bisa tertawa saat Felda menceritakan kejadian lucu tentang hidupnya.
"Gue gak nyangka lo orangnya lucu juga Fel," puji Aping membuat rona di wajah Felda memerah.
"Masak sih Ping?" tanya Felda.
__ADS_1
"Iya Fel,oya sejak kapan lo dan Ocy kenal dekat Fel?" Aping mengalihkan pembicaraan.
"Oh itu,gue udah dari orok deket dia,papi gue dan orang tua Ocy sahabat dari kecil. Jadi kita sering banget ketemu," jelas Felda. Aping hanya menanggapi dengan menganggukkan kepalanya.
"Apa lo suka ya sama Ocy?" pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Felda.
"Gue-?" ucapan Aping menggantung,rasanya tak mungkin dia mengatakan itu pada Felda,orang yang baru dia kenal.
"Gue tahu kok dari tatapan lo ke dia,dan sebenarnya gue juga suka sama lo Ping dari pertama kita ketemu," Felda terlanjur jauh berbicara dia akhirnya mengatakan perasaannya kepada Aping.
Aping terkejut dengan pengakuan Felda yang meluncur dari mulutnya tanpa hambatan itu.
"Tapi gue?" belum sempat Aping mengatakan apa yang ada di pikirannya. Felda lebih dulu memutusnya.
"Gue tahu kok Ping lo gak ada rasa sama gue,tapi gue boleh kan deket sama lo meski sekedar teman saja?" pinta Felda.
Dari kejauhan Ocy menguping namun tak sedikitpun bisa mendengar pembicaraan dua manusia itu karena jarak yang lumayan jauh dari tempatnya berdiri.
Aping menatap kedua manik mata Felda,sebenarnya gadis di depannya itu sangat cantik untuk seorang cowok jelek sepertinya.
"Lo boleh kok jadi temen gue," ucap Aping sambil tersenyum. Felda pun tak kalah senang. Meski cowok di depannya itu tak menyukainya,namun hatinya masih berharap bisa memilikinya suatu saat nanti.
"Udah malam banget,yuk balik ke dalam rumah," ajak Aping.
"Ayo!" Felda beranjak dan melangkahkan kakinya mengikuti Aping yang terlebih dulu di depannya.
Dari tempatnya Ocy dengan cepat menaiki anak tangga menuju ke kamarnya,setelah melihat Aping dan Felda berjalan ke arah rumah.
__ADS_1