
Aping merasa lega karena usia kandungan Ocy sudah memasuki tri semester kedua, itu artinya rasa ngidamnya mungkin tidak sesering saat trisemester pertama, sesuai dengan penjelasan dokter kandungannya.
"Sayang," ucap Ocy sambil menggelayut manja pada Aping.
"Kenapa yang?" tanya Aping heran melihat tiba-tiba Ocy yang manja padanya.
"Pengen lihat topeng monyet," jawabnya.
"Hah," Aping semakin heran.
"Dimana nyari topeng monyet sayang?" tanya Aping lagi.
"Sepertinya belum selesai sekarang," batin Aping.
"Tapi gak mau pakai monyet," ucap Ocy sambil bibirnya cemberut.
"Jadi?" tanya Aping.
"Sini aku bisikin," ucap Ocy sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Aping dan membisiki sesuatu pada pria itu.
"Apa!" teriak Aping begitu mendengar apa yang di bisikkan oleh Ocy.
Ocy mengangguk sekali lagi guna mengiyakan apa yang barusan dia bisikkan pada Aping, hal itu benar-benar sangat dia inginkan saat ini, Aping memutar cara agar bisa mewujudkan keinginan istrinya yang aneh itu.
__ADS_1
Aping kemudian menelepon seseorang, dan hanya butuh beberapa menit dia mengakhiri obrolan mereka di telepon.
"Gimana yang?" tanya Ocy.
"Iya mereka bakal kesini bentar lagi," ucap Aping membuat Ocy tersenyum senang.
Satu jam kemudian bel rumah mereka berbunyi, Aping segera menuju ke pintu dan membukanya, orang yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga.
"Kalian masuk dulu deh," pinta Aping pada dua pria itu,mereka menuruti perintah Aping meski dalam hati mereka bertanya-tanya ada apa gerangan yang membuat presdir hebat itu sampai memanggilnya kemari.
"Ada apa sih?" saat mereka berempat duduk di ruang tamu.
"Em begini," ucap Aping ragu-ragu ingin mengatakan hal yang mungkin sedikit mengejutkan keduanya.
"Kalian harus nari topeng monyet buat gue, tahu kan kalau anak dalam perut gue ini gak diturutin bakal tahu akhirnya," ucap Ocy memelas.
"Hah!" teriak keduanya kaget, mereka adalah Zai dan Geo.
"Terus mana monyetnya?" tanya Zai.
"Kamu yang jadi monyetnya dan Geo yang main gendang," ucap Ocy sambil menunjuk keduanya dengan ekspresi memerintah.
Keduanya menelan saliva dalam, Aping tak tega melihat pemandangan itu, dia hanya mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada, seolah meminta maaf sekaligus memohon agar menuruti kemauan Ocy yang super aneh itu.
__ADS_1
"Baiklah," Zai dan Geo akhirnya pasrah dengan keadaan itu, mereka harus menghibur Ocy kali ini dengan tarian yang begitu memalukan, Zai harus berpura-pura menjadi monyet yang sedang menari mengikuti suara gendang dari Geo yang sebelumnya telah Ocy siapkan untuk acara mereka.
Sedangkan Aping di minta Ocy untuk mengabadikan momen memalukan itu.
"Bunuh saja kami Cy," batin keduanya nelangsa, namun berbeda dari Zai dan Geo, Ocy sangat senang melihat keduanya beraksi.
"Ih lucu banget, lagi dong Zai narinya jangan berhenti!" suara gelak tawa Ocy saat menonton pertunjukkan kedua anak manusia yang tak berdosa itu, entah apa yang membuatnya sesial itu bisa berhubungan dengan pasangan abnormal ini.
Dua jam berlalu, hingga akhirnya Ocy kelelahan tertawa dan membuatnya tertidur dengan sendirinya, Zai dan Geo pun menghentikan aksinya.
"Gila bakal kayak apa anak lo nanti Ping," ucap Geo kesal.
"Semoga lo kuat ngadepinnya," imbuh Zai sambil mengibas-ibaskan tangannya karena kepanasan.
"Sorry deh kalian yang kena imbasnya, gue bakal kasih deh apa yang lo berdua mau, sebutin aja," ucap Aping sungguh-sungguh.
Keduanya saling memandang dan tersenyum penuh arti.
"Kalau gitu cepat gantikan lo yang nari, dan kita yang menyaksikannya!" perintah Zai dan diangguki oleh Geo, mereka kompak membalasnya kepada Aping.
"Ta-tapi?" protes Aping, namun keduanya malah menyeret Aping ke depan mereka dan memaksanya untuk menari dengan tari yang sama dengan Zai tadi, tak lupa Geo merekam aksi heroik Aping, membuat keduanya tertawa lepas, kapan lagi ngerjain presdir angkuh ini, begitu pikiran mereka berdua.
"Dasar sahabat rese, demi kamu sayang aku di giniin, sakitnya tuh gak seberapa, tapi mukaku di taruh di mana," batin Aping melihat keduanya tak berhenti tertawa.
__ADS_1
Dan acara lawakan itu berakhir juga malam itu, mereka kembali ke rumah masing-masing.