
Kabar melahirkannya Ocy sudah tersebar di seluruh karyawan perusahaan Aping dan Ocy, menjadi perbincangan hangat bagi mereka, apa lagi seluruh karyawan akan di undang dalam jamuan rasa syukur keduanya karena telah mendapatkan putra yang paling menggemaskan, begitu pula dengan para sahabat mereka juga turut di undang dalam acara tersebut.
Zaka tengah tidur dalam dekapan Ocy saat Aping masuk ke dalam kamar untuk melihat anak dan istrinya, para tamu sudah datang Aping telah meminta sekertaris Ocy mengatur acara malam ini, meski hanya syukuran Aping tetap ingin menjamu mereka tanpa memandang status karyawan, sesuai yang di rasakan karyawannya Aping merupakan bos galak namun suka berbagi dan kadang menjadi hangat kepada siapapun yang mengikuti perintahnya namun akan menjadi dingin bagi orang yang menentangnya.
Acara berlangsung dengan baik para tamu mulai kembali ke rumah masing-masing, namun tiba-tiba suara seseorang menyapa Aping membuatnya tertegun.
"Selamat malam tuan Aping," sapa Zean di depan pintu masuk rumah Aping, pandangannya mengarah pada Aping yang tengah duduk di sofa ruang tamu.
Aping segera berdiri sambil menatap wajah Zean dengan tanda tanya, kenapa pria itu bisa mengetahui rumahnya dan datang di saat acara syukuran kelahiran Zaka.
"Maaf tuan Aping kedatangan saya mungkin sedikit mengejutkan anda," ucap Zean sambil tersenyum.
Sekertaris Obi tiba-tiba mendekat ke arah Zean.
"Maaf tuan anda siapa?" tanya basa-basi sekertaris Obi yang sebenarnya mengetahui siapa pria di depan mereka itu.
__ADS_1
"Oh maaf perkenalkan saya Zean, teman Ocy saat di Perancis dahulu," ucap Zean sambil mengulurkan tangannya ke arah Obi, sekertaris itu menjabat tangan Zean.
"Saya Obi sekertaris tuan Aping," balas sekertaris Obi.
"Ada apa kamu kesini?" tiba-tiba Aping bertanya dengan ketus, sepertinya dia sangat terganggu dengan kedatangan Zean.
Mendengar pertanyaan yang Aping ucapkan Zean segera membalasnya.
"Saya kesini hanya ingin memberi selamat atas kelahiran anak kalian saja dan juga kalau boleh menjalin persahabatan yang lebih erat."
Tiba-tiba Ocy keluar dari kamarnya dan turun ke lantai satu.
"Sayang udah selesai belum?" tanya Ocy pada Aping tanpa melihat ada Zean yang sedang berkunjung di rumahnya.
"Eh kamu?" ucap Ocy menyadari Zean berada di depan Aping, Ocy segera menghampiri suaminya.
__ADS_1
"Hai Ocy," sapa Zean dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya, serta mata Zean yang tak sedikitpun teralih dari Ocy, Aping menyadari kemana tatapan mata Zean.
"Terima kasih atas kunjungannya tapi acara sudah selesai," ucap Aping sengaja ingin mengusir Zean, sekertaris Obi mengerti dengan apa yang di ucapkan tuannya, dia segera meminta para pelayan segera membereskan sisa-sisa acara tadi.
"Oh sayang sekali saya datang terlambat, baiklah saya hanya ingin memberi ini," Zean memberi sebuah kota kado kepada Ocy, wanita itu bingung antara menerimanya atau tidak, namun akhirnya menerimanya meski agak sedikit canggung.
"Terima kasih tapi kamu tidak perlu serepot ini," ucap Ocy.
"Ehem ini sudah terlalu malam, kami harus beristirahat," ucap Aping mengusir Zean lagi.
Merasa kehadirannya tidak di inginkan Zean segera pamit undur diri dari kediaman Aping, meski hanya sebentar dia sangat senang bisa melihat wanita kesayangannya.
"Kalo begitu saya pamit dulu," pamit Zean.
"Silahkan, sekertaris saya bisa mengantar anda sampai di depan," perintah Aping pada sekertaris Obi.
__ADS_1
Zean keluar dari kediaman Aping dengan senyuman tersungging di bibirnya.