
Kedua anak manusia itu masih saling memeluk seolah mereka lupa bahwa masih ada manusia-manusia jomblo di sekitar mereka, sungguh pemandangan yang menggetarkan naluri kesepian beberapa pasang mata yang menatapnya.
"Eheem" Cen kembali berulah dengan berdehem keras, seolah ingin protes bahwa hatinya meronta-ronta.
"Lanjut pelukannya di rumah aja deh, udah mau di mulai ni acaranya," ucap Cen yang melirik kedua manusia di depannya itu, sontak Aping dan Ocy kembali ke dunia sebenarnya, acara reuni SMA mereka.
Suasana reuni menjadi sangat meriah, mereka saling bersenda gurau sambil menikmati jamuan yang telah dipersiapkan, sesekali beberapa pasang mata cantik melirik ke arah Aping, perubahan pada Aping membuat mereka semakin menyukainya.
Sedangkan Ocy sedari tadi menatap pria di sampingnya itu, sekarang Aping terlihat badannya lebih berisi, kulitnya yang dahulu sawo matang sekarang lebih putih, rambutnya yang dulu tak terurus sekarang tertata rapi.
Banyak perubahan dalam fisiknya, namun sikapnya masih sama, dingin dan acuh kepada wanita yang menyapanya, para wanita yang masih menyimpan rasa untuk Aping mencoba mendekati kembali namun tak urung mendapat tatapan dingin dari empunya.
"Udah kagumnya?" tanya Aping membuyarkan lamunan Ocy sambil menatap tajam ke arah Ocy, pandangan mereka bertemu.
"Apaan sih, siapa juga yang kagum sama lo," Ocy mencoba mengelak, gengsi mengakui ketampanan Aping kali ini.
"Apa dia operasi plastik ya?, tapi mukanya sih masih sama cuma lebih bersih dari yang dulu," batin Ocy masih tak percaya tentang pria di sampingnya adalah Aping yang dulu pernah dia kenal.
__ADS_1
"Udah ketahuan gak mau ngaku lagi," cibir Aping pada Ocy.
Ocy berpura-pura tak mendengarkannya, hingga acara reuni itu telah usai, Aping menggandeng tangan Ocy membawanya kearah mobil miliknya.
Ocy menatap takjub dengan mobil milik Aping, mobil keluaran terbaru hanya beberapa saja orang yang memilikinya.
"Beneran ini mobil lo?" tanya Ocy.
Aping hanya mengangguk dan mulai melajukan mobilnya di jalanan malam itu.
"Di jalan A no 10 Ping, jadi lo udah tahu gue pindah ya?" ucap Ocy menatap pria di sampingnya itu.
"Gue tahu semuanya tentang lo, termasuk laki-laki yang pernah mendekati lo satu tahun lalu," jawab Aping santai.
"Hah, lo mata-matain gue ya!" Ocy terkejut dengan ucapan Aping yang mengetahui semuanya, jadi selama ini dia dalam pengawasan Aping.
"Gue cuma mau jaga lo."
__ADS_1
Ocy terdiam mendengar jawaban Aping.
"Sebesar itukah rasa sayang lo ke gue Ping?" tanya Ocy dalam hati, dia tak berani untuk bertanya langsung kepada Aping, keduanya hanya diam dengan pikiran masing-masing.
Setengah jam kemudian mereka telah sampai di rumah Ocy, Aping mengikuti langkah Ocy ke dalam rumah, terlihat pak Jaya sedang duduk melamun di ruang tamu.
"Om," panggil Aping, pak Jaya kemudian menoleh ke sumber suara, di lihatnya Aping berdiri di samping Ocy, Aping segera mendekat ke pak Jaya dan memeluknya.
"Aping," ucap lirih pak Jaya, matanya berkaca-kaca melihat siapa yang memeluknya.
"Iya om ini Aping, gimana kabar om?" tanya Aping saat mereka sudah saling melepas pelukan.
"Om sangat baik Ping, seperti yang terlihat di depanmu, kapan kamu balik ke sini?" tanya pak Jaya.
"Baru tadi pagi om."
Mereka kemudian saling melepas rindu bertiga, banyak hal yang ingin mereka saling ceritakan, Aping sangat menikmati suasana kebersamaan mereka.
__ADS_1