Aping

Aping
Nisa


__ADS_3

Aping dan Ocy kini berada di sebuah mall terbesar di kota itu. Ocy meminta Aping untuk menjaganya selagi dia berbelanja di mall itu.


Dalam hati Aping sebenarnya malas bila harus mengikuti Ocy berbelanja. Sudah hampir dua jam kaki mereka melangkah, namun belum terlihat tanda - tanda Ocy selesai dengan belanjaannya.


"Ping bantuin ngapa?" Ocy mencoba mengambil camilan di rak namun tak sampai karena rak nya terlalu tinggi.


Aping menghela napas panjang.


"Ngambil camilan aja gak bisa," batin Aping.


"Tumbuh itu ke atas gak ke bawah kayak lo," ejek Aping. Ocy langsung memelototkan matanya ke arah Aping. Ingin sekali menyumpali mulut cowok itu dengan segenggam cabai. Biar makin hot kalau ngomong. Aping hanya membalas tatapan Ocy dengan senyuman manis.


"Nih," sambil memberikan camilan yang ingin dia raih tadi. Aping mengacak rambut Ocy. Membuat Ocy seperti anak kecil di depan orang yang menatapnya.Selama menuju kasir Ocy hanya memasang wajah cemberut.


"Seumur - umur baru kali ini gue di bilang bocil, padahal tinggi gue udah 167cm, harusnya gak bocil amat sih." Gumam Ocy kecil namun masih terdengar Aping.


"Makanya jangan makan micin melulu biar tumbuhnya bener." Aping tertawa setelah berhasil mengejek Ocy.


"Soak lo!" Ocy mencubit pinggang Aping, membuat cowok itu mengaduh kesakitan.


Banyak pasang mata memandang kearah dua orang itu. Ada yang tersenyum mengingat masa mudanya dulu, ada yang iri dengan kemesraan mereka.

__ADS_1


"Aping," panggil seorang wanita seusia mereka. Aping menatapnya heran. Mengingat - ingat siapa wanita itu.


"Lo lupa gue Ping? Kak Nisa," sontak Aping tersenyum mendengar nama itu.


"Kak Nisa beneran ini kak Nisa?" Aping tak percaya.


"Iya Ping ini gue."


"Gue pangling kak lo beda banget soalnya," mereka saling sapa satu sama lain. Ocy yang di anggurin akhirnya mengeluarkan suara.


"Ping gue duluan ya," Ocy pamit untuk pergi.


"Eh tunggu," sambil menarik tangan Ocy.


"Kak kenalin ini temen gue Ocy. Cy kenalin ini kakak kelas gue pas SMP dulu kak Nisa." Aping mengenalkan dua cewek di dekatnya itu. Mereka saling bersalaman dan tersenyum.


"Oya Ping gue boleh minta nomor lo gak kali aja kita bisa reunian sama yang lain juga."


"Boleh kak mana hape nya?" Nisa mengulurkan hape nya ke arah Aping.


Aping segera menuliskan nomer nya ke hape Nisa.

__ADS_1


"Ini kak," Nisa meraihnya.


"Oke makasih Ping gue gak bisa lama - lama, harus pergi dulu gue ada perlu soalnya."


Meninggalkan Aping dan Ocy sambil tersenyum ke arah Aping.


"Iya kak," Aping pun membalas senyum kak Nisa.


"Eheeemm!"


Ocy yang sedari tadi hanya diam akhirnya membuka suara.


"Udah kangen - kangennya? bantuin nih," sambil menyerahkan beberapa kantong belanjaannya ke Aping. Ocy melangkah meninggalkan Aping.


"Woey napa lo Cy tiba - tiba cemberut gitu?" ucap Aping ketika langkahnya sudah sejajar dengan Ocy.


"Gak gue mau cepat pulang aja panas di sini," Ocy mengibaskan tangannya agar tak kepanasan.


"Panas pala lo penyang ini di ruangan AC juga," Aping meneloyor kepala Ocy. Membuat cewek itu geram dan ingin membalasnya. Akhirnya mereka saling mengejar satu sama lain. Seperti anak kecil yang sedang bermain. Saling mengejek dan tertawa bersama.


"Baru sama lo gue bisa tersenyum senang gini Ping, andai kita bisa selalu begini," batin Ocy.

__ADS_1


"Kenapa ni anak bisa buat gue nyaman gini ya," batin Aping.


Keduanya saling memikirkan satu sama lain tanpa mereka sadari.


__ADS_2