
Kiran berjalan tergesa - gesa menuju toilet sekolah. Dia harus menemui Ocy di sana. Pasalnya hanya di toilet Ocy bisa bertemu Kiran. Takut Aping mengikutinya.
"Ngapain sih lo ngajak ketemu di sini Ki?" tanya Ocy
"Tolongin gue Cy cuma elo yang bisa bantuin gue deket lagi sama Aping," pinta Kiran.
"Tapi gue gak tahu harus gimana?" Ocy belum pernah berurusan dengan kisah cinta orang lain. Apalagi kisah si manusia aneh itu. Bisa di matiin kalo ikut campur. Pikir Ocy.
"Lo kan udah janji Cy please kali ini aja deh," rayu Kiran.
Kiran sebenarnya hanya beracthing agar Ocy mau membantunya berkencan dengan Aping.
Kiran adalah cewek penuh dengan kelicikan.
Dia tahu bahwa Ocy gadis polos yang mudah di rayu. Jadi lah Kiran memanfaatkan kepolosannya itu untuk membantu mendekati Aping kembali. Ocy yang tak mengetahui kelicikan Kiran hanya menuruti permintaannya.
"Trus gue harus ngapain?" tanya Ocy
Kiran berbisik di telinga Ocy.
"Lo yakin dia mau dateng?" tanya Ocy ragu.
"Dia pasti dateng asal lo ada di sana," ucap Kiran penuh keyakinan.
"Oke deh tapi gue bantuin sebatas ketemu aja ya lanjutnya urusan lo sukses apa nggak nya itu tergantung usaha lo."
Kiran mengangguk tanda kesepakatan di setujui. Kemudian mereka keluar menuju ke kelas.
Saat jam istirahat di mulai. Ocy menghampiri Aping.
__ADS_1
"Ping." Panggil Ocy.
Aping menoleh.
"Hemm," masih sama tanpa expresi.
"Ntar malem gue ada acara lo bisa kan jagain gue?" pinta Ocy.
"Penting banget apa acaranya?" Aping balik bertanya.
"Penting lah kalo gak penting ngapain minta di jagain," Ocy menjawab ketus.
"Iya - iya dasar cewek cerewet," Aping berucap santai sambil berjalan ke kantin.
Ocy yang mendengar itu wajahnya menjadi merah padam menahan marah. Sambil mengekori Aping menuju kantin.
"Emang," ucap Aping ringan tanpa menoleh ke Ocy.
"Lo!" Ocy berbicara pelan sambil mengarahkan kepalan tangannya hendak menonjok Aping.
Tiba - tiba Aping menengok ke belakang.
"Ngapain lo?" dengan expresi datar.
"Enggak kok gue cuma mau nangkap lebah lewat dibelakang kepala lo tadi," Ocy berkilah mencoba menyelamatkan diri. Aping kembali melihat ke depan sambil menyunggingkan senyum di sudut bibirnya. Entah kenapa Aping merasa senang di dekat Ocy. Meskipun ni cewek sedikit bar - bar dan tingkahnya berbeda dari cewek kebanyakan di luar sana. Tapi bagi Aping itu sebuah ciri khas.
Mereka kemudian menuju kantin.
****
__ADS_1
Usai pelajaran selesai mereka pulang kerumah. Begitu juga Aping yang telah mengantar Ocy pulang kerumahnya.
"Lo nanti pergi jam berapa?" tanya Aping
"Jam 7 malem deh Ping lo kesini ya."
"Siap gue balik ya," sambil menstater motornya.
"Oke." Ocy melambaikan tangannya dan mulai masuk ke dalam rumah. Dan menelepon Kiran.
"Halo Kiran."
"Iya Cy gimana?"
"Siap ntar malem lo datang jam 7 malem di cafe xxxx gue juga bakal dateng di sana."
"Oke makasih ya Cy."
"Iya."
Telepon pun di tutup. .Ada sejuta rasa yang membuat Ocy sesak. Entah rasa apa itu.
Salah atau benar dia membantu Kiran. Seseorang di masa lalu Aping.
Jika Aping sampai tahu dia jadi mak comblang buat mereka pasti Ocy bakal di telan mentah - mentah sama Aping.
Ocy bergidik memikirkannya.
"Bisa mati muda gue," pikir Ocy.
__ADS_1