
Di luar rumah Aping duduk di sebuah kursi panjang. Malam ini bintang bertaburan menghiasi langit. Aping menatap penuh ketenangan.Banyak hal yang ada di pikirannya. Cita - cita yang ingin dia kejar. Mendapat beasiswa dan kuliah di London menjadi mimpinya.Bayangan wajah bapaknya muncul di langit malam itu. Teringat jelas pesan terakhir yang di ucapkan bapaknya sebelum pergi meninggalkan Aping selamanya.
Bahwa raihlah cita - citamu, genggam lah dunia ini seperti kau menggenggam kekasihmu.
Aping belum sepenuhnya paham akan maksud bapaknya. Namun yang pasti Aping akan meraih mimpinya.
"Ping," panggil ibunya.
"Iya bu," Aping menoleh ada sinar kegelisahan di mata ibunya.
"Apa kamu rindu bapakmu?" sambil menatap langit malam itu.
"Iya bu Aping rindu bapak."
"Jadi lah apa yang bapak inginkan Ping, ibu hanya bisa memberikan do'a dan restu untukmu," sambil memeluk Aping.
Pelukan itu terasa sangat hangat. Tak biasanya ibu seperti ini. Mungkin ibu juga rindu bapak. Pikir Aping.
"Aping kamu harus menjadi anak yang kuat ya?"
"Ibu ngomong apa sih?" tanya Aping tak paham maksud pembicaraan ibunya.
"Gak kok Ping udah makan belum kamu?"
"Udah kok bu," kembali memandang langit.
__ADS_1
"Apa kamu udah berhenti kerja di toko Ping?Sudah beberapa minggu ini ibu lihat kamu tak pergi lagi ke toko?"
"Aping udah berhenti bu dan Aping udah mendapat pekerjaan yang lebih besar gajinya."
Ibunya mengernyit namun tak bertanya kembali karena dia percaya bahwa Aping bertanggung jawab atas apa yang di lakukan nya. Rasa bangga menyelimuti hatinya melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.Tanpa menggantungkan pada orang tuanya.
"Sini Ping ibu ingin memelukmu."
Aping heran tak seperti biasa ibunya seperti ini. Tapi tak urung Aping menurutinya. Mereka saling berpelukan erat . Aping merasakan kasih sayang luar biasa dari ibunya.Aping berjanji pada bapaknya untuk menjaga ibunya.
*****
Esok hari nya Aping sedikit bermalas - malasan untuk berangkat ke sekolah. Entah kenapa rasanya ingin di rumah saja.
"Iya bu," dengan langkah gontai Aping menghampiri ibunya setelah menyelesaikan ritual paginya. Aping yang sudah mengenakan seragam sekolah mengikuti ibunya untuk sarapan di meja makan.
"Makan nih Ping nasi goreng spesial buat Aping tersayangnya ibu," sambil menyodorkan sepiring nasi goreng kepada Aping.
Aping menerimanya dan memakan nasi goreng buatan ibunya itu. Rasanya jangan di tanya. Luar biasa. Aping tak henti - hentinya menyuapkan nasi ke mulutnya hingga tak tersisa di piring nya.
Melihat itu ibunya tersenyum senang.
"Makannya pelan - pelan Ping kayak nasi goreng buatan ibu terakhir aja nih masih banyak," menunjuk ke arah penggorengan.
Aping hanya tertawa.
__ADS_1
"Kamu bawa bekal ya Ping nasi gorengnya?"
"Boleh deh bu."
Akhirnya dua bungkus nasi telah di berikan ke Aping.
"Kok dua bu?" tanya Aping heran.
"Yang satu buat temen kamu juga gak papa Ping,lagian ibu gak mungkin menghabiskan semuanya sendiri."
"Iya deh bu kalo gitu Aping pamit berangkat ya bu?" Aping mencium punggung tangan ibunya.
"Iya Ping hati - hati ya?"
Aping mengangguk dan mulai berjalan ke arah pintu keluar. Namun langkahnya terhenti saat ibunya memanggil.
"Ping." Aping menoleh.
"Kenapa bu?"
Aping terkejut pasalnya dengan tiba - tiba ibunya memeluknya.
"Jangan ngebut," ucap ibunya.
Aping mengangguk dan mulai melajukan motornya pelan.
__ADS_1