Aping

Aping
S 2 : Baby Boy


__ADS_3

Satu jam hingga dua jam berlalu namun operasinya belum juga selesai, Aping tak bisa lagi menahan kegelisahannya, dia tampak tak tenang sesekali dia menengok ke arah ruangan tempat Ocy di operasi.


"Ya Tuhan selamatkanlah anak dan istriku, aku sangat menyayangi mereka," doa Aping dalam hati.


Geo tampak mendekati Aping dan menepuk pundaknya, memberi dukungan pada diri Aping agar tetap tenang menghadapi semua ini.


"Lo harus tenang dan terus berdoa, kami selalu ada di sini mendukungmu," ucap Geo, Aping menatap sahabatnya itu dengan penuh rasa bersyukur, di saat-saat sulit seperti ini mereka tak meninggalkannya.


"Makasih buat kalian semua," ucap Aping, kemudian suasana menjadi hening kembali, terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi, Aping sedikit menghela napas lega.


Satu jam berlalu dokter Asni keluar dari ruangan operasi dan berjalan ke arah Aping dan papanya.


"Gimana dok?" tanya Aping tak sabar ingin mendengar bagaimana keadaan istri dan anaknya.


"Syukurlah keduanya selamat tuan Aping, dan bayi anda laki-laki," ucap dokter Asni, Aping langsung memeluk pak Jaya meluapkan kegembiraannya. Begitu pula sahabat-sahabat Aping ikut merasakan kebahagiaan yang di perolehnya.


Satu jam kemudian Ocy sudah di pindahkan ke ruang perawatan khusus dengan fasilitas lengkap, nampak bayi mereka berada di keranjang samping Ocy, bayi yang gemuk dengan berat 3,6 kg panjang 52cm itu di balut dengan kain bedong.

__ADS_1


Aping mencoba menggendong bayinya, para sahabatnya saling memandang ke arah bayi mungil itu.


"Ya Ampun Ping jiplak banget wajah lo," ucap Cen saat melihat wajah bayi milik Aping.


"Iya ya, mirip papanya banget," ucap Lisa mendukung ucapan Cen.


"Ya iyalah mirip gue masak mirip lo yang jelek itu Cen," ucap Aping sambil terkekeh.


"Eh gini-gini juga ada yang naksir gue kok," Cen tak mau mengalah begitu saja.


"Mana coba cewek yang suka sama lo, pasti dia udah frustasi banget gak bisa dapatin cowok ganteng," ucap Aping sambil tertawa lepas.


"Udah-udah mending lo kasih itu bayi nama Ping," ucap Geo pada sahabatnya.


"Em iya ya, namanya siapa ya?" ucap Aping sambil berlagak memikirkan sesuatu.


"Razaka Fabrian Sandiko," ucap Aping memberi nama baby boynya.

__ADS_1


"Gimana sayang kamu setuju gak nama itu?" tanya Aping pada Ocy.


"Bagus kok sayang, apapun yang kamu kasih aku yakin pilihan terbaik," balas Ocy sambil tersenyum, meski tubuhnya begitu sakit dia bisa bertahan karena rasa bahagia yang telah dia rasakan mengalahkan semua rasa sakit itu, Aping membalas Ocy dengan senyuman.


Lisa dan trio dodol akhirnya pamit untuk pulang karena besok mereka harus kembali bekerja, Aping dan pak Jaya masih berada di ruang perawatan Ocy, menemani wanita itu berjuang merasakan dingin pada tubuhnya.


"Aping dingin," ucap Ocy menggigil menahan dingin, hal biasa yang di rasakan oleh ibu melahirkan secara operasi seperti ini, Aping kemudian membalut tubuh Ocy dengan selimut tebal, bukan hanya satu tapi tiga selimut tebal.


"Gimana udah hangat belum?" tanya Aping panik melihat istrinya yang sangat kedinginan.


"Lumayan, laper sayang," ucap Ocy pelan.


"Tapi dokter bilang belum boleh makan sayang," balas Aping kasihan melihat istrinya harus menahan lapar usai operasi.


"Begitu mulianya seorang wanita menjadi ibu, demi sebuah kehidupan baru dia rela mengalami luka yang sebegitu sakitnya, jika itu adalah aku pasti sudah tak bisa bertahan," batin Aping, tak terasa ujung kedua matanya berembun namun dengan segera dia memalingkan wajah agar Ocy tak melihatnya selemah ini.


Aping pria kuat, tapi tidak jika berurusan dengan wanita, apalagi wanita yang dia cintai telah menjadi ibu dari anak-anaknya.

__ADS_1


"Terima kasih Tuhan atas nikmat yang engkau berikan kepada kami," rasa syukur Aping sambil menatap Ocy dan Zaka di depannya.


__ADS_2