
Aping dan temannya duduk di ruang tengah,mereka telah bersiap untuk memulai les privat Matematika. Keempat temannya siap menerima penjelasan dari soal-soal yang menurut mereka sangat sulit itu.Ocy lebih paham di bandingkan ketiga sahabat Aping.
Cen,Zai dan Geo benar-benar nihil jika berurusan dengan pelajaran yang seperti momok itu. Sesekali Aping menjelaskan bagaimana penyelesaian soal-soal yang mereka hadapi. Dengan mudah dia menjelaskannya. Trio dodol mengangguk mengerti sambil menyelesaikan soal-soal yang Aping berikan. Dan tanpa ragu mulai menanyakan kepada Aping jika mendapatkan kesulitan. Materi yang di berikan Aping di terima dengan mudah oleh ketiga sahabatnya itu. Berbeda sekali saat mereka berada di kelas. Mungkin karena Aping dengan cara sederhana menjelaskan namun dengan mudah bisa di tangkap oleh trio dodol.
Ocy menatap kagum dengan Aping,IQ nya benar-benar luar biasa.Tak heran banyak gadis memperebutkannya.
Hingga pukul tiga sore mereka baru selesai belajar. Trio dodol merasa perutnya sangat lapar.
"Duh lapar banget nih gue?" ucap Cen tanpa malu-malu lagi.
"Oh iya sampai lupa gue gak kasih makan kalian," Ocy dengan cepat melihat ke dapur apakah bibinya sudah siap dengan masakannya.
"Bi udah siap belum?" tanya Ocy.
"Udah siap non," jawab bibi.
Ocy kembali ke ruang tengah. Mengajak teman-temannya untuk makan ke dapur.
"Yuk langsung ke meja makan aja!" ajak Ocy.
__ADS_1
"Asiikk!" Cen berseru senang.
Aping ,Geo dan Zai geleng-geleng kepala melihat kelakuan makhluk primitif itu. Mereka kemudian berjalan menuju meja makan dan segera menyantap makanan yang telah bibi hidangkan.
Pukul lima sore hari mereka pamit untuk pulang. Aping dan Ocy merasa lega, tiga pengganggu akhirnya kembali ke habitat masing-masing.Aping berjalan ke kamar diikuti Ocy di belakangnya. Mereka masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan membersihkan diri.
Usai mandi Aping duduk di ranjang,menatap ponsel miliknya yang tiba-tiba bergetar. Satu nomor baru memanggil. Aping hanya mengeryit siapa yang menelponnya dengan nomor baru.Hingga tiga kali panggilan masuk Aping baru menerimanya.
"Halo?"
"Siapa ini?" tanya Aping. Suara di seberang benar-benar tidak dia kenal.
"Gue gak takut sama ancaman lo!"
Aping memang tak perduli siapapun yang mengganggu kenyamanannya dan Ocy,harus menerima balasannya.
"Tunggu tanggal mainnya!"sambungan telepon terputus. Aping mengumpat dalam hati. Mencoba menelepon balik nomor yang tadi menghubunginya,namun sudah tidak aktif lagi.
"Sial!" Aping membanting hapenya ke atas ranjang dan mengusap kasar wajahnya. Sampai saat ini dia belum mendapatkan informasi apapun tentang pelaku yang melukai tante Elin.
__ADS_1
Orang yang dulu pernah melakukan teror terhadap keluarga Ocy terbunuh di dalam penjara sehari setelah dia di tangkap kepolisian. Entah siapa juga yang melakukannya,Aping mengira semua ini ada hubungannya dengan otak pelaku teror yang sama.
"Ping," panggil Ocy sambil mengetuk pintu kamarnya. Aping beranjak dari ranjangnya dan mendekat ke arah pintu.
"Kenapa Cy?" tanya Aping saat melihat Ocy di depan kamarnya.
"Gue pengen keluar malam ini bertemu seseorang,lo mau jagain kan?" tanya Ocy.
Aping menatap lekat Ocy, ada rasa curiga padanya. Namun Aping mengikuti arus saja.
"Mau kemana?" tanya Aping.
"Gue mau ke toko buku aja sih," ucap Ocy.
"Sama siapa?" Aping mulai menginterogasinya.
"Sama temen nanti lo juga tahu kok."
Ocy berbalik kearah tangga hendak ke ruang tengah untuk mengambil sesuatu yang tadi tertinggal di sana.
__ADS_1