
Ocy bergegas melangkah ke ruang yang telah di beritahu oleh perawat sebelumnya, matanya berlinang air mata, dia takut akan terjadi sesuatu dengan keluarga satu-satunya yang dia miliki.
Pelan-pelan Ocy membuka pintu ruang rawat papanya, terlihat di sebuah ranjang VVIP itu pak Jaya terbaring lemas di atasnya.
"Pa," panggil Ocy mendekati pak Jaya.
"Maaf nona siapanya pak Jaya ya?" tanya perawat yang kebetulan sedang mengecek keadaan pak Jaya.
"Saya Ocy, dia papa saya sus," ucap Ocy.
"Oh kamu putrinya, tolong di jaga ya papanya, jangan biarkan terlalu banyak pikiran dahulu, tadi beliau sedikit terkena serangan jantung dan tensinya agak tinggi," jelas perawat di depan Ocy.
"Baik sus," ucap Ocy, kemudian perawat itu keluar dari ruang pak Jaya.
__ADS_1
"Pa, apa yang papa sedang pikirkan?" tanya Ocy melihat papanya yang terlelap tidur.
Lisa yang sedari tadi mengikuti Ocy menatap kasihan kepada sahabatnya itu, dia mendekatinya.
"Lo harus sabar Cy , semua ini ujian buat lo, semakin lo bisa lalui semakin lo kuat," ucap Lisa sambil memegang pundak Ocy memberikan semangat.
"Gue takut Lis, tinggal papa yang gue punya," Ocy mengusap air mata di pipinya.
"Tenanglah lebih baik lo berdoa buat kebaikan papa lo," ucap Lisa menenangkan Ocy.
"Pa," Ocy memeluk tubuh papanya yang terbaring lemah itu.
"Papa baik-baik saja sayang, jangan menangis lagi dong," ucap pak Jaya sambil mengusap kepala putrinya.
__ADS_1
"Ada sesuatu yang harus kamu tahu nak, papa kehilangan semua yang papa raih selama ini," ucap pak Jaya.
"Maksud papa?" Ocy melepas pelukan tubuh papanya dan duduk di samping ranjang itu.
"Papa bangkrut sayang, seseorang mengincar saham papa, dia mengambil alih semua yang papa dapatkan dengan jerih payah papa secara curang, dia membuat papa menandatangani surat penyerahan semua saham perusahaan saat papa di buat setengah mabuk, papa sangat menyesal sayang," jelas pak Jaya sambil memegang jantungnya yang mulai terasa nyeri kembali setelah mengingat hal yang menghancurkannya.
"Pa udah papa jangan mikirin itu lagi, harta bisa di cari pa, tapi nyawa papa Ocy tidak mau kehilangan papa, Ocy tidak mau sendirian pa," Ocy menangis di samping papanya.
"Papa harus sembuh," Ocy menatap kedua manik mata papanya, mereka benar-benar tak menyangka akan mengalami ini semua.
"Papa akan sembuh buat kamu Ocy," ucap pak Jaya sambil tersenyum menatap putri tercintanya.
"Mungkin kalian bisa mengambil harta bendaku, namun tidak akan aku biarkan kalian mengambil harta terindahku, putri kecilku yang sudah tumbuh dewasa," batin pak Jaya.
__ADS_1
Ya musuh-musuh besar pak Jaya telah lama mengincarnya, saat pak Jaya lengah karena frustasi di tinggal istri tercinta para penghianat memperalatnya dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tanda tangan pengalihan saham untuk pindah ke mereka.
Setelah mengetahui itu pak Jaya sangat terkejut dan akhirnya terkena serangan jantung. Untung saja dia masih sempat menyimpan beberapa uang dan harta atas nama Ocy, meskipun tidak begitu banyak setidaknya bisa untuk modal Ocy di kemudian hari, sejak keluarganya merasa terancam, pak Jaya sudah mengalihkan beberapa rumah dan villanya ke atas nama Ocy, sehingga tidak mungkin perusahaan akan menariknya. Karena hanya nama pak Jaya yang dipakai dalam saham perusahaan.