
Pagi - pagi sekali Aping sudah berada di rumah Ocy.
Ting tong.
Bel rumah berbunyi. Seseorang keluar dari pintu rumah itu.
"Eh Aping," sapa tante Elin pada Aping.
"Pagi tante Ocy nya mana ya tan?"
"Ocy nya semalem gak pulang tuh Ping katanya nginep di rumah Lisa," ucap tante Elin sambil mempersilahkan Aping masuk ke dalam rumah.
"Emang Ocy gak ke sekolah tan?" tanya Aping.
"Semalem dia gak bawa tas sama keperluan sekolahnya sih Ping, tante juga belum sempat nelpon dia."
"Ya udah tan sini biar Aping aja yang nyusul ke rumah Lisa, perlengkapannya biar Aping bawa."
"Eemm gitu ya bentar tante ambil dulu," tante Elin berjalan ke arah kamar Ocy.
"Ini Ping," sambil memberikan paper bag berisi seragam dan sepatu Ocy beserta tas sekolahnya.
"Iya tan Aping berangkat dulu ya."
__ADS_1
"Iya hati-hati Ping maaf jadi ngerepotin kamu," tante Elin tersenyum sambil mengantar Aping ke depan pintu.
"Gak papa kok tan." Aping mulai menstater motornya dan pergi melaju meninggalkan rumah Ocy.
Di rumah Lisa. Ocy tampak masih malas beranjak. Sedari tadi Lisa sudah membangunkannya dan menyuruhnya mandi. Ocy merasa hari ini sangat malas untuk ke sekolah.
"Ocy bangun dong lo mau kita telat ke sekolahnya?" Lisa menarik tangan Ocy agar segera beranjak mandi.
"Gue bolos aja deh malas nih mau ke sekolah." Ocy beralasan untuk membolos.
"Gak boleh lo tau kan bentar lagi kita semesteran, lo mau tinggal kelas?" Lisa membantah kemauan Ocy.
"Iya-iya bawel lo Lis," akhirnya Ocy beranjak ke kamar mandi.
Ting tong,bel rumah Lisa berbunyi. Lisa segera menuju pintu utama.
"Aping," sapa Lisa.
"Hai Lis mana Ocy?"
"Kok lo tahu Ocy di sini?" Lisa tak menjawab malah balik bertanya.
"Tahu dari nyokap nya mana dia?" Aping melengos masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Dasar Aping sama aja kayak Ocy, cocok banget lah kalian," batin Lisa.
"Dia lagi mandi lo tunggu aja di sini."
"Oke nih kasih ke dia." Aping memberikan paper bag dan tasnya ke Lisa.
"Siap!" Lisa berlalu menuju kamar meninggalkan Aping yang sedang duduk di ruang tamu.
Beberapa menit kemudian mereka sudah siap.
"Ngapain lo kesini?" ketus Ocy saat melihat Aping. Hatinya benar-benar masih kesal.
"Jemput lo," ucap Aping datar menatap heran dengan sikap Ocy.
"Gak gue bareng Lisa aja," ucap Ocy.
Tanpa basa-basi Aping menarik pergelangan tangan Ocy, membawanya ke motor Aping dan memakaikannya helm. Ocy hanya menerima perlakuan Aping, menolak pun rasanya sulit jika Aping sudah menatapnya penuh keharusan. Apapun ucapannya harus di turuti.
"Lis gue duluan!" pamit Aping. Lisa hanya mengangguk menatap punggung kedua sahabat anehnya itu berlalu.
"Kalau saling suka tapi gengsi ya gitu," batin Lisa sambil tertawa.
Dalam perjalanan Ocy tak sedikitpun berbicara. Membuat Aping menghela napas berat. Aping tak tahu apa kesalahannya hingga Ocy mendiamkannya.
__ADS_1
Aping meraih tangan kiri Ocy dan melingkarkan nya ke perutnya. Aping memegang tangan itu dengan tangan kirinya. Motor melaju dengan kecepatan sedang. Ocy terkejut ketika tangannya di pegang Aping seperti itu. Rasanya jantungnya tak karuan. Bibirnya tertarik membentuk senyuman tipis. Begitu pun Aping merasa tenang saat tak ada perlawanan dari empunya tangan.
"Entah apa ini benar atau salah yang jelas gue nyaman dekat sama lo," batin Aping.