Aping

Aping
Janji


__ADS_3

Malam yang sunyi di temani dingin yang menusuk tulang.Ocy menatap gelapnya langit malam itu dengan bintang sebagai penghiasnya.Dia duduk termenung di sebuah kursi panjang yang berada di taman belakang rumahnya. Matanya sayu tatapannya kosong.Pikirannya melayang jauh memikirkan mamanya. Satu kata yang saat ini Ocy rasakan adalah RINDU.Ocy merindukan kehadiran mamanya. Kasih sayang yang dia berikan untuk Ocy. Tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipinya yang putih itu.


Aping menatap Ocy dari balik pintu belakang rumah. Dia berjalan menghampiri Ocy,mendudukkan dirinya di samping gadis cantik itu. Wajahnya mendongak mengikuti Ocy yang memandang langit.


"Lo tahu sebuah cerita dimana ada seekor anak ayam yang kehilangan induknya?" Aping berhenti berbicara dan menatap wajah Ocy yang juga menatap wajahnya.


"Tapi anak ayam itu harus tetap mencari makan untuk bertahan hidup meski tanpa induknya. Mereka melewati semua kesulitan itu bersama anak ayam lainnya."


Ocy mencerna ucapan Aping.


"Lo gak mau kan anak ayam itu menertawakan lo yang terlihat lebih lemah dari mereka?" ucap Aping. Ocy mengerti apa maksud Aping.


"Gue gak nyangka semua ini terjadi sama gue Ping," Ocy kembali menatap langit.


"Gue janji akan selalu di samping lo sampai suatu saat lo nemuin kebahagiaan lo."


Ocy menatap mata Aping tentang ucapannya.

__ADS_1


"Lo serius Ping?" tanya Ocy.


"Gue sangat serius bakal jaga lo sampai lo temuin pendamping lo."


Ada rasa bahagia menyeruak di relung hati Ocy dengan janji Aping padanya. Entah sampai kapan mereka akan bersama dan entah siapa orang yang akan mendampinginya kelak.


"Gue berharap lo yang bakal jadi pendamping gue Ping," batin Ocy.


"Lo janji?" Ocy mengacungkan kelingkingnya.


Aping menautkan kelingking miliknya meraih kelingking Ocy. Mereka telah mengikrar janji.


"Ayo tidur besok kita harus ke sekolah," Aping beranjak di ikuti Ocy di belakangnya. Karena hari sudah larut malam mereka harus tidur.


"Ping."


Aping menoleh ke arah Ocy yang berada di depan pintu kamarnya.

__ADS_1


"Kenapa Cy?" tanya Aping.


"Selamat malam," Ocy tersenyum mengucapkannya. Aping membalas dengan tersenyum juga.


"Iya tidurlah," Aping mengelus rambut Ocy. Memberinya kasih sayang seperti adiknya sendiri. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Aping memang di minta pak Jaya untuk tinggal bersamanya. Karena takut terjadi sesuatu dengan putri semata wayangnya. Dia meminta Aping menjaga Ocy 24 jam. Baginya Ocy adalah harta paling berharga untuk pak Jaya yang dia miliki. Kesibukannya mengurus perusahaan membuatnya tak punya waktu menjaga Ocy. Aping dengan senang hati menerima tawaran pak Jaya. Sejak pertama menerima pekerjaan sebagai bodyguard Ocy Aping merasa bahwa mereka seperti terikat harus saling bersama. Entah itu hanya ego Aping atau memang sudah garis hidupnya. Yang jelas saat ini Aping ingin menjaga Ocy dan juga meraih mimpinya untuk mendapat beasiswa ke luar negeri.


*****


"Ping bangun dong," Ocy mengetuk pintu kamar Aping. Dengan langkah gontai Aping membuka pintu kamarnya. Menatap Ocy yang sudah rapi dengan baju seragam sekolahnya.


Melihat Aping yang masih telanjang dada dan rambut yang berantakan Ocy berdecak heran.


"Ck lo baru bangun Ping?" tanya Ocy sambil berkacak pinggang.


"Apa sih ganggu orang lagi mimpi indah aja."


Aping berbalik menuju ranjang hendak melanjutkan tidurnya yang terganggu. Dengan cepat Ocy menarik lengan Aping ke arah kamar mandi.Menghidupkan shower dan membiarkan Aping basah.

__ADS_1


"Beerr gila lo Cy dingin nih!" Aping menggigil tubuhnya belum siap menerima air dari shower itu. Ocy hanya tertawa terbahak-bahak melihat Aping menggigil.


"Kasihan deh lo siapa suruh mau tidur lagi, udah siang cepetan siap-siap!" Ocy menutup pintu kamar mandi dan pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


__ADS_2