
Aping berjalan menjauh saat Kiran memanggilnya.Trio dodol menyaksikan itu penuh tanda tanya. Begitu pula Ocy.
"Siapa sebenarnya cewek itu?" Pikir Ocy.
"Aping," panggil Kiran tak mau menyerah. Tak perduli banyak mata memandangnya. Aping akhirnya berhenti dan berbalik menatap ke arah Kiran. Perasaan yang dulu tak lagi sama seperti yang Aping rasakan saat ini. Hatinya telah beku.
"Gue mohon kasih kesempatan buat gue memperbaiki semuanya Ping?" pinta Kiran dengan wajah memelas nya.
"Aku tak peduli itu," Aping berkata datar.
Dan berjalan meninggalkan Kiran.
Ocy mendekati Kiran meraih tangan cewek itu dan mencoba menenangkannya.
"Lo gak apa - apa?" tanya Ocy.
"Gue gak papa kok," sambil mengelap bulir airmata nya.
"Emang dia kayak gitu kok ke semua cewek yang ngejar dia."
"Tapi pengecualian denganmu Ocy." Kiran tersenyum kearah Ocy. Kiran tahu hanya Ocy cewek yang dekat dengan Aping saat ini.
"Gue gak seperti yang lo pikir kok," sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Lo tau dia dulu sangat menyayangi gue, hingga kebodohan gue dia akhirnya membenci gue sampai sekarang." Kiran tertunduk ada penyesalan yang Kiran rasakan. Ocy merasakan hal aneh saat mendengar pengakuan Kiran.
__ADS_1
"Lo mau kan bantu gue?" dengan nada memelas Kiran mencoba memperdaya cewek di depannya ini agar bisa dekat dengan Aping lagi. Ocy berfikir sejenak dan menganggukkan kepalanya. Entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Yang jelas dia akan membantu Kiran. Lagi - lagi tanpa sadar Ocy membawa dirinya dalam masalah.
Aping menghela napas kasar saat di kelas. Wajahnya penuh dengan amarah.
"Lo kenapa sih Ping kayak udang rebus gitu?" ejek Geo.
"Lagi bucin deh kayaknya si Aping," timpal Cen.
"Seneng banget gitu roman nya," tambah Zai.
Padahal muka Aping udah terlihat marah. Bukan senang. Mereka tertawa lepas mengejek Aping.
"Lo semua bisa diem gak bentar lagi meja ini masuk ke mulut lo lo pada mau!" gertak Aping.Lagi bad mod malah di godain lagi sama trio dodol. Aping menggerutu dalam hati.
"Ampuun Suhu!" ucap ketiganya serentak seperti paduan suara sambil menangkupkan telapak tangannya seperti memohon. Mereka segera membubarkan diri melesat jauh dari Aping sebelum mejanya benar - benar nyangkut di mulut mereka.
"Kayak nya serius banget masalahnya deh?" Zai berbisik ke dua temannya.
"Sepertinya." Cen setuju dengan pemikiran Zai.
"Pasti Kiran ada apa - apanya di mas lalu sama Aping secara si macan sampai uring - uringan gini," Geo mulai ikut bicara. Diskusi itu berlanjut hingga pak Han datang.Buyar semua materi diskusi tentang Aping dan Kiran. Berganti dengan si momok matematika.
"Tidaaaakkkk.! Jeritan hati mereka bertiga.
"Selamat pagi anak - anak," sapa pak Han.
__ADS_1
"Pagi pak," ucap mereka serentak.
"Kumpulkan tugas yang bapak berikan kemarin."
Ketiganya serentak kaku di tempat.
"Mati gue lupa gak ngerjain," Cen gugup.
"Bisa gila gue buku gue ketinggalan," Zai sama paniknya sambil membongkar isi tasnya. Yang keluar cuma satu buku dan beberapa perlengkapan unfaedah nya.
"Lo niat sekolah gak sih Zai," rutuk Cen dalam hati melihat kekonyolan temannya itu.
"Geo mana buku tugasmu?" tanya pak Han menghampiri bangku Geo yang berada di depan Zai dan Cen.
"Hehehe maaf ya pak buku tugas saya kemarin nyemplung got dan saya lupa menggantinya," ucap Geo tanpa dosa.
Serentak sekelas tertawa riuh mendengar pengakuan Geo. Pak Han menghela napas.
"Keluar dari kelas saya," ucapnya tegas.
Geo akhirnya keluar kelas.
"Siapa lagi yang gak ngerjain tugasnya hari ini silahkan keluar dan tunggu saya di lapangan."
Serentak tiga sekawan mengikuti Geo untuk keluar kelas.Cen dan Zai menatap heran pasalnya Aping pun ikut keluar dengan mereka.Baru kali ini Aping melupakan tugas pelajaran pak Han. Cen dan Zai saling bertatap.
__ADS_1
"Kenapa dia?" pertanyaan itu seolah tersirat dalam tatapan mereka.