
Sekertaris Obi tiba di restauran tepat saat Aping dan Ocy keluar dari tempat itu, Aping menatap tajam ke arah Obi yang tengah membuka pintu mobil mereka.
"Ada hal mendadak apa yang terjadi Obi?" tanya Aping seolah menyidang sekertaris itu.
"Maaf tuan tadi ada seorang wanita yang sedang di ganggu oleh preman dan saya membantunya," jelas sekertaris Obi tanpa menutupi apapun dari Aping.
Aping dan Ocy yang mendengar itu sedikit terkejut pasalnya selama ini sekertaris Obi tidak pernah tertarik dengan perempuan sedikitpun, apalagi membantunya seperti yang barusan mereka dengar dari mulut sekertaris Obi, selain terkenal dingin dan angkuh sekertaris Obi juga terkenal dengan kekejamannya saat siapa saja yang membuatnya tidak suka atau bahkan mengganggu Aping dan juga Ocy.
"Wanita? siapa itu?" tanya Aping memancing sekertarisnya untuk bercerita.
Sekertaris Obi menelan ludahnya dengan sedikit kesulitan, pertanyaan yang dia dengar dari Aping tersirat bahwa dia tidak akan lolos dengan mudah dari pertanyaan berikutnya, alih-alih membuat tuannya itu berhenti bertanya namun malah semakin gencar menanyakan sesuatu yang lebih dari apa yang dia alami tadi bersama wanita itu, entah apa yang mereka berdua pikirkan tentang dirinya yang masih sendiri saat usia sudah matang seperti saat ini.
"Dia hanya wanita kampung yang kebetulan ke kota tuan," jawabnya singkat berharap tuannya berhenti bertanya.
Aping sedikit tidak puas dengan jawaban sekertaris Obi itu, namun tak urung dia pun berhenti bertanya saat merasakan kepala Ocy tiba-tiba bersandar pada bahunya, terlihat dia tengah menutup kedua matanya karena mengantuk.
Aping merasa akhir-akhir ini Ocy sering sekali cepat tertidur bahkan di kantor pun dia pernah mendapati Ocy tertidur di ruangannya di jam kerja kantor, meski pun dia adalah direktur di perusahaan Ocy sendiri, setahu Aping Ocy tak pernah melakukan hal seperti itu.
"Mungkin dia sangat lelah akhir-akhir ini," batin Aping menjawab isi dari pikirannya.
Dia menatap ke arah wajah istrinya yang masih cantik meski saat terlelap seperti itu, sungguh beruntung Aping mendapatkannya,satu jam kemudian mereka telah sampai di kediaman Aping dan Ocy, Aping membopong tubuh dari mobil menuju kerumahnya dibantu sekertaris Obi yang membuka pintu mobil.
"Sebaiknya kamu tidur di sini saja, hari sudah malam," ucap Aping kepada Obi.
"Maaf tuan tapi saya harus mengurus sesuatu di apartemen saya," ucapnya, Aping hanya memberi isyarat lewat jarinya bahwa dia memperbolehkan sekertaris Obi untuk pergi.
Meskipun dia adalah orang yang selalu ada di dekat Aping, tapi Aping selalu memberi kebebasan kepada sekertaris Obi untuk menata hidupnya sendiri, dia ingin sekertaris Obi menemukan seorang pendamping yang bisa mengurusnya saat-saat seperti sekarang.Sekertaris Obi adalah yatim piatu yang tak lagi memiliki apapun dari keluarganya,dia di buang oleh pamannya sendiri, sejak bekerja pada Aping dia bisa kembali menemukan kehidupannya yang dahulu begitu suram sekarang menjadi lebih baik.
__ADS_1
Setelah tuannya tak terlihat lagi sekertaris Obi meninggalkan kediaman itu untuk kembali ke apartemennya sendiri, namun sebelum dia sampai di apartemennya entah kenapa pikirannya tertuju pada Alzi, dia ingin melihat Alzi terlebih dahulu di kontrakannya.
Di sisi lain Aping tengah berhati-hati meletakkan tubuh Ocy di ranjang mereka, kemudian dia membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur.
Keesokan paginya sekitar pukul empat dini hari Aping mendengar suara seseorang memuntahkan isi perutnya, segera Aping melihat ke arah tempat Ocy tidur tidak ada seorangpun, dengan mata yang masih sedikit mengantuk Aping melangkah ke arah toilet.
"Sayang apa kamu baik-baik saja?" tanya Aping khawatir dengan keadaan Ocy.
Beberapa menit kemudian Ocy keluar dari toilet dengan wajah yang memucat, Aping segera menghampirinya dan membantu memapahnya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Aping lagi.
"Aku gak papa, cuma gak tahu kenapa mual gini," ucap Ocy.
"Aku panggil dokter dulu ya kamu berbaring aja di sini," ucap Aping sambil meraih handphonenya yang berada di nakas.
Namun Ocy malah menarik lengan Aping agar membatalkan niatnya menelepon dokter pribadi.
"Kamu yakin? aku buatin minuman hangat dulu ya?" tawar Aping pada Ocy.
Ocy mengangguk dengan apa yang di ucapkan Aping barusan, Aping kemudian menuju ke dapur untuk membuat minuman hangat bagi Ocy.
Saat selesai membuat minuman hangat Aping kembali ke kamar Ocy, di lihatnya Ocy sedang meringkuk di atas ranjang, baru sebentar saja di tinggal dia sudah terlelap kembali, Aping mencium dahi Ocy dengan lembut agar tak membangunkannya.
"Kamu kenapa sih Ocyku sayang, aku jadi khawatir ninggalin kamu kerja," batin Aping.
Kemudian dia segera membersihkan dirinya karena sang fajar sudah terlihat di ufuk timur, menandakan pagi telah tiba, dia harus ke perusahaan karena hari ini ada rapat penting yang harus dia sendiri yang menanganinya.
__ADS_1
Pukul tujuh pagi Ocy masih terlelap di ranjang, Aping tak ingin membangunkannya, dia membiarkan istrinya beristirahat dahulu di rumah, jika di bangunkan kemungkinan dia pasti akan kembali ke perusahaannya nanti.
Sebenarnya Aping sudah meminta Ocy untuk tidak bekerja, namun karena Ocy sangat gigih dengan apa yang dia inginkan Aping harus mengalah, selama Ocy tidak lelah bekerja Aping masih bisa mengizinkannya kembali.
Tanpa Ocy tahu Aping telah berangkat bekerja sedangkan dia terbangun sekitar pukul sepuluh pagi, entah apa yang merasukinya hingga terbangun sesiang ini
"Astaga kenapa bangun kesiangan gini sih?" keluh Ocy sambil melihat jam di handphonenya.
Dia beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke toilet untuk membersihkan diri, setelah beberapa menit dia telah selesai.
Ocy kemudian menuju ke dapur untuk menyantap sarapannya, terlihat seorang pelayan tengah menyiapkan keperluan Ocy.
"Nyonya sudah bangun?" tanya pelayan itu.
"Iya bi, malam tadi tidur gak nyenyak jadi kesiangan deh bangunnya," ucap Ocy.
"Ya udah gak papa non, mungkin non Ocy kecapekan, oya ini sarapannya," ucap pelayan yang bernama bi Surti itu.
"Iya bi makasih ya?"
Ocy kemudian menyantap makanannya dan setelah sendokkan terakhir dia ingin kembali ke kamarnya, namun saat baru dua langkah kakinya berjalan Ocy jatuh tersungkur ke lantai.
Bi Surti pun teriak histeris melihat nonanya jatuh pingsan.
"Ya Alloh non kenapa begini?" tanya Bi Surti pada dirinya sendiri bingung harus berbuat apa.
Tanpa berpikir lama Bi Surti menelepon Aping.
__ADS_1
"Halo den," ucap Bi Surti memulai pembicaraan di telepon setelah tersambung.
"Non Ocy den, non Ocy pingsan," ucapnya kemudian setelah itu telepon tertutup, sepertinya Aping langsung menutupnya untuk segera kembali ke rumah melihat keadaan Ocy.