
Aping tampak memperhatikan hape nya. Senyum merekah saat membaca pesan dari seseorang. Ocy menatapnya heran.
"Ping," panggil Ocy.
"Hemm," Aping menengok ke arah Ocy sambil tersenyum.
"Lo sehat?" sambil menyentuh dahi Aping dengan punggung tangannya.
"Gak panas kok tumben lo senyum - senyum sendiri kesambet?"
Pletaaakk
"Aduuh sakit Ping," Ocy mengelus kepalanya yang kena jitak Aping.
"Gue lagi seneng lo gak usah rese ya," ucap Aping.
"Seneng kenapa sih?" tanya Ocy.
"Di larang kepo ntar lo cepat tua," Aping terkekeh melihat Ocy cemberut.
"Yealah gitu amat lo Ping, oya besok lo bisa ngawal gue gak ke taman?" tanya Ocy.
"Mau ngapain?" alis Aping sedikit terangkat melihat Ocy.
__ADS_1
"Besok kan minggu gue mau jogging sambil keliling kota."
"Em kayaknya gak bisa deh Cy minggu depan aja deh."
"Lo ada acara ya?" Aping mengangguk mengiyakan pertanyaan Ocy.
"Gue mau ketemu kak Nisa besok sorry ya besok libur dulu ngawal lo?" Aping tersenyum ke arah Ocy dan mengacak rambutnya. Ocy menghela napas dalam. Hatinya sedikit terusik dengan perkataan Aping.
"Kenapa harus sama kak Nisa sih Ping, lo gak lihat apa gue pengen deket sama lo." Batin Ocy meronta.
"Oh" Ocy menatap ke depan kelas, seorang guru telah datang untuk memulai pelajaran mereka.
****
Teman. Satu kata yang Ocy tak mengerti artinya jika berada dekat Aping, karena rasanya berbeda dari teman seperti di luaran sana.
"Kenapa sih gue kayak gini." Gumam Ocy sambil berjalan mondar - mandir di kamarnya. Menatap hape yang berada di genggamannya. Ingin mengatakan apa yang Ocy rasakan namun enggan untuk memulai.
"Gue kok jadi kayak orang gila gini sih!" mengacak rambutnya sendiri frustasi.
"Mending gue jalan aja lah ke mall sama Lisa," Ocy mulai menghubungi Lisa. Mereka sepakat satu jam lagi keluar bersama. Menuju tempat yang mereka tentukan.
Ocy sudah berada di depan rumah Lisa.
__ADS_1
"Eh Cy dah lama lo nunggunya?" tanya Lisa.
"Nggak kok Lis yuk langsung aja," Ocy mengajak Lisa masuk mobilnya membelah kota di sore itu. Malam minggu yang kelabu untuk jomblo seperti mereka.
"Lo mau cari apa sih Cy?" tanya Lisa ketika mereka sampai di sebuah mall.
"Gak tahu, pengen cuci mata aja boring gue di rumah."
"Yaelah Cy gak ada tujuan dong gimana kalau kita beli dress yuk gue lagi pengen beli nih," ajak Lisa.
"Boleh deh yuk," mereka berjalan ke salah satu butik terbaik di mal itu. Memilah - milah beberapa dress yang menurut mereka cocok.
Mereka selesai membeli dress nya, kemudian berjalan menyusuri lantai mall. Tiba - tiba Ocy melihat pemandangan yang tak biasa di matanya. Aping bersama kak Nisa sedang berada di mall yang sama dengan Ocy dan Lisa. Mereka tertawa bersama, tak pernah Ocy melihat begitu lepasnya tawa Aping saat bersama seseorang. Seistimewa apa cewek itu, sampai Aping bisa sedekat itu dengannya. Pikiran Ocy menerawang jauh.
"Hello Cy lo baik - baik aja kan bengong melulu?" ucapan Lisa mengembalikan ingatan Ocy.
"Eh iya gue baik - baik aja kok," sambil celingukan mencari Aping dan Nisa.
"Bilangnya besok ketemunya sekarang udah jalan bareng aja dasar cowok gampangan," sungut Ocy dalam hati.
"Lo nyari siapa sih celingukan gitu?" Lisa menatap aneh teman di sampingnya itu.
"Nggak kok yuk cari makan gue dah lapar," ajak Ocy. Kemudian mereka menuju salah satu cafe di dekat mall itu.
__ADS_1