
Viko telah berada di depan rumah Ocy. Mereka akan makan malam di salah satu restoran di kota Jakarta. Dia telah menyiapkan semuanya.
Dia mengetuk pintu rumah Ocy. Beberapa menit kemudian Ocy membuka pintunya. Viko terpesona dengan penampilan Ocy yang mengenakan gaun berwarna biru laut dengan perpaduan heels putih,terlihat sangat cantik dan elegan.
"Vik?" Ocy melambaikan tangannya ke wajah Viko yang terdiam menatapnya.
"Eh sorry Cy," ucap Viko tersadar dari lamunannya.
"Udah siap?" tanya Viko lagi.
"Udah yuk," jawab Ocy sambil menutup pintu dari luar. Sebelum dia pergi Ocy berpesan pada sopir pribadinya jika Aping mencari dia pergi bersama Viko.
Viko mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali dia melirik wajah Ocy yang membuatnya terkagum. Mereka saling mengobrol di dalam mobil sampai di tengah jalan sepi tiba-tiba mobil mereka di hadang oleh segerombolan orang berbaju serba hitam dengan topeng di wajahnya. Ocy teringat rekaman CCTv yang pernah dia lihat bersama Aping. Sosok di depannya ini mirip dengan orang yang masuk ke rumahnya itu.
__ADS_1
Viko yang tak siap dengan kejadian itu pun menjadi gugup seketika .Ocy yang merasa terancam dengan cepat menghubungi Aping,namun teleponnya tak segera di angkat. Dengan terburu-buru dia mengirim pesan kepadanya. Gerombolan itu menggedor pintu mobil Viko,memaksa mereka untuk keluar dari mobil.Di depan mata Ocy,Viko dihajar oleh mereka tanpa bisa melawan.
"Viko!" teriak Ocy menghampiri tubuh yang terkulai lemas penuh darah itu. Satu tusukan pisau mengenai perutnya. Membuat bau darah anyir di sekitarnya.Jalanan yang mereka lalui saat ini benar-benar sepi. Dua orang datang menarik lengan Ocy dan membiusnya. Pandangan Ocy memudar dan akhirnya menjadi gelap.
*****
Aping yang baru selesai dengan tugasnya malam itu menatap layar hapenya. Lima panggilan tak terjawab dari Ocy dan satu pesan dia terima.
Ping tolongin gue sama Viko,ada yang mau nyelakain gue di jalan xx.
"Bodoh,bodoh,bodoh! Ngapain lo sama Viko malam-malam gini!" Aping menambah kecepatan motornya. Beberapa menit kemudian dia melihat seseorang yang di kerumuni warga yang melintas. Aping segera menghampirinya,dalam hati dia berdo'a semoga bukan Ocy yang ada di sana.
Aping menyibak kerumunan manusia itu dengan tangannya. Terlihat cowok yang terkapar penuh darah.
__ADS_1
"Viko!" Aping mengenalinya.Melihat sekelilingnya tak ada Ocy di sana. Aping semakin kalut.
"Vik lihat gue! Dimana Ocy?" tanya Aping sambil mengangkat kepala Viko yang masih setengah sadar.
"Di- dia di culik segerombolan berpakaian hitam dengan topeng Ping." Suara Viko serak dan terbata-bata menahan sakit hingga akhirnya dia pingsan. Suara sirine ambulan telah tiba, Viko segera mendapat penanganan. Aping kembali menatap sekitar,memikirkan keadaan Ocy saat ini. Dia mengacak rambutnya frustasi.Tiba-tiba hapenya berbunyi, satu nomor baru yang Aping tidak kenal. Dia kemudian mengangkatnya.
"Halo,siapa ini?" suara Aping parau.
"Kalau lo mau cewek lo selamat datang ke tempat A sendiri dan jangan menghubungi polisi, " ucap orang di balik telepon.
"Brengsek! Lo jangan main-main sama gue!" teriak Aping penuh emosi.
"Hahahaha gue tunggu lo sebelum cewek lo ini mati!" telepon tiba- tiba tertutup.
__ADS_1
Aping tak henti-hentinya mengumpat. Siapa yang berani main-main dengannya kali ini.