
Sepanjang perjalanan pulang Ocy hanya terdiam. Bibirnya mengerucut memikirkan kejadian yang memalukannya tadi. Sampai detik ini jantungnya masih berdetak kencang. Ciuman tanpa sengaja dengan seorang cowok yang setiap hari menjaganya membuatnya sangat malu.Meski Ocy menyimpan rasa dengan Aping namun dia tak ingin terlihat seperti wanita murahan yang mengejar-ngejarnya seperti di luaran sana. Dia menjunjung tinggi nilai kegengsian nya.
Hal yang sama pun di rasakan Aping. Dia mengendarai motornya sambil memikirkan hal yang baru dia alami. Ada rasa aneh yang menyelimuti hatinya. Dia malu tapi dia suka. Entahlah Aping tak bisa mendeskripsikannya.
"Bodoh banget sih lo Cy, buat gue jantungan aja," batin Aping.
Hanya deru suara motor yang tercipta di antara keduanya.Tak satupun ingin memulai pembicaraan hingga mereka sampai di depan rumah Ocy.
Dengan langkah seribu Ocy segera masuk ke dalam rumah meninggalkan Aping begitu saja. Dia tidak siap menghadapi Aping saat ini. Aping membuntuti Ocy, saat Ocy membuka pintu kamarnya dengan cepat Aping ikut masuk ke dalam dan mengunci pintunya.Ocy tersentak menyadari Aping berada di depannya.
"Lo ngapain masuk ke kamar gue?" Ocy mendelik pasalnya dengan cepat Aping menarik pinggangnya agar melekat dengan Aping. Tidak ada jarak lagi di antara keduanya. Ocy menjadi gelagapan.Entah bagaimana kabar jantungnya saat ini.
__ADS_1
"Lepasin gue Ping!" Teriak Ocy. Namun tangan Aping dengan cepat membekap mulutnya.
"Diam! Bukannya ini yang lo mau tadi?" ucap Aping menyeringai.
Ocy hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dengan kuat dia memberontak agar terlepas dari dekapan Aping.
Tiba-tiba Aping mencium kening Ocy. Tubuhnya mematung dengan perlakuan Aping.Ocy terdiam tanpa suara.
"Lo ngerjain gue!" nada bicara Ocy naik satu oktaf. Ada rasa senang namun juga kesal secara bersamaan dengan perlakuan Aping padanya.
Aping semakin tertawa mendengar ucapan Ocy. Dia melepaskan Ocy dan berbalik melangkah keluar kamar tanpa membalas ucapan Ocy. Membiarkan gadis itu dengan berbagai rasa yang bercampur aduk di hatinya.
__ADS_1
Ocy menatap punggung Aping yang berlalu dari kamarnya. Tubuhnya terduduk lemas di ranjang. Perasaan yang tak karuan menghinggapinya.
"Perasaan lo sebenarnya gimana sih Ping sama gue, lo seolah memberi gue harapan tapi sejenak lo meluluhkannya. Gue bingung Ping harus gimana? Gue takut perasaan lo tidak sama dengan perasaan gue, dan itu akan membuat kita jauh."
Ocy mengusap wajahnya dan membanting tubuhnya kasar ke atas ranjang. Perasaan yang telah lama dia simpan membuatnya sesak. Ingin segera dia mengeluarkannya, namun tak urung lidahnya sulit mengucapkan saat menatap manik mata Aping.Lelah dengan pikirannya sendiri,akhirnya Ocy tertidur hingga matahari pun tenggelam.
Aping yang masih duduk terdiam di ranjangnya hanya mengingat apa yang telah dia lakukan tadi. Entah kenapa hatinya terdorong untuk selalu dekat dengan Ocy, meski dia belum menyadari tentang apa yang dia rasakan.
"Kenapa jantung gue deg deg an gini ya? dan kenapa gue suka dia nyium gue tadi?" pikir Aping sambil memegang bibirnya. Itu adalah ciuman pertamanya meski tanpa sengaja mereka lakukan.
"Sadar Ping dia adalah anak si bos, lo hanya perlu menjaganya saja!" gumam Aping pada dirinya sendiri. Dia sadar posisinya hanyalah seorang bodyguard tak lebih dari itu. Meski sebenarnya Ocy mengharapkan Aping lebih dari bodyguardnya.Hanya Aping yang tak menyadari itu.
__ADS_1