Aping

Aping
Ulah Siapa?


__ADS_3

Aping memeluk erat nisan ibunya. Bayangan senyuman dan perhatiannya bergantian hadir di memori Aping. Rasa tak percaya bahwa dia kini sendirian tanpa siapapun di sampingnya.


Aping meremas kuat gundukan tanah makam ibunya.


"Aku akan menemukan pembunuh mu ibu, dan dengan tanganku ini aku akan mengambil nyawanya."


Ocy dan teman - teman menemani Aping saat pemakaman ibunya. Mereka saling menguatkan Aping.


"Ping kita ikut belasungkawa ya atas apa yang terjadi," ucap Cen.


"Iya Ping lo harus sabar," timpal Geo.


"Kita selalu ada kok buat lo," Zai ikut menguatkan Aping.


"Iya jangan merasa sendiri Ping ada kita semua bersama lo." Ocy tak henti - hentinya memberi semangat Aping.


"Makasih buat kalian semua," ucap Aping sambil bangkit dan mereka meninggalkan pemakaman itu.


****


Saat ini Aping sedang berada di kantor polisi mencari tahu tentang perampokan yang terjadi oleh ibunya. Polisi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi hingga ibunya mengalami penusukan di bagian perutnya.

__ADS_1


Namun yang menjadi kejanggalan tak sedikitpun uang atau perhiasan ibunya di ambil oleh perampok itu.Sebuah CCTv yang ada di sekitaran tempat kejadian perkara telah polisi dapatkan dan hasilnya hanya terlihat tiga orang sedang menghampiri ibunya Aping. Mereka menggunakan penutup wajah dengan pisau ditangan salah satu pelaku. Terjadi perdebatan hebat oleh salah satu pelaku yang membawa pisau dengan ibunya Aping.


Saat ini polisi masih memproses perkara tersebut. Sebagai anak korban Aping di minta memberi keterangan siapa saja yang berada di dekat mereka. Guna keperluan penyelidikan. Polisi kembali mengamati rekaman CCTv dan tanpa sengaja Aping melihat sesuatu di tangan pelaku penusukan. Aping meminta untuk memperbesar tampilan gambar tepat di lengan pelaku. Dan terlihat sebuah tato bergambar bulan bintang dalam sebuah lingkaran naga.


Aping mencoba mengingat petunjuk itu.


"Kamu tenanglah semua serahkan kepada pihak kepolisiankami akan mencari pelaku sampai ketemu," ucap pak polisi.


"Baik pak kalo ada perkembangan tolong beritahu saya." Aping akhirnya pergi dari kantor polisi.


Dalam perjalanan pulang kerumah otak Aping tak henti - hentinya berfikir siapa dalang dari pembunuhan ini. Dan motif apa yang mendasarinya.


"Apa ini ada hubungannya dengan orang yang menyerangnya kemarin yang kemungkinan mengincar Ocy dan keluarganya juga."


"Aping!" Ocy terkejut dengan kedatangan Aping.


"Boleh gue masuk?"


"Masuk lah," Ocy mempersilahkan Aping masuk ke dalam rumah.


"Dimana om dan tante?" Aping melihat rumah Ocy sangat sepi.

__ADS_1


"Oh mereka pergi ke Jerman untuk seminggu ini,mereka belum sempat kasih tahu lo buat jaga gue selama mereka pergi."


Aping mengangguk paham.


"Gue bakal tinggal di sini seminggu ini," ucap Aping tiba - tiba.


"Ta tapi-" ucap Ocy terputus saat Aping menyelanya.


"Demi keselamatan lo," Aping berucap mantap.


"Lo tanggung jawab gue," imbuhnya lagi saat menatap Ocy hanya diam mematung.


"Baik lah lo tidur di ruang tamu itu aja," sambil menunjuk sebuah ruangan di samping kamar Ocy.


Aping mengangguk.


"Lo sekarang ikut gue kerumah buat ngambil baju seragam gue," ajak Aping.


"Tapi lo kan bisa sendiri Ping," Ocy mengelak.


"Gue gak mau lo jauh dari gue dan terjadi sesuatu," Aping mencoba menyakinkan Ocy.

__ADS_1


Akhirnya Ocy pun menuruti keinginan Aping


Ocy tersenyum senang melihat kekhawatiran Aping untuknya. Tanpa sadar ada rasa nyaman bersarang di hatinya.


__ADS_2