Aping

Aping
Kepergiannya


__ADS_3

Aping menatap tubuh Ocy yang tertidur di samping mamanya. Wajah lelah terlihat di sana. Aping mendekati Ocy menggendong tubuh itu dan membaringkannya di sofa yang ada di ruang rawat tante Elin. Sejenak Aping mengelus puncak rambut Ocy,membiarkannya tidur nyenyak di sofa malam itu.


"Gue tahu gimana yang lo rasain sekarang Cy, gue janji bakal selalu ada di samping lo buat jagain lo," batin Aping.


Kemudian dia memejamkan matanya sambil duduk di sofa sebelah Ocy. Tubuhnya juga sangat lelah hari ini. Belum sempat dia terlelap sesuatu terjadi pada tante Elin. Aping beranjak menghampirinya. Sontak dia terkaget karena tante Elin kejang-kejang. Dengan cepat Aping memanggil dokter.


"Dokter!" teriak Aping panik. Ocy terbangun mendengar teriakan Aping. Melihat mamanya yang mengalami kejang-kejang Ocy ikut panik. Satu orang dokter dan dua perawat datang dengan segera. Mereka meminta Ocy dan Aping untuk menunggu di luar selama penanganan pasien. Aping memeluk Ocy yang menangis. Dia melihat sisi lain dari Ocy yang biasanya terlihat bar-bar kini terlihat sangat rapuh.


"Ping gue takut terjadi apa-apa sama mama," ucap Ocy di dekapan Aping.


"Lo tenang Cy kita berdoa saja supaya tante Elin baik-baik saja."

__ADS_1


Ocy mengangguk menatap wajah Aping. Ada sedikit ketenangan saat berada di dekapannya. Ocy teringat dengan papanya,segera dia menelepon papanya dan memberitahu apa yang terjadi.Setengah jam kemudian dokter keluar dari ruang perawatan tante Elin.


"Dokter bagaimana keadaan mama saya?" tanya Ocy menghampiri dokter itu.


"Maaf kami sudah berusaha mama anda telah meninggal karena ada pembuluh otaknya yang pecah," ucap dokter yang membuat Ocy menangis seketika.


"Ma!" teriak Ocy menghampiri jasad mamanya.


"Ma bangun ma, mama lagi tidur kan? jangan tinggalin Ocy ma?" Ocy menggoyangkan tubuh mamanya yang terbujur kaku.


Pak Sanjaya masuk ke dalam ruangan itu. Napasnya terengah-engah menatap Aping dan Ocy yang memeluk tubuh mamanya. Dia berjalan tertatih mendekati mereka. Air mata yang memupuk di pinggir anak matanya tak mampu lagi dia bendung. Mengalir begitu saja tanpa bisa dia hentikan. Hatinya merutuki kebiadaban orang yang telah merenggut keutuhan keluarganya. Orang yang saat ini ingin dia cari dan menjebloskannya ke dalam penjara.

__ADS_1


Pak Jaya memeluk tubuh istri dan anaknya. Begitu berat menerima kenyataan ini. Baru kemarin rasanya dia bersenda gurau dengan istrinya. Namun hari ini dia harus melihatnya terbujur kaku dengan mata kepalanya sendiri.


Dia tak mampu berkata-kata hanya air


mata yang mampu dia curahkan. Aping menatap nanar pemandangan di depannya. Seperti roda waktu yang memutar kembali ingatannya tentang kehilangan kedua orang tuanya dahulu. Dia yakin Ocy sangat terluka sama seperti dirinya.


Siang itu semua keluarga besar Ocy dan sahabatnya berkumpul untuk menghadiri pemakaman tante Elin. Mereka begitu terkejut dengan kejadian yang menimpa keluarga pak Jaya. Polisi pun telah menyelidiki kasus ini.


"Ocy lo harus sabar semua ini cobaan buat lo," ucap Lisa sambil memeluk Ocy yang masih tak berhenti menangis.


Zai,Cen,Geo dan semua teman-teman Ocy datang ke pemakaman tante Elin. Mereka saling memberi dukungan kepada Ocy. Aping yang selalu berada di samping Ocy pun tak henti-hentinya memberi kekuatan untuk Ocy.

__ADS_1


"Udah lo harus mengiklaskan nya Cy," Aping menggenggam tangan Ocy. Menarik tubuh itu untuk kembali kerumahnya. Ocy mengikuti langkah Aping untuk menjauh dari gundukan tanah pemakaman mamanya.


"Ma Ocy bakal nemuin pelakunya ma Ocy janji."


__ADS_2