
Aping menatap layar hapenya,usai dia bertemu dengan tiga sahabat baiknya tadi. Kini dia telah kembali ke rumahnya. Cen ,Zai dan Geo,mereka sudah mengetahui bahwa Aping akan ke London besok pagi setelah dia menemui mereka dan mengatakan tentang beasiswanya kepada mereka.
Aping sedikit ragu akan menghubungi Ocy,gadis itu masih kesal dengannya. Tapi hanya tinggal malam ini waktu Aping bisa berbicara dengan Ocy. Beberapa panggilan keluar telah Aping lakukan,namun sama sekali Ocy tak mengangkatnya. Dengan gerak cepat jari-jarinya menulis pesan ke Ocy. Berharap dia mau membacanya.
To Ocy
Bisa kita bertemu malam ini,gue tunggu di danau taman kota.
pesan terkirim.
15.45
Aping meletakkan hapenya di nakas samping ranjangnya. Usai menyiapkan barang-barang keperluannya Aping merebahkan terlebih dahulu tubuhnya.
Dalam pikirannya Aping memikirkan rangkaian kata untuk memberitahu Ocy tentang kepergiannya ke London. Hatinya berat untuk meninggalkan gadis itu,namun dia harus meraih mimpinya.
"Semoga lo ngerti Cy," batin Aping menutup matanya sejenak untuk melepaskan lelahnya.
Di sisi lain Ocy yang sedang sibuk dengan persiapan memasuki universitas pilihannya sedang membereskan berkas-berkas yang nanti dia perlukan.
Ocy memilih kuliah di salah satu universitas terbaik di negeri ini dan dekat dengan rumahnya, karena dia tidak bisa meninggalkan papanya sendirian. Dia juga harus mempelajari seluk beluk perusahaan papanya yang kelak menjadi penerusnya.
__ADS_1
Hingga sore menjelang Ocy baru sempat menyelonjorkan kakinya di atas ranjang,tangannya meraih hape di atas ranjang itu yang sedari pagi sama sekali belum dia pegang.
Tertera beberapa panggilan tak terjawab dari Aping dan satu pesan dia terima. Ocy kemudian membaca isi pesan tersebut.
From Aping
Bisa kita bertemu malam ini,gue tunggu di danau taman kota.
15.45
Dengan malas Ocy meletakkan kembali hapenya tanpa membalas isi pesan dari Aping itu.
Kakinya melangkah ke kamar mandi,tubuhnya yang terasa lengket ingin segera mengguyurnya. Hingga setengah jam kemudian dia selesai dengan ritual sore itu.
Seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Non Ocy apa non ada di dalam?"suara bi Ijah di luar kamar.
"Kenapa bi?" Ocy yang baru membuka pintu menatap ke arah bi Ijah.
"Maaf mengganggu non,di bawah ada non Felda katanya mau bertemu non Ocy."
__ADS_1
"Ya udah nanti Ocy turun bi," ucap Ocy. Bi Ijah kemudian pamit kembali ke dapur. Ocy segera melangkah turun ke ruang tamu.
"Tumben itu anak ke sini,mau ngapain sih?" tanya Ocy dalam hati.
Saat sampai di ruang tamu.
"Ocy," sapa Felda tersenyum dan memeluk Ocy. Sedangkan Ocy hanya membalas sekenanya. Hatinya belum bisa sepenuhnya percaya dengan Felda. Rasa cemburu Ocy mengalahkan rasa hangat pertemanannya dengan Felda. Meskipun mereka tak sedekat itu,namun Ocy pernah mempercayainya sebelum dia mengambil Aping dari sisi Ocy.
Kenyataannya Ocy hanya salah paham,dan Felda mengerti itu. Dengan tulus Felda meminta maaf pada Ocy dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ocy gue yakin lo hanya salah paham sama gue, gue tahu lo marah lihat gue dan Aping sering deket akhir-akhir ini, sebenarnya itu semua hanya karena gue minta bantuan sama Aping karena gue mengikuti tes beasiswa ke London Cy," penjelasan Felda sontak membuatnya tertegun.
"Dulu emang gue ada rasa sama dia,tapi sejak gue perhatiin lo yang suka sama dia gue milih mundur dan lebih fokus sama pendidikan gue," ucap Felda kembali melihat Ocy yang masih diam meresapi penjelasannya.
"Lo jangan sampai nyesel kalau lo kehilangan Aping,dia besok juga harus berangkat ke London," ucapan Felda meluruhkan hatinya. Sejenak Ocy merasakan sakit luar biasa,kenapa Aping tidak pernah memberitahukan tentang dirinya yang mendapat beasiswa ke London.
"Apa ini yang lo mau Ping, ninggalin gue dengan luka di hati gue," batin Ocy nelangsa. Tanpa terasa air mata menetes di pipinya.
"Temui lah dia sebelum semuanya terlambat," Felda kembali meyakinkan Ocy.
"Dia selalu tak peduli dengan perasaan gue Fel,gue gak mau lebih sakit dari sekarang," Ocy menatap dua manik sahabatnya itu. Felda mengerti dengan perasaan Ocy yang saat ini telah lelah dengan sikap diamnya Aping.Felda merasa keduanya hanya butuh waktu dan sedikit ruang di hatinya untuk bisa menyatukan mereka.
__ADS_1
"Gue yakin lo bisa nentuin apa yang terbaik,setidaknya lo bisa jujur sama dia tentang perasaan lo," Felda memeluk kembali tubuh Ocy yang berguncang karena isak tangisnya.