Aping

Aping
Penyekapan


__ADS_3

Aping menambah laju kecepatan motornya,hatinya tidak tenang memikirkan Ocy. Jalanan yang mulai sepi membuatnya leluasa mengendarai motor itu. Dia harus cepat karena nyawa Ocy dalam bahaya.


"Siapa dalang di balik semua ini?" hati Aping bertanya-tanya. Dia benar-benar tak mengetahui siapa musuhnya kali ini.


Aping telah sampai di depan sebuah rumah kosong sesuai alamat yang di sebutkan penelepon tadi. Matanya menyapu sekitaran lokasi itu. Hanya ada semak belukar di samping kanan dan kirinya. Aping mengendap-endap memberanikan dirinya masuk ke dalam rumah itu. Dia mengintip dari kaca jendela siapa yang ada di dalam rumah. Semakin masuk langkah kakinya semakin pelan. Aping berjaga-jaga bila seseorang tiba-tiba menyerangnya. Namun saat sampai di satu ruangan rumah itu,Aping dengan cepat menyembunyikan tubuhnya di belakang pintu karena melihat dua orang mengarah kepadanya.Aping menghela napas panjang saat mereka tak melihatnya


Karena sudah dirasa sepi,Aping keluar dari tempatnya bersembunyi. Kembali mencari keberadaan Ocy. Saat sampai di satu ruangan Aping terbelalak melihat pak Jaya terikat di sebuah kursi dengan mulut terlakban. Kedua matanya tertutup dengan beberapa luka lebam di wajahnya. Aping melihat sekitarnya tampak sepi,dia mendekati pak Jaya.


"Pak bangun!" Aping mencoba menyadarkannya dan membuka ikatan yang melilit tubuh pak Jaya.


Plak plak plak.


Suara tepuk tangan menggelegar mengisi ruangan itu. Tiga orang berpakaian serba hitam mengelilingi Aping,mereka menutup wajahnya dengan topeng. Dan empat orang lagi sepertinya anak buahnya tanpa topeng sedang menjaga ruangan itu.

__ADS_1


"Nyali lo bener-bener hebat sekali bocah!" ucap pria bertopeng itu sambil mendekati Aping.


"Dimana Ocy!?" Aping setengah berteriak mencari keberadaan Ocy.


" Ocy ya? kenapa lo peduli sekali dengan dia?" kali ini bukan pria di depannya yang berbicara namun itu suara seorang cewek. Aping menatap pemilik suara itu,dia seperti tidak asing dengan suaranya.


"Kalian sebenarnya siapa?" tanya Aping yang mulai geram.Dia sudah muak dengan teka-teki ini.


"Lo gak perlu tahu siapa kita," ucap pria yang berada di dekat Aping.


Para manusia bertopeng itu tak menggubris perkataan Aping. Mereka sengaja menjebak Aping agar masuk dalam sarang mereka.


"Gue gak perduli apa yang lo omongin,tapi gue mau Sanjaya dan orang terdekatnya mati perlahan-lahan di sini." Pria bertopeng itu mendekati pak Jaya yang belum juga siuman dengan memukulnya kembali. Dengan gerak cepat Aping mencoba melindunginya dengan menendang perut pria itu hingga tersungkur menjauh dari posisi Aping dan pak Jaya.

__ADS_1


"Brengsek!" teriak pria bertopeng itu sambil mencoba berdiri tegak. Tenaga Aping lumayan kuat hingga membuat perutnya terasa sakit.


"Lo mau cewek lo mati di depan mata lo sekarang hah!" bentaknya sambil menatap tajam Aping. Aping terdiam sesaat,dia belum melihat Ocy di sana.


"Dimana dia?" Aping tak kalah garang menatap pria itu.


"Lo gak perlu tahu,yang lo harus tahu sekarang lo udah terkepung dan lo harus ikut mati bersama dua orang tak berguna itu," pria bertopeng itu mengekorkan matanya ke arah pak Jaya.


"Bawa dia ke sini!" perintah pria bertopeng itu kepada salah satu dari empat anak buahnya.


"Baik bos!" ucap anak buah paling tinggi di antara yang lainnya itu. Dia segera pergi menemui seseorang.Beberapa menit kemudian dia membawa Ocy masuk ke ruangan itu.


"Ping," panggil Ocy dengan suara lemah. Penampilannya sudah tak karuan lagi,terdapat bekas cambukan di kedua lengannya yang sedang terikat. Aping mengepalkan tangannya melihat keadaan Ocy seperti itu.

__ADS_1


"Lo apain dia hah!" emosi Aping mulai memuncak.


"Santai dong gak usah panik gitu, lagian sebentar lagi kalian bakal kita kirim ke neraka kok!" pria itu tertawa terbahak-bahak seolah perkataannya adalah mutlak tanpa bisa di ganggu gugat.Aping tak bisa lagi mengendalikan dirinya dengan gerakan cepat dia memukul wajah pria itu. Hingga perkelahian pun terjadi. Anak buah pria itu pun menyerang Aping secara bersamaan. Pertaruangan menjadi tidak seimbang.


__ADS_2