
Setengah jam kemudian Ocy telah selesai, gaun yang di berikan Aping padanya sangat pas dan serasi sesuai lekuk tubuhnya, dengan tampilan sederhana saja Ocy sudah mampu mendapat nilai sempurna di mata pria yang melihatnya.
Kaki Ocy melangkah perlahan-lahan menuruni anak tangga di rumah Aping satu persatu, derap suara sepatu Ocy terdengar di telinga Aping, dia menoleh ke arah sumber suara.
"Aping!" panggil Ocy setelah dia sampai di ujung anak tangga itu.
Aping terdiam sesaat, matanya menatap gadis di depannya, dia terpesona sekali lagi dengan kecantikan gadis itu, namun Aping tak mau terlalu terlihat mengaguminya, dengan cepat ekor matanya mengarah ke tempat lain.
"Udah siap?" tanya Aping tanpa melihat Ocy dia lebih memilih melihat hapenya.
"Udah yuk!" ajak Ocy, Aping mengangguk dan menggenggam erat tangan Ocy, gadis itu tersenyum dengan perlakuan Aping padanya.
Mereka kemudian pergi ke gedung tempat di laksanakannya pesta pernikahan temannya Aping, dalam perjalanan sesekali Aping melirik gadis di sampingnya itu, ingin rasanya dia memeluk dan memiliki Ocy sekarang juga.
"Sabar Ping, ini godaan lo harus halalin dia duluan," batin Aping berperang dengan pikirannya.
Ocy yang sadar Aping sesekali meliriknya pun tersenyum dalam hati, dia bangga bisa menaklukan hati cowok itu, mengobati luka lamanya yang telah di gores oleh Kiran.
__ADS_1
" Semoga kita segera di pertemukan dalam ikatan saklar Ping, gue tunggu keseriusan lo," batin Ocy.
Satu jam kemudian mereka telah tiba di gedung mewah tempat berlangsungnya pesta, dengan berbekal undangan yang di bawa Aping mereka masuk ke dalam ruangan penuh dekorasi megah itu.
Aping mendekat ke arah mempelai wanitanya, dan memberikan kado pernikahan yang telah dia siapkan sebelumnya.
"Hai Jes,selamat atas pernikahan lo," ucap Aping menyapa Jesi.
"Aping, makasih lo udah datang ke pernikahan gue ya?" ucap Jesi teman baik Aping saat di London.
"Sama-sama Jes, oya kenalin ini Ocy," ucap Aping mengenalkan Ocy.
Mereka berdua kemudian saling berjabat tangan sambil tersenyum bahagia.
"Oya silahkan nikmati pestanya Aping dan Ocy, gue masih harus menyapa tamu yang lainnya," ucap Jesi undur diri.
"Tentu Jes, kita akan menikmati pestanya," jawab Aping tersenyum ke arah Jesi.
__ADS_1
Dia mengambilkan segelas anggur untuk Ocy dan segelas lagi untuk dirinya sendiri.
"Minum Cy!" Aping memberikan segelas anggurnya kepada Ocy, gadis itu menerima dan meminumnya.
Pandangan Ocy menyapu orang-orang di sekitarnya, pesta pernikahan yang begitu meriah, dalam pikirannya dia sedang berhalu tentang pernikahan impiannya.
"Kok diam, lo lagi bayangin pernikahan kita ya?" tanya Aping yang melihat Ocy hanya terdiam sedari tadi.
"Gak lah gue lagi gak ngebayangin apapun kok!" sanggah Ocy menjaga imagenya.
"Tenanglah suatu saat gue akan membuat lo menjadi seorang permaisuri paling cantik dalam hidup gue," gombalan Aping mulai membuat hati Ocy tersenyum, dengan sikapnya yang sangat percaya diri Aping menggoda Ocy hingga kedua pipi gadis itu memerah.
"Sejak kapan dia bisa ngegombal gini?" batin Ocy.
"Udah ah apaan sih, malu di dengar orang banyak nanti!" ucap Ocy sambil mencubit pinggang Aping.
"Auh! jadi maunya di tempat sepi aja nih, biar gak banyak yang dengar?" goda Aping lagi sambil menarik erat pinggang gadis itu mendekatinya.
__ADS_1
Ocy melotot seketika dengan perlakuan Aping yang blak-blakan bermesraan di depan orang banyak seperti itu.
"Ping, banyak yang lihatin kita, lepas deh?" pinta Ocy namun Aping tak perduli, dia semakin erat menarik pinggang Ocy.