Aping

Aping
Rasa ini sakit


__ADS_3

Nisa berjalan cepat menuju posisi Aping berdiri. Mereka saling menyapa dan tersenyum bersama.


"Udah siap Ping?" tanya Nisa.


"Udah kak, yuk mau kemana dulu nih?" Aping sangat antusias membantu Nisa untuk persiapan pertunangannya.


"Kita ke butik dulu aja deh Ping gimana?"


"Boleh kak,yuk?" Aping dan Nisa menuju mobil milik Nisa. Mereka melaju menuju butik langganan Nisa. Sesampainya di sana mereka segera masuk dan menanyakan pesanan atas nama Mikko.Pelayan butik mengajak mereka dan menunjukkan pesanan mereka.


Setelah semua selesai Aping dan Nisa menuju ke restoran untuk makan siang. Mereka saling bercanda gurau bersama. Hingga Aping tak menyadari beberapa pesan masuk ke hape nya.


*****


Ocy menatap geram hape di genggaman tangannya. Rasanya ingin sekali membantingnya. Tapi tak urung Ocy mengelusnya kembali. Menunggu balasan hingga membuat Ocy frustasi.


Banyak alasan di pesan yang ditujukan kepada Aping agar mereka bisa bertemu. Ocy sudah kehilangan akal sehatnya. Hingga mulai sedikit menyerang dahulu.


"Oh tidak apa yang gue lakukan, demi alien yang sedang berjemur gue kenapa bisa segila ini." Pikiran Ocy mulai membantah hatinya.


Ocy membanting hapenya di ranjang. Ketika tak sedikitpun pesannya di baca. Mungkin lebih dari seribu kata sudah dia gunakan untuk merayu Aping, tapi tak sedikitpun di buka olehnya.


Pikirannya mulai kacau membayangkan Aping dan Nisa berkencan. Padahal dia tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Pikirannya selalu ke arah negatif jika berhubungan dengan Aping.


Akhirnya Ocy memutuskan untuk menemui Aping di rumahnya sore itu. Segera dia mandi dan mempersiapkan diri.

__ADS_1


"Gue harus jujur sama dia," ucap Ocy pada dirinya sendiri saat bercermin.


Disisi lain Aping dan Nisa masih berkeliling. Hingga tak terasa sore datang. Nisa menghela napas panjang, kakinya benar - benar lelah seharian ke sana- kemari.


"Tahu gini capeknya gue kemarin terima aja penawaran Mikko buat orang suruhannya yang nyiapin semua," gerutu Nisa.


"Capek kak?" sambil menyodorkan minuman dingin ke Nisa.


"Iya nih Ping kaki gue rasanya wow banget," Nisa sedikit memijat betisnya.


"Yaudah Aping anterin pulang kak Nisa sekarang aja biar bisa istirahat," Aping mulai beranjak. Kakinya pun sudah terasa lelah hari ini. Ingin segera istirahat.


"Biar ke rumah lo dulu aja Ping gue anterin lo," ucap Nisa.Aping terdiam.


"Lah kok jadi kakak yang anterin Aping."


"Lo kan tadi gue jemput Ping, kalo lo antar gue lo pulangnya gimana?"


"Eh iya ya kak gue lupa," Aping menggaruk tengkuknya.


"Ya udah yuk pulang keburu malem nanti," ajak Nisa.


Mereka kemudian pulang menuju rumah Aping dahulu. Tiga puluh menit saja mereka sudah sampai di rumah Aping.


"Kak mampir dulu yuk Aping bikinin minum," ajak Aping. Nisa mengangguk dan ikut turun menuju rumah Aping. Melihat isi rumah Aping yang masih sama seperti terakhir dia ke sana.

__ADS_1


"Masih sama ya Ping kayak dulu," Nisa tersenyum ke arah Aping.


"Iya kak masih sama sayangnya rumah ini sudah tak seramai dulu," ucap Aping sendu mengingat masa - masa kehidupannya dulu.


"Lo harus kuat Ping gue tahu lo pasti bisa, gue sama Mikko bakal bantuin lo jika lo butuh sesuatu," sambil memeluk Aping seperti adiknya sendiri mencoba memberi semangat.


Tanpa mereka sadari seseorang melihat mereka di depan pintu yang tak mereka tutup.


Tetesan air mata berselancar di pipinya. Hatinya rapuh melihat pemandangan di depannya. Ocy tak ingin menjadi pengganggu. Dia memilih pergi tanpa meninggalkan suara sedikit pun.


Jiwanya bergetar tak mampu lagi menahan derasnya air mata yang tumpah. Ocy segera melajukan mobilnya ke rumah Lisa. Berharap dia bisa lebih tenang.


Tok tok tok.


Ocy mengetuk pintu rumah Lisa.


Lisa membuka pintunya,dipandangi raut wajah Ocy yang awut - awutan. Tiba -tiba Ocy berhambur memeluk Lisa. Air matanya turun membasahi pundak gadis itu.


"Ocy lo kenapa?" Lisa bingung dengan Ocy yang tiba-tiba datang dan menangis seperti itu.


"Sakit Lis," Ocy berbicara sangat lirih. Lisa yang khawatir segera mengajaknya ke ruang tamu. Mengambilkan air minum dan memberikannya kepada Ocy.


"Nih minum dulu Cy," sambil menyodorkan segelas air putih.


"Lo kenapa?" melihat Ocy yang sudah tenang Lisa mulai bertanya.

__ADS_1


"Aping Lis," singkat Ocy berbicara, semakin membuat Lisa bingung.


__ADS_2