Aping

Aping
Aping pamit


__ADS_3

Aping memeluk erat tubuh gadis di depannya dan membelai lembut rambutnya. Rasa cinta yang muncul di antara keduanya sudah sangat membuncah, ingin sekali mereka bersama. Namun keadaan yang tidak memungkinkan saat ini. Aping tahu ini sangat berat bagi Ocy, dengan jarak yang jauh mereka harus bisa saling menjaga hatinya. Begitu pula untuk dirinya.


"Apa gue bisa sehari tanpa melihat lo Cy?" batin Aping.


"Gimana kalau gue kangen lo Ping?" batin Ocy.


Keduanya saling berperang dengan batin mereka masing-masing. Hingga dingin menembus tulang mereka. Ocy yang hanya memakai dress lengan pendek merasa sangat kedinginan. Aping yang melihatnya, membuka jaket yang dia kenakan dan membalutnya ke tubuh Ocy. Membiarkan gadis itu merasakan kehangatan.


"Ayo kita pulang, disini semakin dingin!" ajak Aping. Ocy hanya mengangguk, mereka beranjak dari tempat itu. Aping menggandeng tangan Ocy erat dan membawanya ke motor milik Aping. Mereka melaju di tengah dinginnya malam kota itu. Ocy memeluk erat pinggang Aping dari belakang dan membiarkan kepalanya bersandar di punggung cowok itu. Aping menikmati momen itu, sudut bibirnya tersungging. Dia merasakan bagaimana jatuh cinta lagi, dan dia akan menjaga serta memiliki gadisnya suatu saat nanti. Malam ini adalah malam pertama perjuangannya mendapatkan orang yang dia cintai.


"Gue harap lo bisa nunggu gue Cy," batin Aping berharap kepada Ocy.


Hingga setengah jam kemudian mereka telah sampai di depan rumah Ocy.


"Ping ayo masuk dulu!" ajak Ocy, Aping hanya mengangguk dan mengikuti langkah Ocy. Di ruang tengah pak Jaya sedang duduk menikmati secangkir kopi.

__ADS_1


"Papa," panggil Ocy. Pak Jaya menoleh ke sumber suara.


"Ocy, baru pulang?" tanyanya ketika melihat Ocy bersama Aping.


"Iya pa, oya katanya tadi Aping mau bicara sama papa," ucap Ocy.


"Oya? ada apa Ping? duduklah dulu!" pak Jaya menatap wajah Aping di depannya. Aping kemudian duduk di salah satu sofa itu.


"Om,Aping mau pamit besok Aping akan ke London buat kuliah," ucap Aping lega.


"Papa apa-apaan sih bikin Ocy malu aja," batin Ocy.


Pak Jaya dan Aping hanya tersenyum melihat tingkah Ocy.


"Kalau ada yang kangen sama Aping biarin aja Om,palingan juga mewek gak jelas nantinya," sindir Aping yang di ikuti gelak tawa pak Jaya.

__ADS_1


Ocy yang kesal kemudian melempar bantal sofa ke arah Aping.


"Udah deh lo pulang sana, gue gak bakal kangen sama lo, bikin rusuh aja deh!" Ocy melipat kedua tangannya ke depan dada. Matanya malas memandang Aping.


"Iya deh tapi Om, kira-kira bakal ada yang kesepian gak ya kalau Aping tinggalin?" Aping masih menyindir Ocy.


" Om rasa pasti ada Ping," pak Jaya tersenyum ke arah Ocy. Sedangkan Ocy hanya diam di tempatnya duduk.


"Ya udah deh Om, Aping pamit dulu kayaknya ada yang ngambek tuh," Aping mencium punggung tangan pak Jaya.


"Iya kamu hati-hati ya besok Om kayaknya gak bisa nganter kamu ke bandara."


"Gak papa kok Om, ya udah Aping pulang ya Om," Aping mulai melangkahkan kakinya ke pintu utama. Ocy menatap punggung Aping yang pergi meninggalkan rumahnya. Dia menghela napas berat.


"Udah biarkan dia meraih mimpinya, kamu juga harus meraih mimpimu," ucap pak Jaya pada putrinya. Ocy mengangguk paham tentang ucapan papanya.

__ADS_1


__ADS_2