
Ocy merasa sangat mual dari pagi dia bolak-balik ke toilet hanya untuk memuntahkan isi perutnya yang tak sedikitpun sempai dia isi kembali, karena setelah makan dia langsung mengeluarkannya.
Kehamilan pertamanya ini sangat membuatnya lemah, hingga Aping harus selalu berada di samping Ocy.
"Sayangnya papa dan mama jangan nakal ya di dalam situ, kasian ni mama sampai lemas gitu," ucap Aping sambil mengelus perut rata Ocy dan menciumnya.
Dia merasa kasihan dengan keadaan Ocy yang sangat berantakan karena saking lemasnya.
"Sayang aku mau makan mangga muda," ucap Ocy yang menjadi kode bahwa dia sedang ngidam saat ini, Aping dengan sigap hendak membelikannya, namun tiba-tiba tangannya di pegang oleh Ocy.
"Tapi jangan beli, minta yang punya langsung di pohonnya ya Ping," ucap Ocy tanpa rasa bersalah.
"Hah di pohonnya?" tanya Aping memastikan pendengarannya tidak terganggu, Ocy menganggukkan kepalanya tanda dia tidak salah berbicara.
"Tapi kan sayang di mana ada pohon mangga sekarang yang sedang berbuah?" tanya Aping bingung kemana dia akan mencarinya, wajah Ocy langsung kecewa mendengar ucapan Aping.
Dengan cepat Aping mengiyakan apa yang menjadi keinginan Ocy meski dia tidak tahu kemana dia akan mencari buah mangga muda yang masih di pohon, kemudian dia segera pamit untuk mencarinya.
Mata Aping tak henti-hentinya melirik ke kanan dan ke kiri di jalanan perumahannya, barangkali dia bisa menemukan pohon mangga yang berbuah, karena pusing setelah berputar mengelilingi komplek perumahannya Aping tak mendapatkan pohon mangga yang sedang berbuah dia kemudian menelepon sekertaris Obi barangkali dia tahu ada pohon mangga yang sedang berbuah, tak ketinggalan juga dia mengirim di grub chatnya dengan teman-temannya barangkali ada bisa membantunya.
"Astaga sulit banget sih nyarinya?" keluh Aping dua jam setelah berkeliling mencari pohon mangganya yang tak berhasil dia temukan.
Satu pesan masuk dari sekertaris Obi yang memberitahukan bahwa ada satu pohon mangga di depan kontrakan Alzi yang sepertinya berbuah, Aping kemudian segera menelepon sekertaris Obi untuk mengantarkannya ke rumah yang di maksud olehnya itu.
Di persimpangan jalan mereka bertemu, Aping segera masuk ke dalam mobil kantor yang sedang di pakai sekertaris Obi dan membiarkan mobilnya tertinggal begitu saja.
"Dimana rumah itu, cepat bawa aku ke sana Obi!" perintah Aping.
"Baik tuan Aping."
Mereka kemudian segera menuju ke rumah kontrakan Alzi yang tidak jauh dari apartemen Obi, saat tiba di sana Aping menghela napas lega pasalnya pohon mangga itu benar-benar sedang berbuah lebat, sekertaris Obi segera memcari pemilik rumah itu dan meminta izin untuk memberi Aping buah mangganya.
__ADS_1
Mendengar deru mobil yang berhenti di depan rumah yang dia kontrak ini, Alzi memberanikan diri untuk keluar dari rumah melihat siapa pemilik mobilnya.
Tampak sekertaris Obi dan satu pria lagi yang Alzi tak mengenalinya, dia kemudian memberanikan diri menegur sekertaris Obi.
"Tuan Obi," panggil Alzi, sekertaris Obi dan Aping secara bersamaan menoleh ke sumber suara, Aping tampak kebingungan siapa wanita itu, melihat wajah tuannya yang sedang bingung segera sekertaris Obi memperkenalkan Alzi padanya.
"Tuan ini Alzi, dan Alzi ini tuan Aping," ucap Alzi memperkenalkan mereka berdua, keduanya saling tersenyum dan berjabat tangan.
Tiba-tiba handphone Aping berbunyi, tertera nama Ocy di layarnya.
"Halo," ucap Aping saat menerima telepon dari Ocy.
"Apa! jangan dong, kamu tega deh yang," ucapnya lagi merespon telepon di seberang.
"Iya-iya deh jangan ngambek ya," ucap Aping lagi kali ini dengan wajah memelas kemudian telepon di akhiri.
Sekertaris Obi dan Alzi saling memandang heran dengan ekspresi wajah Aping, sejenak sekertaris itu mengetahui siapa yang menelepon tuannya tadi, hanya nona Ocy yang mampu membuat Aping yang biasa bersikap dingin menjadi lemas seketika jika wanita itu sudah meminta sesuatu, maka Aping tak bisa lagi menolaknya.
"Iya tuan," jawab sekertaris Obi sambil mendekat ke arah Aping.
Dengan tetap menjaga image dingin Aping memberikan handphone miliknya kepada Obi.
"Tolong video kan saya naik pohon ini!" perintah Aping pada sekertarisnya, dalam hati Obi menahan tawa, seorang presdir sukses seperti Aping harus rela memanjat pohon hanya demi buah mangga permintaan istrinya.
"Istri ngidam lah kelemahan tuan Aping," batinnya.
"Baik tuan," ucap Obi sambil merekam Aping yang mulai memanjat pohon mangga itu, baru sampai di dahan pertama cobaan datang untuk Aping, banyak semut rangrang menyerangnya, menggigit apapun yang bisa di gigit dari tubuh putih mulus Aping, membuatnya menjadi merah-merah seketika, Aping yang kebetulan hanya mengenakan celana pendek dan kaos tak bisa mengelak dari mereka.
"Argh sialan semut-semut ini!" teriak Aping, namun dia tetap harus melanjutkan mengambil buah mangga, hingga tiga buah sekaligus Aping memetiknya, dengan cepat dia segera turun dari pohon, sekertaris Obi yang telah selesai merekam video tuannya memanjat pohon membantu Aping membersihkan semut-semut di punggungnya.
Alzi yang melihat keduanya segera menghampiri dan memberikan minyak oles untuk meredakan sakit bekas gigitan semut itu, Aping merutuk dalam hati ngidam istrinya yang membuatnya menjadi seperti ini.
__ADS_1
"Udah kita balik ke rumah," ucap Aping sambil menggaruk kulitnya yang tampak memerah.
"Baik tuan," ucap sekertaris itu, setelah berpamitan kepada Alzi dan pemilik pohon mangga itu mereka akhirnya kembali ke rumah Aping.
Sampai di rumah Aping menenteng mangga muda yang di inginkan istrinya, sambil masih sesekali menggaruk punggungnya yang tergigit semur rangrang.
Ocy tersenyum kegirangan melihat tiga buah mangga muda yang berada ditangan Aping.
"Wah suamiku udah dapat ya mangga nya, uduh-uduh seger banget kayaknya," ucap Ocy penuh semangat ingin mencicipi mangga muda itu, tanpa melihat bagaimana wajah suaminya yang sukses kemerahan menahan gatal.
"Eh tapi bentar deh ini beneran kan manjat sendiri, mana videonya?" tanya Ocy sambil menyodorkan tangannya ke arah Aping, dengan berat hati Aping memberikan handphonenya ke Ocy agar wanita itu puas dapat melihat dirinya yang sedang memanjat.
Ocy mengambil handphone itu dan melihat videonya, dia tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan Aping yang sedang memanjat pohon mangga.
"Seneng ya lihat suami kayak gitu," ucap Aping sambil cemberut.
"Iya lucu banget kamu Ping," ucap Ocy sambil memegang perutnya akibat terlalu banyak tertawa.
Usai tertawa dia teringat akan mangga muda yang tadi sangat dia inginkan, Ocy kemudian mengupas mangga itu dan mencucinya, satu irisan masuk ke dalam mulut wanita itu.
"Em seger banget!" ucapnya.
Hanya satu iris mangga muda yang di makan oleh Ocy, kemudian wanita itu meletakkan mangga itu di atas meja makan dan meninggalkannya begitu saja.
"Eh kok gak di habisin?" tanya Aping heran, tadi katanya pengen banget abis ada mangganya gak di makan.
"Udah nyicipin aja, udah cukup kok Ping," ucap wanita itu tanpa merasa berdosa.
Gubrak.
Aping ingin sekali menjungkalkan dirinya ke atas gundukan lumpur agar sekalian wajahnya tak berbentuk, melihat penderitaannya hari ini mengambil buah mangga ,dan itu hanya di makan satu irisan saja.
__ADS_1
"Maha benar ibu hamil di dunia ini," batin Aping nelangsa.