
"Aaaaaaaargh!" Ocy berteriak sejadinya. Tangannya bergetar hebat. Tubuhnya seketika lunglai. Aping yang mendengar itu segera berlari ke kamar Ocy.Melihat Ocy yang terduduk lemas di toilet kamarnya.
Aping menghampirinya.
"Lo kenapa?" memegang pundak Ocy.
Ocy berbalik menghadap ke Aping. Seketika Aping tertegun menyaksikan wajahnya Ocy.
"Udah kayak valak aja muka ni bocah."
"Liat itu ping," Ocy menunjuk ke arah cermin di toiletnya. Aping mendekat ke arah cermin itu dan matanya melotot melihat tulisan dengan tinta darah di sana.
Tunggu giliran mu satu persatu kalian akan mati.
Aping segera memeluk Ocy, entah siapa yang melakukan itu. Pasalnya hanya ada Aping Ocy dan dua orang lainnya di rumah ini.
"Lo tenang aja gue di sini sama lo," sambil menggenggam erat tangan Ocy agar mengikuti langkahnya.
"Lo harus sarapan dulu kita harus ke sekolah."
Ocy menurut mereka sarapan dalam diam dan tak henti - hentinya Aping memikirkan siapa yang melakukan teror itu.
"Gue harus bergerak cepat tapi gimana caranya gue dapetin bukti - bukti nya."
Ocy menatap Aping penuh tanda tanya,keduanya saling beradu dengan pikiran masing - masing.
__ADS_1
****
"Ping gue takut," Ocy menggenggam tangan Aping erat sedari mereka turun dari mobil.
Ya demi keamanan Ocy mereka membawa mobil Ocy untuk ke sekolah. Aping juga memasang CCTv di beberapa tempat di rumah Ocy tanpa siapapun yang tahu.
"Lo tetap tenang saat ada seseorang yang mencurigakan lo langsung omong ke gue."
Ocy mengangguk.
"Dan satu lagi lo sepulang sekolah ikut gue."
"Mau kemana Ping?"
"Nanti juga tahu."
Saat di kelas Aping mengumpulkan trio dodol.
Dengan satu gerakan jari telunjuk Aping mereka ber hambur mendekat ke meja Aping.
"Kalian harus bantu gue," ucap Aping tanpa basa - basi. Ketiga temannya itu saling pandang tak percaya.
"Lo gak salah minta bantuan?" Begitu kira - kira isi tatapan mereka.
"Lo gak salah orang sekuat lo minta tolong ke kita?" Cen malah bercanda.
__ADS_1
Pletaak
Aping segera menjitak kepala Cen
"Aduuuh sakit Ping!" mengusap kepalanya.
"Gue serius ada seseorang yang sengaja mengincar Ocy dan gue rasa mungkin orang yang sama yang nge bunuh ibu gue," Aping menghela napas mengingat ibunya.
"Terus kita harus lakuin apa buat lo?" Zai segera mengalihkan pembicaraan agar Aping tak sedih mengingat ibunya.
"Gue mau kalian mengawasi gerak - gerik Kiran."
"Kok Kiran apa hubungannya dengan dia?" Geo berbisik agar tak ada yang mendengar pembicaraan mereka. Sebenarnya pagi itu hanya ada mereka berlima di dalam kelas Ocy Aping dan trio dodol.Karena masih terlalu pagi untuk anak - anak lain berangkat sekolah.
"Gue curiga sama dia setelah gue campakin dia kemarin, kemungkinan dia dendam sama orang - orang yang deket sama gue," ucap Aping .Ketiga temannya mengangguk paham. Ocy menatap empat serangkai itu penuh tanya dari tempat duduknya.
"Tapi gue rasa dia tidak sendiri," imbuh Aping.
"Maksud lo?" Cen menyelidik.
"Pasti ada orang dalam yang mencoba ikut campur dari pihak pengincar keluarga Ocy, gue sih belum ada bukti apa-apa tapi gue pasti akan menemukannya," wajah Aping terlihat sangat dingin.
"Gue jadi ngeri Ping liat lo jadi gini," Zai bergidik ngeri melihat Aping yang penuh ambisi itu.
Tuuuuk.
__ADS_1
Kali ini dahi Zai yang kena jentikkan kuat Aping.
Zai mengumpat dalam hati sambil menahan sakit di dahinya.