Aping

Aping
Sisi lain


__ADS_3

Aping sendirian di rumahnya sudah tiga hari ibunya belum kembali dari rumah neneknya.


Usai ber beres Aping berangkat bekerja.


Ya cowok yang sering di sebut kerempeng ini kerja part time usai pulang sekolah. Dari pukul 5 sore sampai 10 malam setiap harinya dan libur di weekend terakhir setiap bulan. Dia bekerja di sebuah toko grosir yang menjual aneka makanan froozen food.


Lumayan dari hasil bekerjanya dia bisa membantu ibunya yang menjadi singgle parent sejak Aping usia sepuluh tahun. Sejak kejadian enam tahun silam yang merenggut kebahagiaan Aping dan ibunya. Ayahnya mengalami kecelakaan dalam bekerja. Dan meninggalkan mereka untuk selamanya. Hanya ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan kue keliling komplek.


Dan sejak kejadian itu Aping lebih banyak diam. Jarang sekali dia tertawa lepas. Ibunya merasa iba dengan keadaan Aping saat ini.


"Ping sini gantiin mb bentar ya banyak pelanggan yang dateng nih," pinta Sisi pemilik toko tempat bekerja Aping. Setelah Aping tiba di tempat kerja.


Dengan cekatan Aping melayani para pelanggan yang berjubel setiap hari datang ke toko itu. Tak banyak bicara tapi Aping menjadi idola para pembeli. Banyak ibu - ibu anak gadis bahkan nenek - nenek tak luput meliriknya. Entah pesona apa yang ada dalam diri Aping. Hingga membuat pemilik toko berdecak kagum. Setelah memperkerjakan Aping setahun lalu pelanggannya semakin banyak. Mungkin Aping membawa keberuntungan untuk toko milik Sisi.


"Aping - Aping heran deh mb sama lo kok bisa ya mereka kesengsem sama lo? muka ya gitu - gitu aja.Gak ada ganteng - gantengnya," ledek Sisi setelah pelanggan agak sepi.


Aping cuma nyengir mendengarkan celotehan cewek yang udah di anggap kakak itu oleh Aping.

__ADS_1


"Jangan - jangan lo pakai pelet ya Ping?" tuduh Sisi penuh dengan kekejaman.


" Serah mbak aja deh mau bilang apa yang penting mbak seneng." Aping pasrah dia aja gak tahu kenapa cewek - cewek itu pada ngelirikin dia.


Sadar diri sih di lihat dari sisi mana aja Aping tak ada istimewanya. Malah terlihat buluk jika di perhatikan.


Sisi tertawa terbahak - bahak mendengar jawaban Aping. Puas rasanya ngeledek si Aping itu.


Pukul sembilan malam pelanggan mulai sedikit sepi. Aping dan Sisi bisa beristirahat sejenak. Tiba - tiba dari arah depan muncul cewek berkulit putih bodynya jangan di tanya. Aduhai cin. Ehh


"Nah loh si singa ngapain di sini?" Ocy membatin. Ya cewek itu Ocy teman sekelas Aping. Mereka saling tatap tanpa berbalas senyum.


Ocy mengambil beberapa frozen food dan berjalan ke arah kasir untuk membayarnya. Dan taraaa


Ternyata Aping yang bekerja di sana.


"Berapa?" Ocy jutek.

__ADS_1


"Lima puluh tiga ribu," tak kalah juteknya.


"Lo ngapain sih di sini?" Ocy keceplosan.


"**** banget sih jelas - jelas dia kerja. Masih nanya pula"


"Kerja." Singkat padat dan jelas.


Ocy berlalu setelah selesai membayar belanjaannya.


Toko mulai tutup sedikit awal.Itu artinya Aping bisa segera pulang.Sebelum pulang Aping mampir ke warung nasi goreng. Membelinya seporsi karena ibunya belum pulang jadi tidak ada yang memasakkan nya.


Jika harus masak sendiri paling mentok bisanya masak mie instan sama air doang.


Itupun kadang pancinya gosong.


Aping menikmati nasi goreng yang sudah matang itu dengan lahap. Sambil sesekali melihat jalanan kota yang tak pernah lekang oleh malam. Selalu ramai.

__ADS_1


__ADS_2