Aping

Aping
Tersesat


__ADS_3

Ocy dan Aping berjalan menyusuri hutan di tengah gelapnya malam hanya bermodal senter yang Aping bawa tadi siang di tas punggungnya. Mereka menyusuri jalan setapak tapi sampai dua jam belum juga bertemu dengan rombongan mereka.


"Berhenti deh Ping," ucap Ocy menghentikan Aping karena kakinya terasa lelah.


"Capek?" tanya Aping melihat Ocy memegang kakinya. Ocy mengangguk.


"Dari tadi kita udah jalan dua jam an tapi gak sampai - sampai sih Ping?" Ocy mulai merajuk.


"Kayaknya kita tersesat deh," ucap Aping santai.


"Hah masak iya sih kita tersesat gimana dong?" Ocy mulai takut.


"Gimana lagi nunggu sampai pagi lah."


"Gak mau gue," sambil jalan mendahului Aping.


"Terserah lo kalo mau lebih jauh tersesatnya."


Mendengar ucapan Aping Ocy kemudian berbalik dan menatap Aping.


"Trus kita tidur di sini malam ini?" Ocy bergidik ngeri membayangkan sesuatu mendekatinya jika tidur di hutan malam ini.


"Heemm dimana lagi," ucap Aping santai.


"Sini aja kayaknya agak bersihan," sambil mengambil cadangan tenda di ransel Aping.


"Lo sempet - sempetnya bawa kayak gitu Ping?" tanya Ocy heran.


"Sedia payung sebelum hujan."


Ocy mengangguk dalam hati dia memuji kepintaran cowok di depannya ini.

__ADS_1


"Lo emang istimewa Ping meski gak ganteng lo punya pemikat yang baru gue sadari kali ini." Batin Ocy namun segera dia menggelengkan kepalanya telah memuji Aping dalam hati.


"Udah kagumnya?" ucap Aping yang sukses membuat Ocy gelagapan, seolah dia mengerti isi pikiran Ocy.


"Apaan sih?" Ocy mengelak.Jika saja bukan malam mungkin rona wajah merahnya kelihatan oleh Aping.


"Lo gak ngantuk?" Aping menatap Ocy yang diam membisu di depannya.


"Ngantuk lah trus gue tidur di mana?"


Aping menunjuk tendanya.


"Lo dimana?" Ocy bertanya lagi.


Aping menunjuk kembali tendanya.


"Hah kita tidur bareng maksud lo?"


"Ogah Ping."


"Terserah lo kalo mau ketemu mbak kunti di luar situ." Aping tersenyum puas melihat Ocy ketakutan.


"Iya deh iya tapi awas lo macem - macem,"


sambil memberi kepalan tangan ke arah Aping dan masuk ke dalam tenda.


"Gue gak ada gairah sama lo," mengikuti Ocy masuk tenda.


"Jangan - jangan lo suka sama cowok ya?" Ocy nyari gara - gara.


"Dasar cewek aneh lo kira gue apaan, gue masih normal kali tapi bukan lo juga yang gue mau," ucap Aping yang terasa aneh di hati Ocy.

__ADS_1


"Jadi gue bukan tipenya?" batin Ocy.


Mereka kemudian masuk kedalam tenda dan menutup pintunya. Mereka segera merebahkan dirinya karena rasa lelah ditubuhnya. Tiba - tiba tangan Aping memeluk tubuh Ocy dari belakang.


"Ping."


"Udah tidur aja gue gak bakal macem - macem gue cuma jagain lo."


"Eh iya." Ocy tersenyum mendengar ucapan Aping kemudian mencoba menutup matanya.


Malam ini udara sangat dingin.


"Lo harus bisa nahan diri Ping dia cewek yang harus lo jaga," batin Aping menahan sesuatu di bawah sana menegang.Gimana tidak Aping cowok normal meski begitu dia berprinsip menjaga kesucian wanita yang berada disampingnya. Karena Aping ingin suatu saat berjodoh dengan wanita yang menjaga kesuciannya, sama seperti Aping menjaga keperjakaannya untuk orang yang tepat.


Cahaya matahari terselip di antara pepohonan pagi itu. Aping terbangun dari tidurnya dan menatap jam di tangannya sudah pukul tujuh pagi. Menatap Ocy yang masih tidur di sampingnya.


"Lo manis Cy kalo lagi tidur, beda banget pas lo melek."


Aping membangunkan Ocy.


"Bangun Cy udah pagi."


Ocy membuka matanya.


"Iya Ping."


"Lap tuh iler lo."


Ocy mengelap ujung bibirnya.


"Gak ada kok iler nya , ah dia ngerjain lagi."

__ADS_1


Ocy menatap kesal Aping lagi - lagi dia sukses jadi korban buli nya Aping.


__ADS_2