Aping

Aping
Enyahlah kalian!


__ADS_3

Kiran tak menghiraukan teriakan Aping. Tangannya masih memegang pisau yang diarahkan ke leher jenjang Ocy. Matanya penuh dengan dendam membara. Ocy menelan salivanya dengan susah payah,sedikit saja dia bergerak sudah bisa di pastikan lehernya akan putus.


"Lo tahu Ping, gue sangat cemburu liat lo sama dia?" Kiran menatap Aping.


"Tapi bukan hanya itu gue mau menghabisi kalian, lo tahu siapa pria yang lo selamatkan itu," Kiran menunjuk arah pak Jaya.


"Dia orang yang paling gue dan ayah benci, dia telah merebut semua yang gue punya termasuk ibu gue yang ninggalin ayah buat dia."


"Maksud lo mama gue?" tanya Ocy bingung dengan semua perkataan Kiran.


"Ya mama lo itu wanita paling jahat di dunia ini!" sentak Kiran.


"Jadi kalian yang bunuh tante Elin?", tanya Aping kali ini.


"Gue gak bunuh wanita itu,kita sebenarnya ngincar dia, sayangnya wanita itu ngelindungi dia ya udah lebih baik satu pergi daripada tidak sama sekali," ucap Kiran sambil tersenyum menunjuk pak Jaya.


Hati Ocy terasa panas mendengar ucapan Kiran tentang mamanya. Dia tidak percaya bersaudara dengan iblis seperti Kiran.Tanpa terasa air mata Ocy mengalir begitu saja.


Melihat ke arah papanya,Ocy tak percaya papanya tega merebut mama dari ayahnya Kiran. Dia benar-benar tidak tahu menahu tentang masa lalu kedua orang tuanya.


Pak Jaya mulai tersadar dari pingsannya,dia menatap ke arah Aping dan Ocy secara bergantian. Melihat Ocy yang kini dalam bahaya,dia ingin menyelamatkannya.

__ADS_1


"Lepaskan putriku!" teriak pak Jaya.


"Papa," ucap Ocy ingin memeluk pak Jaya namun Kiran semakin erat menggenggam lengannya.


"Jangan coba-coba bergerak kalau mau lehermu tetap mulus," Kiran tak main-main dengan ucapannya. Aping bingung dengan keadaan ini,jika dia menyerang kedua pria itu maka Kiran akan nekat menghabisi Ocy. Sejenak dia memikirkan cara untuk menyelamatkan Ocy. Aping melihat pak Jaya berdiri di dekatnya,meski tubuhnya penuh luka dia masih bisa berdiri kokoh.


"Lepaskan dia! apapun yang kalian mau pasti akan saya beri tapi jangan lukai putriku?" pak Jaya memohon agar Kiran melepaskan Ocy.


"Hahahaha!" tawa Kiran memenuhi ruangan itu.


"Menuruti semua keinginan kami !?" Kiran menatap pak Jaya.


"Keinginan kami hanyalah melihat kalian semua mati!" Kiran dan kedua orang itu tertawa bersama. Melihat sedikit celah Aping dengan gerakan cepat meraih tubuh Kiran dan juga pisau yang dia pegang. Seketika keadaan berbalik,Ocy terlepas dan berlindung di belakang tubuh Aping.


Aping memberi kode pak Jaya untuk mengikat kedua pria itu dengan tali yang mengikatnya tadi.


"Jangan melawan!,lihatlah pisau ini sudah siap mengenai lehermu!" ucap Aping lagi.


"Ping gue tahu lo gak akan lakuin itu,lo masih sayang kan sama gue?" Kiran memohon kepada Aping.


"Sayang? Sejak kapan kata itu muncul di mulutku hah!" Aping menyeringai.

__ADS_1


Melihat pak Jaya telah selesai mengikat keduanya. Aping meminta Ocy membantunya mengikat Kiran. Kini ketiganya telah terikat.


"Keluarlah kalian!" perintah Aping. Ocy dan pak Jaya tidak tahu siapa yang di maksud Aping. Tiba-tiba beberapa polisi muncul dari luar ruangan.


"Sialan lo Ping!" teriak Gres yang mengetahui polisi datang menangkap mereka.


"Heh jangan main-main sama gue!" Aping tersenyum puas,diam-diam dia menghubungi polisi sebelum dia sampai di rumah kosong itu. Memberi perintah agar para polisi tetap bersembunyi sebelum Ocy dan pak Jaya berhasil Aping selamatkan.


"Tangkap mereka pak dan jebloskan ke penjara dengan pasal berlapis,pastikan mereka tidak ada yang membebaskannya." Aping menatap kearah ketiga musuhnya yang sudah terborgol itu. Mereka di giring menuju mobil polisi di depan rumah.


"Gue bakal balas lo Ping!" teriak Kiran. Aping tak lagi menggubris,dia menghampiri Ocy dan pak Jaya.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Aping.


"Terima kasih nak Aping,kami berhutang nyawa padamu?" pak Jaya hendak bersujud di kaki Aping. Namun seketika Aping menarik tubuh pak Jaya dan memeluknya.


"Jangan seperti itu pak,saya hanya menjalankan tugas yang bapak berikan saja," pak Jaya terharu dengan kebaikan hati Aping kepada keluarganya,tanpa terasa air mata merembes di sudut matanya.


Tiba-tiba tubuh Aping melunglai dan berangsur jatuh ke bawah lantai. Pak Jaya tak mampu menopang tubuh itu,Aping telah pingsan.


"Aping lo kenapa?" tanya Ocy yang panik melihat Aping pingsan.

__ADS_1


"Cepat kita bawa ke rumah sakit." Pak Jaya dan Ocy membopong tubuh Aping,terdapat darah di bagian belakang kepalanya. Sepertinya saat pertarungan tadi dia di hantam benda keras oleh Gres. Tapi Aping bisa menahannya hingga Ocy dan papanya selamat.


"Kenapa lo gak pernah mikirin keselamatan lo sendiri Ping," batin Ocy melihat keadaan Aping yang lemah. Mereka dengan segera membawanya ke rumah sakit.


__ADS_2