Aping

Aping
Les Privat


__ADS_3

Jam istirahat telah tiba Aping dan teman - temannya pergi ke kantin bersama.


"Duh frustasi gue baru hari pertama udah dapet tugas Matematika kayak gini." Geo mengacak wajahnya frustasi. Dengan IQ nya yang pas-pasan otak Geo mendidih bila melihat soal-soal yang berkaitan dengan Matematika. Momok bagi sebagian siswa seperti dirinya dan dua temannya Zai dan Cen.


"Ini berat bro buat lo aja gue gak sanggup," Cen berucap layaknya D*l*n dalam mode melas ke arah Aping.


"Kok kalian gak coba belajar sama Aping?" tanya Ocy lebih tepatnya seperti memberi ide kepada trio dodol. Serentak ketiganya menatap ke arah Aping. Meminta si empunya tubuh untuk memberi mereka bantuan. Aping melirik sekilas ke arah tiga temannya dan berakhir dengan menatap tajam ke arah Ocy.


Merasa dalam ancaman Ocy memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Ayolah Ping?" dengan wajah memelas Geo memohon.


"Ogah." Aping masih menatap tajam Ocy. Ucapannya adalah ide yang buruk. Karena percuma ketiga sahabatnya itu dia bimbing. Satu persen pun sulit untuk masuk ke dalam otak mereka.

__ADS_1


"Ping," Cen juga memelas di ikuti Zai dengan tatapan yang sama.


Aping menghela napas panjang. Tugas yang sangat berat merubah tiga sahabatnya ini menjadi makhluk yang benar. Bukan hal sulit tentang pelajaran Matematika bagi Aping. Namun penyerapan yang lambat dari otak tiga temannya yang membuat dia ogah membantu.Di sisi lain dia juga tak tega melihat ketiganya kesulitan.


"Oke besok kalian ke rumah Ocy, kita belajar bersama di sana." Aping akhirnya mengalah empat mulut lawan satu, Aping pasti kalah. Jika beradu otot dia ahlinya,namun jika harus beradu mulut dia lebih baik mundur. Baginya diam lebih nyaman daripada berbicara yang tidak penting.Ketiganya tampak antusias dengan jawaban Aping.


"Lo emang teman terbaik kita Ping," ucap Geo dengan mata berkaca-kaca.


Aping menatapnya jijik melihat wajah Geo yang hampir menangis terharu.


"Hai boleh ikut gabung nggak?" Viko tiba-tiba berdiri di dekat meja mereka.


"Oh boleh kok," ucap Ocy santai. Aping dan teman-temannya menatap heran ke arah Viko.

__ADS_1


"Makasih ya." Viko duduk di samping Ocy dengan membawa semangkok bakso. Mereka larut menikmati makanan mereka masing-masing. Sesekali Viko melirik Ocy dengan ekor matanya. Aping menatap ke arah Viko yang fokus ke arah Ocy. Membuat Aping menjadi geram.


"Udah yuk balik kelas," Aping menarik lengan Ocy.


"Eh bentar dong Ping gue belum selesai minum nih," Ocy tampak protes dengan aksi Aping. Dengan segera dia meminum jusnya dan segera mensejajari langkah Aping. Trio dodol pun mengikuti mereka.


"Kita duluan ya Vik," ucap Ocy pada Viko. Dia tidak enak meninggalkan Viko yang belum selesai makan itu. Viko hanya tersenyum kecut memandang kepergian Ocy. Tangannya mengepal kuat membuat garpu yang dia pegang menjadi bengkok. Matanya tak lepas menatap Aping.


"Siapa sih dia seenaknya narik Ocy?" batin Viko.


Di dalam kelas Ocy menepis tangan Aping yang memegangnya.


"Lo kenapa sih Ping kasihan tu si Viko di tinggal sendirian?"

__ADS_1


"Bodo amat gue males deket dia," ucap Aping santai.


Ocy menatap heran sikap Aping yang tak seperti biasanya sejak kehadiran Viko.


__ADS_2