Aping

Aping
Pesta Pertunangan


__ADS_3

Ocy segera turun dari motor Aping dan berjalan meninggalkannya. Aping melihat keanehan pada Ocy. Segera dia mengikuti langkahnya. Aping menahan tangan Ocy, hingga langkahnya terhenti.


"Lo kenapa sih Cy?" tanya Aping. Ocy masih diam tanpa ingin membalasnya.


"Lo marah soal gue gak balas chat lo kemarin?" Aping menatap tajam Ocy.


"Gak gue gak kenapa - kenapa kok," Ocy mulai menguasai diri.


"Gue gak mau aja ganggu lo," imbuh Ocy.


"Lo cemburu sama kak Nisa?" pertanyaan Aping sukses membuat Ocy membeku.


"Apaan sih lo itu bukan tipe gue ngapain gue cemburu, lo mau sama siapa aja gue gak peduli," ucap Ocy,sejenak dia mengumpat dalam hati kenapa malah kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.


"Dasar bodoh lo Cy," batin Ocy.


Aping terdiam, entah kenapa ada rasa yang menggelitik di hatinya. Sedikit kecewa mendengar ucapan Ocy. Menatap punggung Ocy yang mulai menjauh darinya.


Aping berjalan gontai ke dalam kelas. Di lihatnya Ocy yang diam di bangkunya tanpa sedikitpun menoleh saat Aping melewatinya.


Trio dodol menatap heran sahabatnya itu. Dan menghampiri Aping.


"Lo kenapa Ping muka di tekuk melulu?" tanya Cen.


"Iya Ping lo gak papa kan?" Geo ikut nimbrung.


Zai menatap Aping dan menunggu jawabannya.


"Gue gak papa kok cuma lagi kecapekan aja,"


ucap Aping malas menanggapi ketiga sahabatnya.


"Selamat pagi anak-anak," suara pak Han menggelegar membuat semua siswa kembali ke tempat masing-masing.

__ADS_1


*****


"Cy." Aping menatap Ocy, kedua pasang mata itu beradu.


"Heem," ucap Ocy malas.


"Lusa sore ikut gue," Aping tanpa basa-basi.


"Ngapain sih Ping?" Ocy heran tiba-tiba Aping mengajaknya.


"Nurut aja ntar gue jemput lo," ucap Aping kemudian meninggalkan Ocy di depan rumahnya. Ocy hanya terdiam.


Hingga waktu yang telah di tentukan tiba,Ocy menatap dirinya di pantulan cermin.


"Sempurna." Ocy tersenyum ternyata dirinya cantik juga.


Ting tong suara bel rumah berbunyi Ocy bergegas untuk membukanya.


"Ping." Panggil Ocy yang melihat Aping membelakanginya. Aping berbalik.


"Gue baru sadar lo cantik banget Cy," batin Aping.


Ocy yang juga menatap Aping dengan penampilannya yang berbeda. Sedikit terpesona.


"Sebenarnya lo gak jelek-jelek amat Ping kalo mau merubah penampilan lo." Pikir Ocy sambil tersenyum menatap Aping.


"Jangan mulai senyum-senyum sendiri deh Cy,yuuk cabut?" ajak Aping sambil menggandeng lengan Ocy.


Ocy tersipu malu ternyata Aping tahu kalo Ocy tersenyum sendiri. Mereka melaju ke gedung dimana acara di laksanakan.


"Ngapain kita ke sini Ping?" tanya Ocy heran.


"Hadirin undangan temen gue yang lagi tunangan," ucap Aping santai sambil merapikan baju dan rambutnya.

__ADS_1


"Hah Lo kok gak bilang Ping?" Ocy merasa sungkan pasalnya dia tak kenal siapa teman Aping itu.


"Udah yuk masuk," ajak Aping sambil menggandeng tangan Ocy.


Mereka sangat serasi berjalan di atas karpet merah menuju ke tempat dua sejoli yang sedang berbahagia itu.


"Aping," panggil kak Nisa disampingnya ada seorang cowok yang Ocy tak tahu.


Aping tersenyum dan berjalan kearahnya.


"Selamat ya kak Nisa dan bang Mikko akhirnya kalian bertunangan juga," ucap Aping memberi selamat.


"Iya Ping makasih ya?" Mikko memeluk Aping.


"Oh mana pasanganmu Ping?" tanya Mikko tiba-tiba selepas memeluknya.


Aping menatap Ocy. Mikko mengerti arti tatapan itu.


"Wah cantik juga selera lo."


"Apaan sih bang dia temen gue, kak Nisa tu yang maksa gue buat bawa pasangan."


Mikko dan Nisa terkekeh.


"Ocy sini kenalin ini bang Mikko tunangannya kak Nisa," ucap Aping memperkenalkan Mikko.


"Gue bang Mikko," ucap Mikko.


"Gue Ocy bang oya selamat ya buat pertunangan kalian?" mereka saling berjabat tangan.


"Makasih ya," ucap Mikko dan Nisa.


"Ternyata gue salah paham tentang kak Nisa dan Aping." Ocy merasa bersalah telah mengira Aping cowok gampangan.

__ADS_1


"Ya udah kalian nikmati pestanya ya kita mau nemuin tamu yang lain dulu," kak Nisa pamit undur diri di ikuti bang Mikko.


"Iya kak," ucap Aping.


__ADS_2