
Tok tok tok.
Aping mengetuk pintu kamar Ocy. Dari dalam Ocy membukanya. Setengah malas menatap Aping.
"Ngapain ke sini?" Aping tak perduli langsung masuk kamar Ocy dan berbaring di ranjang Ocy.
"Kunci pintunya," perintah Aping.
"Lo gila apa beneran mau tidur di sini?" sergah Ocy.
"Tergantung lo masih mau bernafas atau nggak besok?" Ocy menelan ludahnya.
"Maksud lo?"
Aping beranjak dari tidurnya. Duduk di dekat Ocy.
"Lo udah baca kan surat tadi dia itu ngincar elo dan gue yang baik hati ini mencoba menjaga lo dari bahaya, sebaiknya kunci pintu dan jendela kamar lo ini tanpa terkecuali."
Ocy melakukan perintah Aping meski dia sedikit takut bila harus tidur bersama seorang cowok apalagi itu Aping.
"Lo gak usah mikir gue bakalan aneh-aneh ke lo," tegas Aping saat melihat tatapan Ocy.
"Iya - iya dasar cerewet lo tidur di sana noh," menunjuk sofa di kamar Ocy sambil melempar bantal ke muka Aping. Aping menghampiri sofa itu dan membaringkan tubuhnya di sana.
"Ocy," panggil Aping.
"Hemm," Ocy malas menanggapi.
__ADS_1
"Lo ada foto orang di masa lalu lo itu?"
"Buat apa?"
"Barangkali bisa jadi petunjuk," ucap Aping santai. Namun tidak dengan Ocy mengingat orang di masa lalunya sama saja membuka kembali luka lama.
"Gue udah bakar semua fotonya."
"Payah segitunya lo sakit hati."
Ejek Aping.
"Kayak lo gak pernah ngalamin aja?"
Ocy tak mau kalah.
"Beda cerita."
Tak ada lagi sahutan, keduanya mulai terlelap di tempatnya masing - masing.Satu jam kemudian saat jam menunjukkan pukul 11 malam.
Tap tap tap.
Aping membuka matanya mendengar suara sepatu menapak lantai. Aping bangun dan mengintip di balik jendela kamar Ocy. Tak ada siapapun di luar. Dengan cepat Aping membuka laptopnya dan melihat dari CCTv yang telah dia pasang di beberapa tempat. Terlihat sosok menggunakan kain serba hitam memasuki ruang dapur. Aping segera beranjak namun kali ini dia tak bisa meninggalkan Ocy sendiri. Akhirnya dia mengunci kamar Ocy dari luar.
Aping dengan mengendap - ngendap menuruni tangga menuju arah dapur mencari sosok yang tadi dia lihat. Dengan segera Aping menyalakan lampu di dapur.
Dan bruuuuk Aping menendang penyusup itu hingga tersungkur dan dengan gerakan cepat Aping mengunci gerakannya. Penyusup itu meronta namun tenaganya kalah cepat.
__ADS_1
"Siapa lo?"
Tak ada sahutan.
Dengan segera Aping membuka penutup wajah penyusup itu.
"Lo siapa? Ngapain lo menyusup ke rumah ini."
"Hahahaha," pria itu malah tertawa kencang.
"Lo yang ngelakuin semuanya ini?" ucap Aping penuh kemarahan.
"Gue gak peduli sama lo gue mau Ocy mati," ucapnya tanpa rasa takut dia yang mati malam ini karena berurusan dengan Aping.
Pria itu mencoba melepaskan diri dari Aping namun dengan segera Aping memukul tengkuknya dengan siku tangannya. Pria itu jatuh tak sadarkan diri. Dengan cepat Aping mengikatnya di sebuah kursi di dalam salah satu kamar kosong rumah itu.
Aping segera berlari ke kamar Ocy dan membukanya. Di tatapnya teduh wajah Ocy yang sedang tidur dan pelan membangunkannya.
"Ocy bangun."
Sambil mengguncang tubuh Ocy.
Ocy terbangun karena merasa seseorang menyentuhnya.
"Aping ada apa?" tanya Ocy dalam kebingungan karena muka Aping tersirat sejuta makna.
"Ikut gue," sambil menarik lengan Ocy.
__ADS_1
"Kemana sih?" protes Ocy yang masih merasa ngantuk malah di ganggu tidurnya.
"Gue tunjukin sesuatu ke lo."