Aping

Aping
Teka -teki


__ADS_3

Aping berjalan ke arah kamar ruang tamu di rumah Ocy. Tubuhnya sangat lelah ingin segera membasuhnya dengan air. Ocy pun berjalan menuju kamarnya. Sebelum keduanya membuka pintu kamar.


"Ping" panggil Ocy. Mereka saling menatap.


"Kenapa Cy?" dengan expresi datarnya.


"Menurut lo mungkin gak semua ini ulah seseorang di masa lalu gue?gue gak terlalu yakin tapi-" Ocy menggantung kalimatnya. Terlihat dia ragu untuk mengucapkannya.


"Tapi kenapa?" selidik Aping.


"Tapi setau gue dia udah tinggal di luar negeri dan gak pernah kembali beberapa tahun ini."


"Lo nyakitin dia?"


"Gue gak yakin juga gue yang nyakitin dia gue juga ngerasa sakit hati sama dia."


Kali ini Aping tak menyahut, kediamannya membuat Ocy salah tingkah. Hingga beberapa detik kemudian.


"Mending lo mandi deh baunya sampai hidung gue," ucap Aping santai sambil menutup lubang hidungnya.


"Lo!" menunjuk Aping.


"Kurang ajar banget lo ya Ping!" sambil melempar tas sendal sepatu sama rak sepatunya sekalian yang ada di depan pintu kamar Ocy ke arah Aping. Ocy geram dengan ucapan Aping.


Aping hanya tersenyum mengejek dan segera masuk ke dalam kamar. Menyelamatkan diri.

__ADS_1


"Awas lo ya Ping gue santet lo!" dengan napas terengah - engah Ocy meluapkan segala kekesalannya.


"Dasar cewek bar - bar," Aping berucap di balik pintu.


Mereka kemudian membersihkan diri masing - masing. Dan karena tak ingin tercium bau lagi Ocy dengan sengaja memakai sebotol penuh sabun cairnya di tambah dengan wangi - wangian khas lainnya.


"Ngapain juga gue pake gini - ginian gara- gara tu orang gue jadi ikutan gila gini. Dasar udik." Ocy tak henti - hentinya mengumpati Aping.


Di dalam kamar tamu.


"Kok rasanya ada yang ngumpatin gue ya," sambil garuk - garuk kepalanya.


Selesai mandi Aping duduk di ranjang sambil membuka laptopnya yang telah terhubung dengan CCTv tersembunyi Aping.


Saat melihat beberapa gambar yang di tampilkan. Aping melihat seseorang memakai topeng memasuki dapur, Aping mengamati gerak - geriknya. Di waktu yang tertulis dia datang pukul 11.00 itu artinya saat Ocy dan Aping masih di sekolah.Gerak - geriknya mencurigakan seperti sedang menaruh sesuatu di balik piring di meja makan. Dengan segera Aping menutup laptopnya dan berlari ke meja makan. Saat itu Ocy sedang memasak bersama asisten rumah tangganya.


Tanpa menghiraukan ucapan Ocy Aping membuka satu persatu piring yang tertata rapi di meja makan. Dan satu piring terdapat kertas di dalamnya. Piring itu adalah piring di bagian Ocy biasanya makan.Aping segera membukanya, terdapat tulisan yang membuat Aping melotot menatapnya.


Darahmu adalah tujuanku.


Ocy melihat gelagat aneh Aping dan menghampirinya. Sama seperti Aping Ocy pun terkejut bukan main pasalnya Aping menemukan surat teror itu.


"Itu siapa yang lakuin Ping?" Ocy berubah panik.Aping segera menarik Ocy untuk mengikutinya ke dalam kamar Aping.


"Lo ikut gue," dengan segera mereka menuju kamar Aping.

__ADS_1


Aping mengunci pintu dari dalam, Ocy bingung dengan tingkah Aping.


"Lihat ini!" Aping kembali membuka laptopnya dan menunjukkan video orang yang melakukan teror itu. Ocy menatapnya intens.


"Kira - kira lo tau itu siapa?" Aping menatap Ocy. Namun Ocy hanya menggeleng.


"Ping gue takut, apa mending kita pindah aja?"


bujuk Ocy.


"Percuma kita pindah dia pasti mengikuti kita."


"Terus lo mau kita gimana?" Ocy semakin gundah.


"Gue akan cari tahu siapa dia dan selama itu belum terjawab lo gak boleh jauh dari gue malam ini gue tidur di kamar lo."


"Lo jangan macem - macem Ping," Ocy terhenyak dengan ucapan Aping.


"Lo gak usah berpikiran mesum gue juga mikir - mikir kalo niat ngapa - ngapain lo, gue masih waras bisa bedain cewek asli sama cewek bar - bar kayak lo," ucap Aping sambil menonyor dahi Ocy.


"Gue juga ogah di sentuh ama lo," Ocy tak mau kalah.


"Serah lo aja penting lo aman deket gue."


Ocy cemberut.

__ADS_1


"Lo keterlaluan deh ping lo kira gue bukan cewek tulen apa." Batin Ocy.


__ADS_2