Aping

Aping
Kepergian Aping


__ADS_3

Aping merebahkan tubuhnya ke atas ranjang berukuran 180×200 centi meter itu. Tubuhnya terasa lelah,namun hatinya bahagia bercampur gundah. Bahagia karena dia berhasil mengutarakan isi hatinya kepada Ocy, sedangkan menjadi gundah karena besok dia harus meninggalkan Ocy demi meraih mimpinya. Aping menatap langit-langit kamarnya, pikirannya melayang jauh mengingat kenangan bersama Ocy.


"Kenapa gue berat banget buat ninggalin dia?" gumam Aping.


Matanya semakin lelah menatap langit-langit, hingga beberapa menit kemudian Aping telah terlelap.


Sedangkan Ocy masih gelisah dengan pikirannya yang fokus pada kepergian Aping besok. Baru saja dia merasakan bahagia karena perasaannya terbalas oleh Aping,namun dia harus merelakannya pergi jauh dan itu cukup lama.


Ocy mengganti posisi tidurnya berkali-kali namun tetap membuatnya tak urung menutup mata. Hingga satu jam kemudian dia baru bisa tertidur.


Pagi telah tiba, Aping telah selesai bersih-bersih diri dan bersiap-siap untuk pergi ke bandara Soeta.Begitu pula Ocy,Lisa,Felda dan tiga teman somplak mereka ikut bersiap untuk terlebih dahulu ke rumah Aping.


Tin tin.


Ocy dan rombongan telah sampai di depan rumah Ocy. Ada tiga mobil di sana. Lisa dan trio dodol satu mobil,Felda dengan sopir pribadinya dan Ocy juga dengan sopir pribadinya, Ocy segera melangkah turun dari mobilnya menuju rumah Aping, di dalam rumah Aping telah siap dengan satu koper di tangannya. Ocy memandang sendu ke arah cowok kerempeng itu. Sudut matanya tak mampu lagi membendung air yang akan keluar membasahi pipinya.


"Ping," panggil Ocy dengan tatapan sedihnya.


Aping menatap ke arah Ocy, hatinya tak tega melihat wajah sedih itu.

__ADS_1


"Kenapa Cy?" ucap Aping.


"Ayo ke bandara!" ajak Ocy dan segera membalikkan badannya agar tak terlihat menyedihkan di depan Aping, kemudian melangkahkan kakinya menuju mobil. Aping mengikuti langkah gadis di depannya, hatinya merasa bersalah kala harus meninggalkan Ocy.


"Cy," Aping menarik lengan Ocy sebelum mereka sampai di mobil kemudian memeluknya.


"Ping," Ocy menangis dalam pelukan Aping,menumpahkan segala rasa yang ada di hatinya.


"Jangan cengeng dong Cy, bukannya lo cewek bar-bar masak nangis gini sih?" Aping masih sempat menggoda Ocy, gadis itu memukul dada Aping, dan tersenyum.


"Nah gitu dong senyum," ucap Aping lagi sambil menyentil hidung Ocy, dia menghapus air mata Ocy yang membasahi pipinya. Mereka kemudian melanjutkan langkahnya, hingga ketiga mobil mereka melaju menyibak keramaian kota pagi itu menuju bandara.


Aping dan Felda beserta penerima beasiswa lainnya akan melakukan penerbangan pukul sembilan pagi waktu setempat.


Setengah jam sebelum keberangkatan Aping menatap lekat ke wajah Ocy di sampingnya, semua teman yang menyaksikan kedua insan itu hanya menatap sendu. Mereka tahu bagaimana perasaan Aping dan Ocy saat ini.


"Ocy," panggil Aping,Ocy menoleh menatap wajah serius cowok itu.


"Apa lo bisa nunggu gue?" tanya Aping.

__ADS_1


" Gue gak yakin Ping, selama lo gak pernah serius dan jaga hati lo,gue juga gak yakin bisa nunggu lo," ucap Ocy santai, mencoba menyembunyikan perasaannya yang saat ini kacau.


"Jadi kalau gitu lo bisa sama siapa aja yang lo mau selama gue tinggal Cy," Aping tak kalah santai mengucapkan itu.


"Lo yakin bakal iklas gue seperti yang lo ucapkan itu?" tanya Ocy.


"Jawaban gue sama seperti hati lo Cy," jawab Aping.


Hingga waktu penerbangan tiba, Aping melepaskan tangan Ocy yang sebelumnya mereka berpelukan.


"Hati-hati Ping?" Ocy menghapus air matanya dan memaksa bibirnya menyunggingkan senyuman. Aping mengangguk mengiyakan. Teman-temannya juga telah memeluk Aping dan Felda bergantian sebagai salam perpisahan. Mereka menatap punggung Aping dan Felda yang mulai menjauh darinya.


"Aping!" teriak Ocy, Aping membalikkan badannya melihat ke arah Ocy yang tengah berlari kearahnya.


Sekali lagi Ocy memeluk erat tubuh Aping, tak ingin sedikitpun cowok itu lepas darinya. Aping juga membalas pelukan Ocy lebih erat.


"Udah dong Cy, jangan biarin gue berat ninggalin lo," ucap Aping sambil mengelus puncak kepala Ocy. Di tempat trio dodol berdiri mereka saling terharu, hingga Cen yang telah sesegukkan sambil mengelap ingusnya membuat beberapa pasang mata menatapnya jijik termasuk teman-temannya yang sedikit menjauhinya, agar tak menjadi pusat perhatian.


" Lo jahat Ping," ucap Ocy menenggelamkan wajahnya ke dada Aping. Menikmati aroma tubuh cowok itu yang mungkin akan selalu dia rindukan.

__ADS_1


***


***Hai semua gimana ya kalau Aping author tamat kan sekarang? ada yang setuju gak*? 😁😁😁**


__ADS_2