
Ocy berlari ke sana kemari menikmati ombak pantai yang membasahi kakinya. Lisa dan trio dodol pun melakukan hal yang sama. Hanya Aping yang sedang duduk bersantai di pinggir pantai menikmati hembusan angin pantai yang mengacak anak rambutnya. Aping tersenyum melihat tingkah teman-teman nya.
Tawa dan canda mereka saat bermain dengan air laut.
"Ping sini lo!" teriak Cen. Aping tak bergerak, masih santai sambil berbaring di pinggir pantai itu. Menikmati hangatnya mentari yang mulai tenggelam perlahan meninggalkan warna senja di ufuk barat.
Ocy berlari kearah Aping dan menarik lengannya untuk mengikuti mereka berlima. Membasahi tubuh Aping dengan air laut.
Sontak Aping hanya menghela napas dan membalas perlakuan Ocy. Mereka tertawa bersama,berenang di tepi pantai itu. Hingga sunset terlihat begitu indah di penghujung sore.
"Udah yok dingin nih?" Lisa terlihat pucat kedinginan.
"Iya gue juga udah kedinginan," ucap Ocy.
Mereka kemudian kembali ke villa dan membersihkan diri.
"Gue lapar nih lo pada mau makan apa?" tanya Cen sambil memegang perutnya yang keroncongan saat semuanya sudah berkumpul di ruang tengah villa.
"Gimana kalo makan ikan bakar dekat pantai itu,kayaknya ada restoran deket situ deh." Geo mengusulkan idenya.
"Boleh deh sekalian kalau ada menu seafood lainnya." Ocy tampak antusias.
Lisa, Zai dan Aping hanya mengangguk menyetujuinya. Mereka kemudian menuju restoran sea food dekat pantai. Pengunjung di sana lumayan ramai. Segera Geo memesan satu tempat khusus untuk mereka berenam.
Mereka memesan sesuai selera masing-masing. Dan segera menikmati makanan yang telah tersaji.
__ADS_1
"Eeemm enak banget nih lobsternya," ucap Cen sambil memakan pesanannya yang super banyak.
"Dasar rakus makan paling banyak lo!" ucap Zai melihat jijik temannya itu.
"Gue seharian belum makan lah," kilah Cen.
"Belum makan pala lo!" Zai menjitak kepala Cen.
"Udah-udah gak usah bertengkar, lo semua bebas mau nambah apa aja malam ini gue yang traktir," ucap Aping. Serentak semua temannya berhore ria.
"Sering-sering ya Ping?" tanpa dosa Geo mengucapkannya. Mereka tahu bahwa Aping tiap bulan mendapat gaji dari pekerjaannya menjaga Ocy dari pak Jaya. Lumayan besar untuk gaji anak SMA.
Aping menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah udik teman-temannya.Tapi dalam hati Aping sangat bahagia dengan keberadaan mereka. Suatu saat mungkin mereka akan merindukan saat-saat seperti ini.
Usai makan malam mereka kembali ke villa. Karena merasa sangat lelah mereka memutuskan untuk tidur lebih awal.
"Ping lo kok belum tidur?" mencoba menyapa Aping dengan berdiri dan bersandar pada sofa. Tubuhnya membelakangi Aping.
"Belum ngantuk," ucap Aping tanpa menoleh sumber suara di sampingnya.
"Ping," panggil Ocy kembali.
"Hemm," Aping sedikit malas menanggapi.
"Gue boleh ngomong sesuatu nggak?" tanya Ocy.
__ADS_1
"Apa?" Aping masih menyahut.
Ragu-ragu Ocy berbicara.
"Se- se be narnya gu -gu -gue," ucap Ocy terbata-bata,keringat dingin membasahi tangan dan dahinya. Lidahnya sejenak membeku,sulit untuk mengucapkan kata yang telah dia rangkai di dalam otaknya.
"Duh susah amat sih mau ngomong," batinnya.Ocy menarik napas dalam dan menghembuskan nya perlahan.
"Gue suka sama lo," ucap Ocy lega.
Hening.Tanpa ada balasan dari Aping.
Ocy akhirnya membalikkan tubuhnya.Menengok Aping yang berbaring di sofa.Suara dengkuran keluar dari mulut Aping.Ocy menghela lemas,usahanya dari tadi tak ada hasilnya. Aping tertidur,itu artinya dia tak mendengar ucapannya. Ingin rasanya mengacak wajah manusia di depannya itu.
"Bisa gila beneran gue,bodoh bodoh bodoh."
Memukul kepalanya dengan kedua tangannya.
Ocy menyadari kebodohannya telah menyatakan perasaannya. Meski mungkin Aping tak mendengarnya. Seketika Ocy bergegas pergi ke kamarnya. Membalutkan tubuhnya dengan selimut. Mencoba melupakan kekonyolannya malam itu.
Sudut bibir Aping terangkat,membentuk sebuah senyuman,dia belum sepenuhnya tertidur.
"Gue masih denger lo bicara apa Ocy."
Menutup matanya rapat-rapat,merasakan ketenangan malam itu. Aping tak lagi terjaga.
__ADS_1
Dia terlelap dengan hati bahagia.