Aping

Aping
Terjebak


__ADS_3

Ocy menahan napas saat mereka melakukan ciuman itu, hingga Aping tersadar semua itu tak benar, dia menyayangi Ocy dia tidak boleh merusaknya, perlahan dia menghentikan tautan bibir mereka.


"Maaf," hanya kata itu yang keluar dari mulut Aping, seolah dia sudah melewati batasannya sebagai seorang pria baik-baik.


Ocy masih terdiam, tak bisa berkata-kata saat ini, dia juga merasakan apa yang Aping rasakan, perasaan yang membuncah dari dalam hatinya.


Perasaan tak bisa jauh dari Aping meski hanya sedetik, namun mereka harus kembali sadar, suasana menjadi canggung seketika.


"Em lo udah makan?" tanya Aping mencairkan suasana. Ocy menggelengkan kepalanya.


"Ya udah yuk kita keluar, cari restoran terdekat buat makan," ajak Aping.


"Iya Ping," ucap Ocy.


Mereka kemudian menuju ke lantai satu yang ternyata sudah gelap, sepertinya Lisa sengaja mematikan lampu itu.


"Apa Lisa mengunci pintunya?" tanya Aping sambil memegang handle pintu butik yang tak bisa terbuka saat Aping menariknya.


"Sepertinya Lisa benar-benar mengunci pintu ini," ucap Ocy.


"Apa lo punya kunci duplikatnya?" tanya Aping.


Ocy kemudian mencari tasnya, namun teringat bahwa tas itu tidak ada di dalam butik, ternyata tertinggal di dalam mobil Ocy, hanya ada handphone Ocy saat ini yang bisa diandalkan.


"Kuncinya ada di tas gue, tapi tasnya tertinggal di mobil," ucap Ocy pada Aping.


"Coba hubungi Lisa Cy," perintah Aping.


Saat mengecek handphone Ocy, ternyata baterainya habis, tersisa handphone milik Aping.


"Baterai gue abis Ping, pinjam punya lo deh," pinta Ocy menengadahkan tangannya, sedangkan Aping merogoh sakunya.


"Percuma handphone gue juga lowbat," ucap Aping menghela napas panjang, Ocy pun kecewa mendengar itu.


"Jadi kita terjebak di sini Ping," ucap Ocy pasrah.


"Terpaksa," ucap Aping.


"Yuk lanjut pelukan aja," ucap Aping usil.


"Dasar mesum lo, gue sih ogah!" sentak Ocy.

__ADS_1


"Ogah nolak ya?" Aping terkekeh dengan ucapannya sendiri, membuat kedua pipi Ocy merona karena malu.


Malam itu mereka terpaksa menahan lapar dan tidur di butik milik Ocy, hingga pagi menjelang Lisa telah datang ke butik untuk membuka pintunya, alangkah terkejutnya dia saat dua orang yang dia kenal sudah berkacak pinggang saat dia usai membuka pintu, Aping dan Ocy tampak geram dengan Lisa, tatapan mereka siap mengintimidasinya, dia menelan saliva dengan susah payah.


"Ka kalian?" tanya Lisa terbata-bata.


Aping dan Ocy hanya membalas dengan tatapan yang makin tajam dari sebelumnya.


"Sialan lo Lis, mengunci kita di sini!" ucap Ocy dengan nada dibuat sekesal mungkin, sebelum Lisa datang Aping dan Ocy yang sudah bangun tidur sepakat untuk mengerjai Lisa terlebih dahulu.


"Bukannya lo ada kunci duplikatnya Cy," Lisa mencoba menyelamatkan diri.


"Kuncinya di tas dan kebetulan tas gue tertinggal di mobil," jawab Ocy jujur.


"Jadi lo berdua semalam?" tanya Lisa dengan kedua jari telunjuknya di satukan, seperti isyarat apa yang di pikirkan nya, tidur berdua dan melakukan apa yang tidak boleh di lakukan.


Aping tiba-tiba menjitak dahi Lisa, membuat wanita itu mengaduh kesakitan.


"Tuh otak lo di bersihin biar gak ada pikiran negatif lagi," ucap Aping.


"Iya-iya maaf deh gue gak ada maksud buat jebak kalian, lagian kalian kemarin lama banget di atas, ya gue tinggal lah," jelas Lisa.


"Lo harus di hukum!" ucap Ocy.


"Betul, dan sebagai hukumannya lo harus traktir kita makan nanti malam sepuas kita," Aping tersenyum dengan ucapannya sendiri.


"Lah lo kan yang bos Ping, masak gue yang traktir," protes Lisa, dia merasa kedua orang di depannya ini telah bekerja sama mengerjainya.


"Kalau gak mau, gue bakal kasih hukuman yang lebih berat lagi dari ini," ancam Ocy, dalam hatinya dia tertawa puas melihat Lisa yang tak bisa berkutik.


"Baiklah-baiklah kalian menang saat ini," ucap Lisa pasrah, Aping dan Ocy bertos ria.


"Ok kita tunggu nanti malam," Aping berjalan keluar di ikuti Ocy.


"Jaga baik-baik butik gue Lis," ucap Ocy sambil mengedipkan satu matanya.


"Dasar pasangan aneh!" runtuk Lisa saat keduanya pergi menjauh.


Sedangkan Aping dan Ocy sangat puas bisa mengerjai Lisa kali ini, semalaman mereka harus terkurung di butik itu berdua dengan menahan perut lapar.


"Oya Ping lo gak ke kantor?" tanya Ocy di dalam mobil milik Aping, Ocy di paksa oleh Aping untuk pulang ke rumah Ocy dengan mobil milik Aping.

__ADS_1


"Sekertaris Obi yang menghandlenya Cy," jawab Aping dengan masih fokus mengemudi.


"Gue belum tahu lo bisa ke temu dengan sekertaris Obi itu dimana Ping, dan kenapa bisa sepercaya itu sama dia, apa lo gak takut dia menghianati lo?" ucap Ocy lagi.


"Dia gak bakal ngehianati gue Cy, lagian dia bakalan setia sama gue sampai kapanpun," jelas Aping.


Ocy menjadi bingung dengan ucapan Aping barusan, dia sangat percaya bahwa sekertarisnya itu tidak akan menghianatinya.


"Kalau gak ke kantor lo mau kemana hari ini Ping?"


"Gue mau bahas pernikahan kita hari ini sama om Jaya," ucap Aping tegas, Ocy ternganga dengan apa yang barusan dia dengar.


"Pernikahan?" tanya Ocy dengan raut wajah kebingungan.


"Iya pernikahan, lo kan mau nikah?" ucap Aping santai tanpa melihat wajah Ocy.


"Maksud lo dengan orang yang di jodohin sama gue itu?" Ocy mendadak menjadi murung setelah mengucapkan apa yang tidak iya inginkan itu.


"Astaga sejak kapan kamu jadi sebodoh ini Ocy," geram Aping.


"Lalu? sama siapa lagi,tinggal beberapa minggu mereka akan ke sini dan jemput gue, apa ini yang lo mau!" teriak Ocy merasa kesal dengan Aping, bisa-bisanya dia melepaskan Ocy begitu saja setelah semalam dia mencium bibirnya.


"Lo ini kapan sih dewasanya, gue belum selesai ngomong lo main nyimpulin sendiri aja, kesimpulan yang salah pula."


Ucapan Aping membuat Ocy terdiam seketika, merasakan bahwa dirinya ada kesalahan.


"Jadi?" tanya Ocy dengan suara lirih.


"Jadi gue mau bahas pernikahan kita, bukan pernikahan lo dengan siapa itu yang di jodohin sama lo, gue gak peduli sama dia!" Aping bicara tanpa memandang Ocy.


Dalam hati Ocy berjingkrak penuh kegirangan, ternyata pikirannya salah dalam menyimpulkan, Aping ingin menikahinya.


"Kok lo ngelamar gue di dalam mobil gini sih Ping?" ejek Ocy yang tak terima Aping bersikap tak romantis untuk melamarnya.


"Udah lo diam aja, kita ke rumah lo dulu, nanti lo bakal tahu apa aja yang mau gue omongin," ucap Aping mulai geram dengan Ocy yang tak berhenti bicara, setengah jam kemudian mereka telah sampai di rumah Ocy.


*****


Hai semua, bantu author ya buat like, rate dan vote Aping.


Biar tambah semangat buat nulisnya,

__ADS_1


Terima kasih.😁


__ADS_2