Aping

Aping
Rencana kedua


__ADS_3

Suasana menjadi sangat tegang karena Aping membeberkan semua kejahatan pak Hamzah, dia telah mengetahui semua rencana mereka yang menjadikan Ocy sebagai senjata mereka untuk merebut kembali perusahaan pak Jaya yang berhasil di rebut oleh Aping dari pak Teo.


Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja Aping yang sedang bertemu dengan klien di sebuah restoran mendengar percakapan pak Hamzah membahas tentang perusahaan yang pernah di pegang oleh pak Jaya, sejak saat itu dia meminta Obi untuk mencari tahu tentangnya dan sebuah kejutan ditemukan, ternyata dia adalah orang yang menguras uang perusahaan secara perlahan.


"Heh jangan harap kamu bisa menjebloskanku ke dalam penjara anak ingusan!" teriak pak Hamzah penuh emosi.


"Kenapa anda sangat terlihat ketakutan seperti itu? jika anda merasa bukan terlibat di dalamnya?" sindir Aping.


"Kurang ajar berani sekali kamu!" teriak pak Hamzah sambil berdiri menarik kerah baju Aping, dia siap memukul rahang Aping, namun dengan sigap Aping mampu menangkisnya.


Hamzah menjadi semakin geram, sedangkan Wilian mencoba menenangkan ayahnya.


"Sebaiknya kita mundur dahulu pa," bisik Wilian pada pak Hamzah, tatapan merekapun bertemu.


"Kali ini saya akan mengalah, namun saya tidak terima kalian menginjak harga diri keluarga saya saat ini," ucap Hamzah sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga di susul Wilian dan mamanya.


Aping menghela napas lega, setidaknya perjodohan itu tidak akan terjadi, dia dan Ocy bisa bersatu tanpa ada yang berani memisahkan mereka.


Di sebuah rumah megah milik keluarga Wilian, Hamzah dan Wilian tampak menahan amarah mereka, sepertinya mereka harus bergerak cepat dengan rencana berikutnya.


"Pria itu sangat berbahaya dengan posisinya saat ini, kita bisa kehilangan semua yang kita punya Wilian," ucap Hamzah pada anak semata wayangnya.


"Tenang saja pa, Wilian akan menghabisi pria itu!" ucap Wilian sambil tersenyum membayangkan kematian Aping di depan mata.


"Cepatlah kamu urus orang-orangmu membunuh dia!" perintah Hamzah.


"Tentu itu akan aku lakukan pa."


Wilian kemudian menelepon seseorang yang menjadi sekutunya, mereka harus bertemu untuk membicarakan rencana mereka kembali.


"Halo, datanglah kamu ke cafe Night sekarang!" perintah Wilian di telepon, setelah itu dia menutup teleponnya.


Satu jam kemudian mereka telah duduk bersama di cafe yang telah di tentukan oleh Wilian.


"Bagaimana kamu sudah siap dengan rencana kita?" tanya Wilian pada Brio.

__ADS_1


"Tentu saja," ucap Brio.


Mereka kemudian menuju ke perusahaan milik Aping bersama dengan beberapa anak buah terhebat mereka, mengamati setiap gerak-gerik Aping, hingga pria itu pergi meninggalkan perusahaan.


Aping keluar dari mobilnya bersama sekertaris Obi saat tiba-tiba mobil mereka di hadang oleh mobil lain di jalanan yang sepi.


Beberapa pengawal Aping telah di bius terlebih dahulu oleh anak buah Wilian, jadi hanya tinggal Aping dan sekertaris Obi saja.


Sekertaris Obi merasa aneh dengan anak buahnya yang sedari tadi tidak bisa di hubungi, mau tidak mau mereka harus menghadapi sendiri para pembuat rusuh itu.


"Tuan, sebaiknya tuan pergi saja biar saya yang menghadapi mereka," ucap sekertaris Obi, Aping menatapnya penuh keraguan, terakhir kali dia melihat sekertaris Obi bertarung adalah setahun lalu, dan setelah itupun dia harus di rawat di rumah sakit selama sebulan penuh.


"Aku tidak akan membiarkan kamu sendirian, sepertinya mereka mengincarku bukan dirimu," ucap Aping dengan santai, namun ekor matanya awas dengan musuhnya.


Plok plok plok


Suara tepuk tangan memecah ketegangan itu, Aping menoleh ke sumber suara, dia dengan mudah mengenalinya.


"Brio?" tanya Aping.


"Wah sepertinya lo tidak lupa dengan gue" ucap Brio.


"*******! beraninya lo menghina gue!" teriak Brio, Aping tersenyum kecut.


"Serang mereka berdua!" teriak Brio kepada anak buahnya.


Pertempuran pun terjadi, sembilan anak buah Brio menyerang Aping dan Obi sekaligus, terlihat sekertaris Obi yang mulai keteteran dengan lawannya, hingga beberapa kali tendangan mengenai tubuh sekertaris Obi dan membuatnya jatuh tersungkur tak sadarkan diri.


Aping menatap ke arah sekertaris Obi sambil tetap fokus dengan lawannya.


"Dasar sekertaris payah, setelah ini akan aku gembleng habis-habisan," batin Aping melihat sekertarisnya tak lebih tangguh darinya.


"Ah kalian membuatku bosan!" teriak Aping merasa perkelahian itu hanya seperti bermain boneka, dengan beberapa jurus dia bisa memukul mundur para anak buah Brio hingga membuat mereka tak sadarkan diri.


Wilian yang sedang bersembunyi di mobil, menyaksikan Brio menyelesaikan tugasnya dengan baik, dia tidak ingin turun tangan saat ini.

__ADS_1


"Apa kamu bisa selamat setelah ini Ping!" batin Wilian tertawa bahagia.


Namun secepat kilat dia tertegun dengan apa yang dia lihat saat itu juga, sembilan anak buah Brio jatuh tersungkur dengan beberapa luka yang serius,Wilian menelan ludahnya dengan susah payah, hanya tertinggal Brio yang sedang menatap garang ke arah Aping.


"Ternyata lo tidak berubah ya Ping," ucap Brio sambil berjalan menuju ke arah Aping, tangannya siap memberi Aping pelajaran.


Mereka kemudian beradu kekuatan dan kecepatan dalam menangkis pukulan dan menghindari tendangan, mereka sama-sama kuat, hingga separuh tenaga mereka terkuras namun belum sedikitpun ada yang terlihat mendekati kekalahannya.


"Hah hah hah, lo sekarang kuat juga, apa mau lo nyerang gue kayak gini?" tanya Aping sambil terengah-engah.


"Semua ini karena lo yang udah buat adik gue meninggal," ucapan Brio seperti kilatan di telinga Aping.


"Adik lo meninggal? Febri?" tanya Aping heran, saat ini keduanya tengah berhenti sejenak dari perkelahiannya.


"Lo yang udah buat dia frustasi dan bunuh diri, lo yang telah menolak cintanya!" teriak Brio penuh dengan emosi yang membara.


"Tapi gue gak ada maksud membuat dia seperti itu," ucap Aping, namun Brio tidak memperdulikan ucapan itu.


Dia kembali menyerang Aping, dengan sekuat tenaga keduanya kembali melakukan perkelahian, hingga akhirnya Brio terpojok oleh Aping, tenaganya kalah jauh dengan Aping.


"Sial bocah ini masih monster seperti dahulu!" batin Brio kehilangan tenaganya.


Saat Brio tak berdaya, tiba-tiba seseorang menusuk Aping dari belakang mengenai tepat di perutnya.


"Siapa lo beraninya menusuk gue?" tanya Aping melihat ke belakang siapa yang telah menusuknya.


"Wilian," ucap Aping sambil menahan sakit, darah bercucuran dari luka akibat tusukan itu.


Prang.


Tiba-tiba gelas yang di pegang Ocy terjatuh ke lantai, dia merasakan firasat yang tidak baik sedang terjadi pada Aping.


"Ya Tuhan ada apa ini?" tanya Ocy pada dirinya sendiri.


"Aping apa terjadi sesuatu dengan dia?" gumam Ocy sambil berjalan menuju mobilnya, dia ingin mencari Aping ke rumahnya, perasaan Ocy sangat tak tenang saat ini.

__ADS_1


Aping mulai melemah karena darahnya keluar begitu banyak, pandangannya semakin kabur dan berakhir dengan kegelapan.


"Ocy, gue cinta sama lo," ucapan Aping dalam hati sebelum dia pingsan.


__ADS_2