Aping

Aping
Bisa Gila


__ADS_3

Hari senin tiba,hari yang sangat Ocy benci.


Aping telah di depan rumah menunggu Ocy.


Dengan langkah gontai Ocy menghampirinya.


Malas - malas sebenarnya Ocy bertemu Aping.


"Siput cepetan!" Aping memberi kode dengan telunjuknya. Ocy menghampirinya.


"Males banget mau berangkat sekolah," keluh Ocy. Aping diam tak menyahut.


"Lo yang bawa motornya," tanpa menanggapi keluhan Ocy.


"Gue yang nyetir?" tanya Ocy memastikan.


"Hemm," dengan muka datar.


"Gila lo gue gak mau," Ocy membuang muka kesal. Pagi - pagi udah bikin tensinya naik.


"Lo bantah sama aja dengan satu tangan lo patah," gertak Aping.


Glek .Ocy langsung menyahut kemudi dan menstater motor Aping.


Dengan wajah bringas Ocy mengendari motor Aping dengan kecepatan maksimum.


"Lo mau mati bawa motor kayak setan gini?" ucap Aping enteng. Ocy mengurangi kecepatan motornya.


"Ocy sabar sabar lo cuma sebulan kok jadi babunya. Habis itu bebas. Sebulan oh lamanya. Tolongin gue." Jerit hati Ocy.

__ADS_1


Di belakang kemudi Aping menahan senyumnya melihat wajah kesal Ocy.


"Puas gue lihat tampang susah lo," Aping tertawa dalam hati.


Sesampainya di sekolah Ocy bergegas meninggalkan Aping. Kepala Ocy serasa bara yang membutuhkan air untuk mendinginkannya. Dengan cepat langkahnya menuju toilet." Air mana air," batin Ocy berteriak.Namun langkahnya harus terhenti.


"Berhenti atau kaki lo patah?"


Zleepp ngena banget di hati Ocy. Dengan segera dia berbalik ke arah Aping di belakangnya. Tulangnya terasa lunglai melentur seketika.


Aping melempar tasnya sembarang ke arah Ocy dan mengenai wajahnya.


"Uuhh apa lagi,? Rutuk Ocy dengan muka kesalnya.


"Bawa itu seperti menjaga nyawamu," Aping berjalan santai melewati tubuh Ocy.


"Gue sumpahin lo gak bakalan ada yang naksir kecuali cewek itu udah gesreh otaknya." Bisik Ocy. Namun masih terdengar oleh Aping.


Aping menatapnya tajam.


Jederrr tiba - tiba ada suara guntur di pagi bolong itu. Ocy berterima kasih bahwa mungkin malaikat mencatat sumpah serapahnya atau mungkin bisa di bilang itu sebuah kutukan.


Hahahaha. Tiba - tiba Ocy tertawa terbahak - bahak mengingat sumpahnya. Banyak pasang mata menatapnya penuh tanya.


Aping menatap geli cewek di sampingnya itu.


"Apa gue keterlaluan ya sampai dia terlihat seperti orang gila gitu."


Aping tak kalah heran dalam berfikir.

__ADS_1


"Sungguh dua anak manusia yang aneh namun mungkin cocok jika mengisi kehidupan yang penuh kegilaan."


Pikir seorang siswa Indigo yang melihat mereka.


Saat jam istirahat pun tak lepas Ocy dari 'Kerjaan Barunya' . Babu Aping.


Bukan seharusnya Ocy yang majikan di sini. Kok jadi kebalik gini.


"Papa tolong Ocy," hati Ocy benar - benar meronta meminta siapa saja menolongnya saat ini.


"Lo pesenin gue makan sana." Aping memerintah bak seorang raja saat mereka di kantin.


"Lo kipasin gue panas nih," saat mereka duduk menunggu pesanan sampai.


"Lo bersihin nih sepatu gue," saat sudah di kelas.


Dan bla bla bla perintah Aping seperti sirine ambulan di telinga Ocy.


Entah bagaimana lagi rupa Ocy saat ini. Kalau di sandingkan masih mendingan pembokat nya deh.


"Baru sehari Cy, masih ada 29 hari lagi. Masih bisa waras gak lo?" batin Ocy berperang.


****


Hai readers bantuin author ya buat ngelike ,rate dan vote novel ini jika kalian suka.


Satu like kalian sangat membantu author.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2