Aping

Aping
Niat Felda


__ADS_3

Kakinya melangkah ke sembarang arah,bergerak mondar-mandir tanpa tujuan. Pikirannya buntu mencari jawaban yang tak dia temukan.Ocy menghela napas panjang,rasa penasaran menggelayuti hatinya sekarang ini.


"Apa sih yang papa omongin sama si kerempeng itu?" gumam Ocy.


Tok tok tok.


Ocy segera membuka pintu kamarnya yang telah di ketuk oleh seseorang. Dari balik pintu terlihat pembantunya di depan pintu.


"Ada apa bi?" tanya Ocy.


"Itu non ada tamu,dia bilang temennya non Ocy," ucap bi Ijah.


"Ya udah suruh masuk dulu aja bi,bentar lagi Ocy turun."


"Baik non," bi Ijah berlalu kembali ke ruang tamu. Sedangkan Ocy kembali masuk ke kamar untuk mencuci mukanya. Setelah selesai dia menuju ke ruang tamu.


"Felda?" panggil Ocy saat melihat siapa temannya yang datang.

__ADS_1


"Ocy!" Felda memeluk tubuh Ocy.


" Yuk duduk dulu Fel, kok gak ngabarin dulu mau ke sini?" tanya Ocy heran pasalnya tak pernah Felda tiba-tiba mengunjunginya.


"Gue lupa Cy kasih tahu lo,sebenarnya gue mau nginep di sini kalo lo bolehin,orang tua gue keluar kota,gue takut di rumah sendirian." Felda sedikit memelas,orang tuanya adalah pebisnis yang sering keluar kota. Sejak kecil Felda sering di tinggal sendiri di rumah dengan pembantunya. Kali ini Felda merasa kesepian dan berniat menginap di rumah Ocy beberapa hari saja.


"Terus lo ke sekolah gimana?" tanya Ocy.


"Lo belum tahu ya,gue udah pindah ke sekolah lo kemarin,cuma kita beda kelas aja," ucap Felda.


"Hah lo pindah ke sekolah gue?" Ocy tak percaya dengan kata yang keluar dari mulut temannya itu. Felda mengangguk.


Aping yang haus di kamarnya turun ke lantai bawah untuk mengambil air di dapur.Melewati dua gadis yang sedang mengobrol itu. Mata Felda tak luput dari sosok Aping.


"Loh kok Aping di sini Cy?" tanya Felda,Ocy berbalik melihat Aping yang berjalan melewati mereka.


"Dia emang tinggal di sini."

__ADS_1


"Hah! kok bisa? emang dia siapa lo sih?" tanya Felda penasaran.


"Dia itu temen sekelas gue,dan juga sama papa gue suruh jagain gue kemanapun gue pergi," jelas Ocy kepada Felda yang keheranan itu.


"Wah kebetulan banget kalau gitu,lo bantuin gue ya buat deketin dia?" Felda memohon ke Ocy.


Tanpa Felda tahu ucapannya begitu menggetarkan hati Ocy,rasanya sesak sekali temannya sendiri menyukai pria yang selama ini dia suka. Dia menjadi bingung antara harus membantu atau menghalanginya. Ocy tidak mungkin berterus terang kepada Felda bagaimana perasaannya terhadap Aping,sedangkan Aping saja tak pernah menunjukkan bahwa dia menyukai Ocy. Dan dia tak mungkin melarang Felda mendekati Aping karena Ocy bukan siapa-siapa Aping.


"Ocy kok lo malah diam aja sih!" teriak Felda membuyarkan lamunan Ocy.


"Eh gue-" Ocy bingung harus menjawab apa.


"Please bantuin gue ya Cy, gue udah suka sama dia dari kita pertama bertemu," ucap Felda memelas. Dengan terpaksa Ocy mengangguk setuju,meski hatinya sangat menolaknya.


"Gue gak tahu setelah ini apakah hati gue masih bisa utuh atau tidak," batin Ocy.


"Gue boleh kan numpang di sini beberapa hari aja?" tanya Felda lagi.

__ADS_1


"Iya boleh kok,nanti tidur sekamar sama gue aja," ucap Ocy. Felda tersenyum wajahnya terlihat sangat senang sekali.


__ADS_2