
Aping tersenyum menatap kedua temannya dengan wajah yang masih terkejut karena dirinya.
"Lo kerja di sini juga Ping?" tanya Lisa yang belum paham tentang posisi Aping saat itu.
"Gue-" ucapan Aping terpotong oleh Ocy.
"Lo gak pernah bilang tentang ini Ping?" wajah Ocy berubah muram.
"Ocy maksud lo apa?" bisik Lisa di telinga Ocy, namun Ocy tak memperdulikannya.
"Gue gak nyangka lo punya banyak rahasia yang gue bahkan tidak mengetahuinya," ucap Ocy dengan nada kecewa. Aping merasakan perubahan raut wajah gadis di depannya itu.
Dia berdiri dan mendekati Ocy.
"Maaf Cy, tapi gue belum sempat memberitahukan tentang semua ini," ucap Aping sambil memegang kedua pundak Ocy, lagi-lagi Lisa menjadi penonton setia keduanya.
"Gue baru sadar ternyata gue bukan siapa-siapa buat lo, bahkan hal besar seperti ini gue gak tahu," ucap Ocy kecewa.
"Lo ngomong apaan sih, gue gak mau denger kayak gitu lagi keluar dari mulut lo," Aping menyentuh dagu Ocy agar mata mereka saling bertatapan.
__ADS_1
"Eheeem!" Lisa yang merasa terabaikan akhirnya membuyarkan adegan romantis di depannya.
"Tolong dong kasihan gue yang jomblo lihat kalian kayak gini," ucap Lisa sambil berekspresi memelas.
Aping dan Ocy saling memberi jarak, Lisa terkekeh dengan kecanggungan keduanya.
"Udah ah, kita kesini dengan tujuan bisnis kok jadi malah bermesraan gini," sindir Lisa pada kedua temannya itu.
"Baiklah silahkan kalian duduk dulu," Aping kembali berucap formal layaknya seorang presdir dengan rekan kerjanya, mereka saling membahas kerja sama yang Ocy dan Lisa tawarkan agar bisa bergabung dengan perusahaan yang di pimpin oleh Aping.
Hingga siang mereka baru selesai dengan hasil Aping menyetujui kerja sama itu, Ocy merasa senang karena Aping bukan menerima kerja sama itu karena dirinya tetapi karena apa yang dia ajukan benar-benar membuat Aping berminat karena saling menguntungkan kedua pihak.
"Baik pak presdir jadi kerja sama ini deal ya?" ucap Lisa formal.
Kemudian ketiganya saling tertawa.
"Gue gak nyangka keberuntungan berpihak pada lo Ping," kali ini Ocy yang berbicara.
"Iya lo pantas banget jadi presdir gini, apa lo gak mau ngerayaain nya sama kita misalnya?" Lisa mencoba merayu Aping dengan mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Udah gue tahu maksud lo, ntar malam deh gue hubungi Cen ,Zai dan Geo buat kita ngumpul bareng, gue traktir kalian sepuasnya."
"Hore lo emang sahabat gue paling baik deh Ping!" ucap Lisa antusias yang membuat Ocy geleng-geleng kepala menahan malu.
"Udah ah yuk pulang," ucap Ocy.
"Mau gue antar?" tanya Aping.
"Kita bawa mobil kok Ping, lo lanjut aja kerjanya," Ocy dan Lisa pamit kembali ke tempat kerja mereka.
"Lo kenapa sih Cy kayaknya dari tadi banyak diamnya?" tanya Lisa saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Gue ngerasa gak pantas berada dekat Aping dengan statusnya sekarang, gue minder Lis," ucap Ocy sambil menatap Lisa yang sedang mengemudi.
"Jadi lo mikir dia lihat lo dari harta lo gitu? apa lo pikir dia cowok matre?" tanya Lisa heran dengan pemikiran sahabatnya itu.
"Bukan gitu Lis, gue cuma ngerasa kita begitu jauh Lis."
"Lo percaya aja deh sama perasaan Aping," nasihat Lisa pada Ocy.
__ADS_1
"Gue coba deh Lis."
Mereka kemudian saling terdiam hingga sampai di tempat kerja mereka.