Aping

Aping
Trio dodol


__ADS_3

Pagi telah tiba namun kedua anak manusia itu belum juga terbangun. Untung saja papanya Ocy sedang ke luar negeri.Jadi mereka aman dari pak Jaya. Begitu pula asisten rumah tangganya tidak akan membangunkan Aping dan Ocy di hari minggu,karena sudah kebiasaan Ocy akan bangun siang di hari minggu atau sekedar bermalas-malasan di kamarnya.


Aping memandang Ocy yang masih tertidur di dadanya. Wajahnya masih terlihat cantik meski dalam posisi tidur seperti itu. Lama Aping memandang wajah itu hingga Ocy membuka matanya. Menyadari dia telah tidur di dada Aping.


"Enak banget ya ngiler di dada gue?" ucap Aping setengah mengejek. Namun kali ini Ocy tak mau terjebak kembali. Dia bangun dari tidurnya.


"Gue gak akan lagi ketipu ucapan lo," sambil tersenyum penuh bangga bisa membalas Aping.


Aping hanya terkekeh melihat tingkah Ocy. Ternyata jebakannya sudah di perhitungkan olehnya.


"Bagus deh jadi tandanya lo udah mulai dewasa, gak jadi anak lugu lagi." Aping berdiri melangkah menuju pintu keluar kamar Ocy. Sebelum benar-benar keluar Aping berbalik ke arah Ocy.


"Tentang semalam gue harap lo gak salah paham, gue gak ada maksud buat lakuin itu sama lo atau sengaja mau merusak lo." Aping berbicara tegas seolah merasa bersalah atas apa yang dia lakukan. Dia hanya terbawa suasana hingga berani mencium Ocy.


"Gue-" belum sempat Ocy mengucapkan sesuatu Aping telah pergi ke luar kamar. Meninggalkan Ocy dalam kebimbangan.

__ADS_1


"Gue gak tahu maksud lo berkata begitu apa Ping, tapi gue bisa ngerasain lo sebenarnya juga suka sama gue. Suatu saat lo pasti bakal mengatakan itu ke gue." Ocy tersenyum simpul.


Pagi ini hatinya sangat bahagia meski belum sepenuhnya dia mengetahui isi hati Aping yang sebenarnya. Setidaknya satu langkah yang Aping perlihatkan pada Ocy. Tentang kepeduliannya menjaga kesucian Ocy.


Baginya Aping adalah makhluk langka yang harus dilestarikan populasinya. Di jaman kayak gini masih ada pria seperti dia. Dengan keyakinan tinggi Ocy memastikan untuk bisa meraih hati Aping. Hanya untuknya dan harus Ocy yang memilikinya.


"Semangat Cy, lo gak boleh kalah sebelum bendera perang berkibar." Ocy telah siap dengan segala resiko tentang perjuangan perasaannya,tanpa terkecuali harus sakit hati di kemudian hari jika perasaannya tak terbalas.


*****


Pukul 11.00 WIB trio dodol telah sampai di depan rumah Ocy. Cen segera memencet bel rumah itu, seseorang keluar dari balik pintu. Aping yang membukanya.


"Hai Cy," sapa Geo.


"Eh kalian udah datang, sini duduk deh."

__ADS_1


Mereka menuruti perintah Ocy.


"Bentar ya gue ambilin kalian minum dulu," ucap Ocy sambil berlalu ke arah dapur.


"Ping lo beneran tinggal di sini sama Ocy?" tanya Zai saat Ocy sudah tak terlihat lagi.


Aping mengangguk.


"Kenapa emangnya Zai?" tanya Aping acuh.


"Gak nyangka lo bisa seberuntung ini dekat sama cewek cantik sama dia, apalagi bisa serumah gini," ucap Zai.


"Jangan-jangan lo udah ngapa-ngapain dia ya?" tiba-tiba Cen bertanya menyelidik Aping.


Aping menatap tajam kearah Cen.

__ADS_1


"Sembarangan aja, gue di sini kerja buat jaga dia ya, bukan buat ngapa-ngapain dia," Aping mencoba menetralkan ekspresinya, mereka tidak boleh tahu tentang apa yang semalam mereka berdua lakukan. Bisa jadi bahan gosip murahan jika satu sekolah tahu mereka satu rumah.


Ketiga temannya saling mengangguk paham. Mereka percaya pada Aping yang tidak mungkin merusak seorang cewek baik-baik seperti Ocy.


__ADS_2