Aping

Aping
S 2 : Hamil


__ADS_3

Aping mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia sangat khawatir terjadi sesuatu dengan Ocy, perasaannya kini menjadi kacau, tidak butuh waktu lama Aping sudah sampai di rumahnya, terlihat pelayan rumah sedang menunggunya di depan pintu kamar Aping dan Ocy.


"Kenapa Ocy bi?" tanya Aping panik.


"Itu den, non Ocy tiba-tiba pingsan habis sarapan, bibi udah telepon dokter Haris tadi den Aping," jawab bi Surti dengan sedikit takut.


"Iya makasih bi udah ikut jagain istriku," ucap Aping kemudian melangkah masuk ke dalam kamarnya, terlihat Ocy dengan wajah pucat pasi.


Beberapa menit kemudian dokter Haris telah tiba dengan tergopoh-gopoh pasalnya setelah bi Surti yang menelepon, Aping juga meneleponnya, membuat dia yang sedang sibuk bekerja harus ekstra cepat datang ke rumah Aping.


"Dokter apa yang terjadi dengan istriku?" tanya Aping ketika melihat dokter Haris selesai memeriksa Ocy.


Dokter Haris tersenyum melihat kekhawatiran Aping pada istrinya, sejenak dia teringat pada istrinya yang meninggal dua tahun setelah mereka menikah.


"Dia tidak kenapa-kenapa Ping, dia hanya kelelahan saja," ucap dokter Haris menenangkan Aping.


"Dan lagi sepertinya dia sedang-" ucapan dokter Haris sengaja di hentikan agar Aping khawatir.


"Sedang apa dok!?" tanya Aping serius sambil menatap tajam ke dokter Haris.


Melihat tatapan mata Aping yang tak bersahabat itu, dengan cepat dokter Haris mengatakan hal yang sebenarnya.


"Sepertinya dia sedang hamil," ucap dokter Haris sontak membuat Aping kegirangan.


"Dokter ini beneran kan?" tanya Aping memastikan.


"Seperti yang terlihat menurut saya dia memang hamil, tapi sebaiknya besok kalian ke rumah sakit untuk cek lebih jelasnya," saran dokter Haris.


"Iya dok," Aping tersenyum bahagia mendengar berita itu, meski begitu dia harus memastikan lagi besok untuk datang ke dokter kandungan.


"Baiklah saya pergi dahulu, ini beberapa vitamin tolong nanti berikan padanya," ucap dokter Haris, Aping mengangguk dan mengambil resep obat itu, kemudian dokter Haris undur diri untuk kembali ke rumah sakit kembali.

__ADS_1


Aping membelai lembut puncak kepala Ocy yang masih terpejam.


"Terima kasih sayang udah memberi calon anak buatku," ucap Aping sambil mencium punggung tangan Ocy.


Ocy tersadar saat merasakan sesuatu mencium punggung tangannya, dia merasa sedikit pusing melihat sekitar dan menjadi heran kenapa tiba-tiba suaminya sudah berada di kamarnya.


"Bukankah dia harusnya bekerja di kantor?" batin Ocy.


"Udah sadar sayang," ucap Aping.


"Emang aku kenapa yang?" tanya Ocy tidak tahu jika dia tadi pingsan.


"Kamu tadi pingsan, jadi aku pulang cepat," ucap Ocy.


Ocy mengangguk tanda mengerti, sepertinya dia mengingat tadi setelah makan selesai tiba-tiba penglihatannya menjadi gelap dan dia tidak tahu apalagi yang terjadi, Ocy mencoba bangun dari tidurnya Aping membantu Ocy bersandar pada pinggiran atas ranjang.


"Sini aku bantu," ucap Aping lembut sambil membantu Ocy bersandar.


"Oya besok kita ke dokter ya," tambahnya lagi membuat Ocy kebingungan.


"Iya tadi dokter Haris ke sini dia bilang kamu hamil, besok kita harus memastikan lagi berapa usianya," ucap Aping membuat Ocy tersenyum bahagia, akhirnya dia akan menjadi seorang ibu.


'Be-benarkah aku hamil?" tanya Ocy tak percaya.


"Iya sayang, jadi kamu gak boleh lagi kecapekan," ucap Aping pada istrinya itu.


Ocy mengangguk sambil mengelus perutnya yang masih rata, dia akan menjaga calon buah hati mereka dengan baik sampai tiba dia hadir ke dunia ini.


Keesokan harinya mereka menuju ke rumah sakit untuk menemui dokter kandungan terbaik di rumah sakit itu, Ocy sedikit merasa takut saat pemeriksaan pertamanya.


"Udah gak usah gugup gitu," ucap Aping menenangkan Ocy.

__ADS_1


"Selamat datang tuan Aping, silahkan langsung ke ruangan dokter Asni spesialis kandungan untuk pemeriksaan," ucap perawat yang sudah mengetahui Aping adalah pemilik rumah sakit itu.


"Iya terima kasih," ucap Aping sambil menggandeng tangan Ocy memasuki ruangan dokter Asni.


"Selamat siang dokter," ucap Ocy menyapa dokter wanita yang berusia sekitar 27 tahun itu.


"Selamat siang ibu Ocy, silahkan berbaring di sini biar perawat yang membantu," ucap dokter Asni ramah, kemudian satu perawat mendekati Ocy dan membantunya berbaring serta membuka sedikit perut Ocy untuk melakukan pemeriksaan USG guna mengetahui perkembangan awal janinnya.


Ocy mengikuti arahan dari perawat dan dokter tersebut, Aping menatap ke arah Ocy sambil meyakinkannya agar semua pasti baik-baik saja.


Aping tahu bahwa istrinya saat ini sedang gugup, karena baru pertama kali melakukan pemeriksaan seperti itu, perawat tadi memberi gel ke atas permukaan perut Ocy kemudian meletakkan alat pendeteksi untuk mencari calon bayi di dalam perut Ocy.


"Nah ini bu Ocy dan tuan Aping, terlihat kan dia masih sangat kecil namun sudah terbentuk jaringannya, menurut perhitungan sekitar 6 minggu berjalan," jelas dokter Asni.


Aping dan Ocy menatap kagum pada apa yang terlihat di layar monitor itu, meski belum terbentuk sama sekali namun mereka sangat terharu bahwa mereka telah mendapat kepercayaan dari Yang Maha Kuasa untuk merawat seorang anak.


Usai melakukan pemeriksaan Aping dan Ocy kembali ke rumah mereka, sebelum itu mereka telah menelepon papa Ocy yang saat ini berada di Perancis untuk memberi tahu bahwa beliau akan segera menjadi kakek.


Kabar kehamilan Ocy dengan cepat menyebar ke seluruh teman dan juga rekan kerja Aping, tak tertinggal tiga sekawan yang sudah tidak sedodol dahulu namun masih saja somplak itu, begitu pula Lisa yang memberi selamat kepada Ocy saat mereka ber video call karena saat ini Lisa di tugaskan oleh Ocy untuk membuka cabang butik di Bandung, jadi mereka belum bisa bertemu.


Kebahagian terpancar dari wajah keduanya tak kala mendapat hadiah luar biasa ini.


"Makasih ya sayang," Aping memeluk tubuh Ocy lembut, sesaat Ocy menutup mulutnya dan menahan sesuatu keluar dari mulut wanita itu.


"Kenapa sayang?" tanya Aping khawatir.


Ocy segera melepas pelukan Aping dan sedikit menjauhinya, dengan tatapan kesal dia melihat ke arah suaminya itu.


"Kamu bau Ping, sana mandi aku gak tahan nyium bau mu," ucap Ocy tanpa memperdulikan wajah Aping yang terlihat kecewa.


Namun sekilas Aping tersadar oleh ucapan dokter Asni yang mengatakan bahwa mungkin Ocy akan mengalami sedikit keluhan ibu hamil termasuk tidak suka terhadap sesuatu baik itu bau atau makanan sekalipun.

__ADS_1


"Apa anakku tak mau mendekati ayahnya?" gumam Aping dalam hati, tak urung dia akhirnya melangkah menuju ke toilet untuk mandi kembali, saat di dalam kamar mandi dia mencium bau tubuhnya yang tidak mengeluarkan bau sedikitpun, malah dia sudah memakai parfum, tapi kenapa Ocy malah tidak suka bau tubuhnya.


"Jangan-jangan selama hamil dia tidak mau aku dekati?" pertanyaan Aping dalam hati mampu membuat hatinya menjerit.


__ADS_2