Aping

Aping
Sibuk


__ADS_3

Malam telah larut,Aping menatap lekat wajah Ocy yang tertidur dalam dekapannya. Seperti anak kecil yang ketakutan meminta perlindungan. Wajahnya yang putih serta bibirnya yang mungil membuat Aping terkesiap. Ternyata selama ini dia bersama seorang bidadari cantik yang tersembunyi oleh kelakuannya yang bar-bar itu. Tangan kanan Aping mengusap anak rambut yang menutupi wajah Ocy. Membiarkan wajah itu terlihat lebih jelas tanpa penghalang rambutnya.


"Benar-benar sempurna ciptaan-Mu," batin Aping.


Kemudian dia menggendong Ocy dan merebahkannya ke ranjang kamarnya. Diapun ikut merebahkan diri di samping gadis itu.Kepalanya sangat pusing memikirkan teror-teror yang mereka terima akhir-akhir ini. Misteri yang sangat sulit di pecahkan. Hingga Aping benar-benar terlelap sambil memeluk Ocy.


*****


Pagi-pagi sekali Ocy membuka mata dari tidurnya. Mendapati dirinya berada di kamar Aping dan di peluk oleh cowok krempeng itu.


Ocy menatap lekat wajah Aping.


"Kalau gue lihat lo dari deket gini sebenarnya lo gak jelek-jelek amat,cuma lo gak terawat aja. Mata lo bulat,hidung lo mancung,dan bibir lo seksi," batin Ocy tanpa sadar menyentuh bibir Aping.


Aping yang merasa seseorang menyentuh bibirnya langsung membuka mata. Ocy menjadi gelagapan dengan cepat dia bangun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi. Aping tersenyum dengan tingkah Ocy yang ketahuan mengaguminya.

__ADS_1


"Gemes banget sih gue liat lo kayak gini," batin Ocy.


Mereka akhirnya bersiap-siap pergi ke sekolah.


Sesampainya di sekolah mereka sudah di sambut dengan berbagai materi yang harus di kuasai untuk ujian kelulusan nanti. Ya mereka tidak bisa bersantai-santai lagi. Karena tinggal beberapa bulan saja mereka harus menghadapi UAN. Tak terkecuali Aping yang juga harus mempersiapkan diri untuk mengikuti tes beasiswa kuliah ke London. Sampai saat ini Ocy dan kawan-kawannya belum mengetahui keinginan Aping itu. Dia sengaja menyembunyikannya dari teman-temannya. Hari demi hari Aping sangat sibuk. Hingga Viko yang sudah mengincar Ocy dengan gesit melakukan pendekatan saat Aping tak berada di sampingnya.


"Hai Cy, ntar malem ada acara gak?" tanya Viko saat keduanya sedang berjalan ke arah kelas.


"Gak ada sih Vik, kenapa ya?" ucap Ocy.


"Lo mau gak jalan sama gue?" tanya Viko was-was.


"Emmm gimana ya?" Ocy bimbang. Pikirannya mengatakan iya namun hatinya tidak.


"Kenapa juga gue gak pergi sama Viko, kelihatannya dia baik kok. Lagian Aping sibuk banget akhir-akhir ini." Pikiran Ocy mulai tak peduli dengan Aping. Terlalu lama dia menyimpan rasa padanya,namun sedikitpun Aping tak membalasnya.

__ADS_1


"Ya udah deh kalau gak bisa." Viko terlihat kecewa dengan respon Ocy.


"Iya deh gue mau," ujar Ocy melihat Viko yang kecewa.


"Beneran Cy?" tanya Viko tak percaya. Ocy mengangguk.


"Makasih ya Cy, gue bakal jemput lo nanti malam?"


"Oke." Mereka akhirnya masuk ke dalam kelas.


Hingga waktu pulang Ocy tak melihat Aping dari jam istirahat. Dia kemudian membuka hapenya hendak menelepon Aping. Namun ada pesan masuk di hapenya dari Aping.


Sorry Cy gue belum bisa pulang bareng lo,gue udah telpon sopir lo buat jemput dan lo harus jaga diri baik-baik.


Ocy menghela napas dalam,lagi-lagi dia mengacuhkannya, dengan langkah cepat Ocy menghampiri sopir setianya yang sudah menunggu di depan sekolah itu.

__ADS_1


__ADS_2