
Sore ini Ocy bergegas mempersiapkan dirinya untuk datang ke acara nanti malam, meski hanya acara makan bersama dengan sahabat-sahabatnya dia ingin memberikan penampilan terbaiknya.
Usai memoles bibirnya dengan lipstik berwarna merah muda serta make up ringan untuk wajahnya, Ocy segera menyahut tas dan menuju ke mobilnya, kebetulan malam ini dia tidak mau di jemput siapapun termasuk Aping, dia ingin langsung ke restoran yang telah di tentukan.
Setengah jam kemudian tiba-tiba tiga motor dengan mendadak berhenti di depan mobil Ocy membuatnya mengerem seketika.
"Gila apa tuh orang-orang? main hadang gue kayak gini," batin Ocy merasa was-was.
"Keluar!" teriak salah satu dari tiga orang itu sambil menggedor pintu mobil Ocy.
Ocy menjadi sangat gugup, takut jika mereka merampok atau bahkan lebih dari itu kepada dirinya, dengan tangan gemetar Ocy menelepon satu nama dalam pikirannya, Aping.
"Please angkat Ping, gue butuh bantuan lo!" teriak Ocy dalam hatinya.
__ADS_1
Namun sayang sebelum teleponnya di terima oleh Aping, Ocy harus tersentak karena kaca samping mobilnya di pecahkan oleh ketiga orang yang menghadangnya tadi.
"Aahhh!" teriak Ocy kaget karena sebagian pecahan kaca berhasil melukai tangannya, darah menetes dari luka-luka itu.
Namun dengan tiba-tiba dua orang menyeret paksa keluar Ocy setelah berhasil membuka pintu mobilnya, di saat yang bersamaan telepon yang tadi belum tersambung akhirnya terhubung, Aping telah menerimanya namun hanya suara teriakan Ocy yang terdengar dari balik telepon yang tertinggal di dalam mobil.
"Tolong lepaskan gue, kalian siapa!" teriak Ocy mencoba melawan agar bisa terlepas, namun sayang tenaganya kalah kuat dengan dua pria yang sedang memegangnya itu.
"Diam! lo harus ikut kita!" teriak salah satu dari mereka yang berambut pirang.
Di sisi lain Aping sangat terkejut dengan telepon yang baru dia terima, suara Ocy yang sedang berteriak minta tolong kepadanya, tanpa membuang waktu Aping melajukan mobilnya berbalik kembali ke arah jalanan rumah Ocy.
"Sial apa yang terjadi sama lo," Aping merutukki kebodohannya menyetujui keinginan Ocy untuk berangkat sendirian.
__ADS_1
"Siapa lagi yang bermain-main dengan gue!" umpat Aping sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Halo," Aping menelepon sekertaris Obi.
"Ada orang yang bermain-main dengan kita, dia menculik gadisku, kamu tahu kan apa yang harus di lakukan?" Aping memberi perintah pada Obi dan langsung menutup teleponnya.
Di sisi lain sekertaris Obi dengan cepat menyebar orang-orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Ocy, sekertaris Obi sudah mengetahui sejak lama yang di maksud "gadisku" jika yang berbicara adalah tuannya.
"Astaga siapa lagi yang mau hancur berurusan dengan tuan Aping?" sekertaris Obi menggelengkan kepalanya, dia ngeri membayangkan betapa brutal tuannya saat "gadisnya" diganggu siapapun.
Di sisi lain Ocy masih memberontak agar mereka melepaskannya, namun sia-sia tubuhnya sangat lemah. Hingga akhirnya dia di seret ke sebuah rumah kosong yang entah dimana itu Ocy tidak mengetahuinya.
Tangannya terikat pada sebuah kursi yang dia duduki dengan kaki yang sama pula terikat, mulutnya telah di lakban hanya matanya yang masih sedikit terbuka, namun sangat lemah.
__ADS_1
"Aping tolongin gue Ping, ini sakit sekali," batin Ocy menangisi kelemahannya yang selalu menjadi incaran orang-orang jahat.