
Setelah beberapa hari insiden pemanjatan pohon mangga yang berakhir kesialan bagi Aping, kini dia kembali fokus ke pekerjaannya yang menumpuk karena dia harus menemani Ocy di masa-masa pertama hamilnya, meski belum sepenuhnya morning sicknessnya menghilang tapi keadaan Ocy lebih baik dari sebelumnya.
Namun Aping tak mengizinkan dia untuk bekerja kembali, hanya sesekali dia di perbolehkan ke perusahaannya untuk sekedar memantau kinerja karyawannya.
Saat jam makan siang tiba Aping menyempatkan diri mengirim pesan kepada istrinya untuk sekedar menanyakan apakah dia sudah makan siang atau belum.
Sepuluh menit setelah Aping mengirim pesan tidak ada balasan dari istrinya itu, Aping menjadi khawatir dia berjalan kesana-kemari di luar ruang kerjanya, menjadi pusat perhatian bagi karyawannya yang kebetulan sedang melewati Aping.
Tiba-tiba teleponnya berbunyi, Ocy sedang meneleponnya dengan segera Aping menerima telepon itu.
"Halo sayang?" ucap Aping mengawali.
"Apa? masak cumi?" ucapnya lagi.
Sepertinya ngidam Ocy belum selesai.
"Harus Cen? tapi sayang dia kan sibuk?"
"Iya-iya aku usahain deh agar dia bisa ke rumah," ucap Aping kemudian telepon di tutup.
"Astaga apa lagi ini," ucap Aping sambil berdecak kesal, lagi-lagi hal aneh yang di minta oleh istrinya itu.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama dia segera menuju ke rumah Cen untuk memintanya datang ke rumah Aping, dia berjalan menuju ke parkiran mobil dan segera melajukan mobilnya itu.
Satu jam kemudian dia telah sampai di depan rumah Cen, kebetulan Cen sedang duduk santai di depan rumahnya, Aping dengan sigap memegang tangan Cen dan menariknya menuju ke mobil miliknya.
"Aduh Ping apaan sih lo narik-narik gini!" teriak Cen sambil menahan langkah kakinya.
"Udah cepetan lo harus ikut gue," ucap Aping sambil menarik kembali Cen.
"Eh mau kemana?" tanya Cen namun tak di jawab oleh Aping yang sudah berkonsentrasi mengemudi itu.
Cen hanya mengenakan pakaian santai tanpa membawa handphone dan uang, tiba-tiba Aping menariknya dalam hati dia mengumpat apa yang di lakukan Aping.
"Ini kayak jalan ke rumah lo Ping?" tanya Cen.
"Memang," ucap Aping santai.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan rumah Aping, dengan langkah tegap mereka masuk ke dalam rumah, Cen mengira Aping sengaja mengajaknya ke rumah untuk mengundang dia makan bersama, mereka langsung menuju ke dapur rumah Aping, Ocy sudah berada di meja makan menunggu mereka.
"Wah rejeki nomplok nih pasti makan gratis," batin Cen.
Namun pikirannya menjadi bingung lantaran tidak ada apapun di meja makan, Aping malah menariknya ke arah kompor dan memberikan seplastik cumi-cumi mentah segar padanya.
__ADS_1
"Ini apaan sih maksudnya Ping?" tanya Cen dengan raut wajah makin bingung.
"Nyonya negara sedang mau masakan cumi buatan lo," ucap Aping sambil melirik ke arah Ocy dengan ekor matanya, Cen mengikuti kode dari temannya itu, dia akhirnya menghela napas dalam maksud dari ajakan Aping ke rumahnya itu adalah untuk memasakkan sepiring cumi crispy bumbu sambal balado.
Merasa kedua pria di depannya itu melirik kearah Ocy, dia tersenyum dengan sangat manis, membuat Cen tidak bisa menolak permintaan calon keponakannya itu.
"Tapi gue gak pernah masak kayak ginian," ucap Cen jujur.
"Please keponakan lo pengen banget nih," ucap Ocy dengan mata berbinar sambil kedua telapak tangannya menopang dagu.
"Iya-iya deh, dasar bumil rewel," ucap Cen sambil memulai acara memasaknya.
Satu jam kemudian Cen sudah selesai dengan cumi-cuminya, dia menyajikan untuk Ocy yang sudah ngiler ingin segera mencicipi masakan Cen.
"Wah enak kayaknya," ucap Ocy sambil merebut piring berisi cumi-cumi itu tanpa sedikitpun bersabar.
"Pelan-pelan sayang makannya," ucap Aping merinding melihat Ocy yang sedang makan tanpa sedikitpun rasa canggung. Namun Ocy tak menghiraukannya.
"Itu beneran istri lo Ocy?" tanya Cen heran.
"Lo berisik deh, biarin aja kali kayak gitu," ucap Aping santai, dia memaklumi kenapa istrinya seperti itu, Cen yang baru melihat ibu hamil yang sedang mengidam.
__ADS_1